
"Ya ampun, Ternyata Dev adalah keponakan om rese. Bagaimana bisa aku mau menjadi calon tante buat mantan ku. Astaga, Mimpi apa aku ini ya ampun" ucap Zia dalam batinnya sambil melirik ke arah Devan.
"Apa, Jadi dia calon istrinya om. Apa Devan tidak salah dengar" tanya Devan pada Arka.
"Iya, Zia memang calon istri om. Memangnya kenapa? Ada yang salah kah?"
"Oh tidak. Yaudah, Kalau begitu Devan duluan om"
Setelah itu, Devan pergi dari sana, Meninggalkan Arka dan juga Zia yang sudah kembali duduk di sana.
"Mau pesan apa calon istri?" tanya Arka sambil mengulum bibirnya serta menatap Elzia.
"Pesan apa saja. Terserah om"
"Oke calon istriku"
Elzia mengangkat sebelah sudut bibirnya saat mendengar panggilan yang Arka berikan untuknya"Ih, Bisa gak itu panggilan di ganti, Jijik aku dengernya. Calon istri calon istri" gumam Zia pada Arka.
"Memangnya kenapa? Kamu gak mau di panggil calon istri? Lalu maunya aku panggil apa? Calon ibu anak-anakku"
"Gak jelas emang. Dasar om-om"
"Om-om tapi saya tampan kan. Bahkan kamu saja tadi sampai terpesona melihat ketampanan saya"
"Gak usah kegeeran. Mau di lihat dari sisi manapun, Om itu tidak ada tampan-tampannya. Jelek, Tua. Ihh pokoknya kalau di nilai negatif"
Arka tak menjawab perkataan Zia. Pria itu hanya mengulum bibirnya sambil melambaikan tangannya memanggil pelayan restoran itu.
"Mau pesan apa, Pak?' tanya pelayan itu sambil memberikan buku menu pada Arka.
"Saya mau chicken katsu 2 porsi, Ayam saus lada hitam juga dua, Lalu dessert tiramisu 2, Terus jus alpukat nya 2. Udah itu aja"
"Baik, Pak. Mohon di tunggu sebentar ya"
Zia mengerutkan keningnya saat mendengar menu makanan yang baru saja Arka sebutkan. Pasalnya itu adalah menu makanan kesukaan Elzia. Chicken katsu sama ayam saus lada hitam serta dessert tiramisu.
__ADS_1
"Ini kebetulan apa bagaimana. Bagaimana bisa semua makanan itu pas banget dengan menu kesukaan aku" ucap Zia dalam batinnya.
Arka yang menyadari raut wajah Elzia menatap wajah wanita itu"Kaget ya, Karna semua menu yang saya pesan adalah makanan kesukaan kamu" seru Arka pada Elzia.
"Nggak tuh, Biasa saja"
"Jangan jutek-jutek. Nanti cantiknya hilang. Lagian kenapa kamu harus berpenampilan seperti itu? Untuk apa coba?" tanya Arka pada Elzia.
"Ya tentu saja untuk membuatmu Ifil om rese" ucap Elzia tanpa sadar.
Sedetik kemudian, Zia menutup mulutnya saat menyadari perkataannya"Astaga, Apa yang aku katakan. Kenapa aku malah mengatakan pada si om rese. Dasar mulut gak ada akhlak" ucap Zia dalam batinnya sambil membulatkan kedua matanya.
Mendengar itu membuat Arka terkekeh, Ternyata calon istrinya adalah wanita yang begitu polos seperti Elzia.
"Oh begitu rupanya. Tapi kamu salah calon istri, Karna saya tidak akan pernah ilfiel bagaimanapun penampilan kamu. Malah saya merasa kagum dengan wanita sepertimu"
"Arrrrgggh.. Ini om-om memang benar-benar menyebalkan ya" batin Zia sambil menoleh ke lain arah.
"Tapi bagaimana bisa si om rese tau makanan kesukaan aku"batin Zia lagi.
10 Menit kemudian, Makanan pesanan mereka sudah datang. Elzia menatap menu makanan yang sudah di pesan oleh Arka.
"Selamat makan calon istri" ujar Arka sambil mengangkat kedua sudut bibirnya.
"Hmm" balas Zia sambil mengambil makanan miliknya.
