Di Jodohkan Dengan Om Duda

Di Jodohkan Dengan Om Duda
Duren Limited Edition!


__ADS_3

"Maafkan saya, Mungkin alasan saya terdengar kejam. Tapi satu hal yang harus kamu tau, Zia. Sebagai seorang pria, Saya ingin memiliki calon ibu sambung tepat seperti yang saya harapkan. Karna saya sudah lelah jika harus terus-terusan gagal dalam berumah tangga" ucap Arka lagi sambil menatap Zia.


"Dengan kamu,Saya berharap, semoga kamu adalah wanita terakhir dalam hidup saya. Karna apa, Gagal dalam berumahtangga itu yang yang sangat memalukan" lanjut Arka lagi.


Perkataan Arka membuat Elzia mengerutkan kecil keningnya"Kenapa begitu, Om? Bukan kah gagal dalam rumah tangga itu hal yang lumrah" balas Elzia sambil menatap Arka yang sudah mengangkat kedua sudut bibirnya.


"Memang lumrah, Tapi tidak untuk saya. Bagi saya, Lebih baik gagal dalam bertugas dari pada gagal dalam berumah tangga"


Zia tak menjawab. Wanita itu hanya mengangguk-angguk saja. Entah dia paham atau tidak dengan perkataan Arka yang dia dengar tadi.


"Kenapa kamu hanya mengangguk-angguk saja, Apa kamu paham maksud perkataan saya?" tanya Arka saat melihat Elzia hanya mengangguk serta mengulum bibir.


"Ya tentu saja, Tidaklah om. Heheheheh"


Alkan menepuk jidatnya pelan, Tak habis pikir dengan jawaban Zia tadi"Astaga, Anak ini bener-bener. Saya pikir dia ngangguk-ngangguk itu karna paham, Taunya malah nggak" batinnya sambil menggelengkan pelan kepalanya. Masih tak habis pikir dengan Zia.


"Dasar anak kecil" ucap Arka sambil mengangkat sebelah sudut bibirnya.


"Sudah tau aku anak kecil, Tapi kenapa om malah mau nikahin saya. Mending dari yang lain lah om, Cari wanita yang usianya lebih tua dari saya"


"Gak mau, Karna untuk saat ini saya lebih suka yang masih jagung muda" balas Arka sambil mengulum bibirnya .


Elzia mengangkat sebelah sudut bibirnya "Eleh, Lebih suka jagung muda katanya. Enak saja menyamakan aku sama jagung" ucapnya yang terlihat sangat kesal.


"Sudah, Ayo antar aku pulang. Aku sudah capek pengen cepet-cepet istirahat" ucap Elzia lagi.


Setelah itu, Arka kembali melajukan mobilnya. Sesekali Arka melirik Elzia yang sudah menekuk wajahnya. Tidak menampakkan sedikit saja senyuman dari wajah itu.


"Huh, Dasar om-om menyebalkan memang, Enak saja menyamakan aku dengan jagung, Emang dia pikir aku sayuran" umpat Elzia dalam batinnya.

__ADS_1


"Tidak usah mengumpat dalam hati, Ucapin saja secara langsung. Saya bisa dengar dan tau apa yang kamu katakan dalam hati" gumam Arka sambil mengangkat kedua sudut bibirnya.


Elzia menoleh pada Arka"Gak usah sok tau. Memangnya apa yang aku katakan dalam ati?" Tanya Zia pada Arka.


"Tentu saja saya taulah sayang. Baru saja kamu mengumpat dengan mengatakan saya om-om nyebelin kan. Memangnya saya nyebelin ya?"


Zia diam, Karna memang tebakan Arka benar adanya, Jika dirinya tadi sudah mengumpat seperti yang sudah Arka katakan.


"Bagaimana si om rese tau, Apa jangan-jangan dia bisa baca pikiran orang" batin Zia lagi.