Di Saat Zia mau memakan makanannya, Tanpa sengaja netranya menoleh pada pasangan yang ada tak jauh dari tempatnya. Elzia memicingkan kedua matanya saat melihat siapa orang itu.
"Aril. Itu kan Aril" ucap Elzia pelan sambil terus menatap Aril yang sedang beemesra-mesraan dengan wanita lain.
"Kurang ajar. Jadi ini alasan dia tidak menjawab telponku" ucap Zia sambil mengepalkan kuat kedua tangannya.
"Aduh sayang. Kamu kalau makan pelan-pelan dong. Masa sampai belepotan seperti ini" ucap Zia keras dan tentu terdengar jelas pada indra pendengaran Aril.
Aril yang mendengar suara Elzia langsung membalikkan tubuhnya. Menatap Zia yang saat ini sedang mengusap bibir Arka dengan tangannya.
__ADS_1
Mendapat perlakuan seperti itu dari Elzia membuat jantung Arka berdetak sangat cepat, Kedua bola matanya menatap kedua bola mata indah Zia.
Bukan hanya Arka, Bahkan Elzia juga bisa merasakan apa yang saat ini sedang Arka rasakan. Jantungnya berdetak cepat, Bahkan lebih cepat dari pada batas normal pada umumnya.
"Ada apa dengan jantungku, Kenapa aku merasa ada yang berbeda dengan detak jantung ini. Apa jangan-jangan , Huss. Mana mungkin aku jatuh cinta sama om rese. Gak akan! Iya, Hal itu gak akan pernah terjadi" ucap Zia dalam batinnya sambil menundukkan wajahnya.
Elzia menarik tangannya dari bibir Aka, Namun dengan gerakan cepat Arka menahan itu"Saya mencintaimu" serunya yang terdengar sangat tiba-tiba.
"Astaga,. Ada apa dengan om ini. Kenapa dia malah menyatakan cinta. Dasar bapak-bapak" batin Zia sambil kembali menarik tangannya.
"Apaan sih om, Udah tua juga, Emang tau apa itu cinta" balas Zia sambil menoleh ke lain arah untuk menghilangkan rasa gugupnya.
Jujur, Apa yang baru saja Arka katakan sudah membuat jantungnya bertalu-talu. Panas dingin itu pasti Zia rasakan. Entah kenapa Zia merasakan aneh dengan pertemuannya yang pertama ini.
"Astaga, Ada apa dengan diriku. Kenapa aku malah merasa ada yang aneh"
*****
"Titian. Saya mau kamu bayar hutang semua yang kamu punya terhadap saya, Ingat ya, Saya sudah tidak mau lagi mendengarkan janji-janji palsu kamu" ucap seorang rentenir pada mamanya Elzia.
Mendengar itu membuat mama Elzia berjalan mendekat"Iya, Jeng. Saya mohon kasih saya waktu beberapa bulan lagi, Setidaknya sampai anak saya menikah. Kalau anak saya sudah menikah, Saya janji akan melunasi semua hutang-hutang saya beserta bunganya"
"Saya gak mau tau lagi, Pokoknya kamu harus membayar semuanya, Kalau tidak, Siap-siap saja kamu angkat kaki dari rumah ini"
"Janganlah jeng, Kasihani saya. Saya janji setelah Zia menikah, Saya akan membayar semuanya. Jeng tau siapa calon menantu saya?"
"Mana saya tau siapa calon menantu kamu"
"Arkana Hermawan"
Mendengar kata Arkana Hermawan membuat rentenir itu terdiam untuk beberapa saat. Pasalnya, Nama Arkana memang sedang naik daun di kalangan bisnis. Salah satu ceo muda yang sukses di bidang kontruksi dan juga properti.
"Woow. Bagaimana caranya kamu bisa menikahkan anakmu dengan Arkana?"
"Buat saya itu bukan perkara sulit, Anak saya cantik. Tentu saja Arkana Langsung berkata iya saat saya bilang ingin menjodohkan anak saya dengannya"
__ADS_1
"Is good idea. Jalan pintas untuk menjadi kaya. Tapi apakan harus anakmu yang menjadi korban?"
"Jika itu bisa, Kenapa tidak" ucap mama Zia sambil tersenyum.