"Memang, Saya memang bisa baca pikiran orang. Maka dari itu kamu harus hati-hati jika mau mengumpat, Karna saya bisa tau"


"Astaga, Sebenarnya dia manusia apa dedemit ya. Kok bisa tau apa yang aku katakan. Eh jangan bilang dia juga tau kalau aku mengatakannya dedemit"


Lagi-lagi Elzia hanya bermonolog dalam batinnya. Kedua matanya melirik pada arah kaca spion. Mengamati Arka yang terlihat sedang fokus mengemudi.


"Baru sadar kalau saya tampan dan masih muda? Hmmm. Dari tadi kemana saja? Kenapa baru sadar kalau saya adalah laki-laki yang hampir mendekati kata SEMPURNA" ucap Arka tiba-tiba sambil mengulum bibirnya.


Entah kenapa semua yang Arka katakan benar, Padahal pria itu hanya menebak-nebak saja.


"Om, Om itu orang apa dedemit sih?"


"Kenapa kamu bertanya seperti itu, Calon istri?" tanya Arka sambil mengulum bibirnya dan melirik Elzia dari kaca spion mobilnya.


"Ya heran saja. Kenapa sejak tadi om selalu tau apa yang aku katakan dalam hati. Apa coba kalau bukan dedemit"


Seketika Arka tertawa"Kamu ini ya, Ada-ada saja. Kamu mau tau kenapa saya bisa tau apa yang kamu katakan dalam hati?" tanya Arka sambil melirik ke arah Elzia.


"Iyalah, Aku penasaran. Om itu jelmaan dedemit atau bagaimana"

__ADS_1


"Husss, Enak saja bilang calon suami jelmaan dedemit. Saya itu bisa tau apa yang kamu katakan dalam hati karna hati kamu berbicara dengan hati saya. Ingat kan kata-kata, Berbicara dari hati ke hati. Nah ini"


Eh, Kok bisa semua yang aku katakan benar, Padahal kan saya hanya mengada-ngada saja. Mana bisa saya membaca pikiran orang apalagi berbicara dari hati ke hati. Ahh, Rasanya kalau sedang bersama Zia saya kembali menjadi anak muda. Eh tunggu, Umur saya kan memang masih muda, Dua puluh tujuh tahun tidak terlalu tua kan ya.


Arka bermonolog dalam batinnya sambil mengulum bibirnya. Hingga suara Zia seketika kembali mengejutkan nya.


"Eh om, Zia boleh tanya sesuatu gak?"


"Tanya apa, Calon istri?"


"Om itu umur berapa sih?"


"Cieee udah mulai kepo sama umur calon suami ni yee" goda Arka dan membuat wajah Zia merona.


"Apaan sih om. Orang aku nanya doang kok" balas Zia dan langsung memanyunkan bibirnya. Membalikkan tubuhnya ke arah kiri. Pura-pura ngambek sama Arka, Sosok pria yang dia panggil dengan sebutan om rese.


"Ciee ngambek. Baiklah, Akan saya katakan berapa umur saya. Tapi liat sini dulu dong calon istri, Masa begitu sama calon suami"


"Ayo cepat katakan, Berapa umur om?"


"Dua puluh tujuh, Umur kita hanya berpaut jarak kurang lebih sepuluh tahun"


Elzia terdiam, Wanita itu hanya melirik sekilas pada Arka"Pantas saja masih terlihat muda. Bener apa yang Novi katakan, Om rese memang seorang duda keren, Bahkan lebih keren dari pada si Adit" batin Elzia sambil mengulum bibirnya. Karna tiba-tiba saja Zia teringat akan perkataan Novita pagi tadi.


Aku jamin kamu akan langsung jatuh cinta, Zia. Karna om Arka itu duda yang paling keren yang pernah aku tau, Biarpun dia sudah punya anak satu, Tapi wajahnya tak beda jauh dengan wajah anak abg. Om Arka itu seperti duren limited edition Zi. Stoknya terbatas.


Kata-kata itu tiba-tiba saja terngiang pada indra pendengaran Zia"Benar-benar seperti abg ini nov" batinnya. Untuk saat ini rasanya Zia ingin sekali menghubungi Novi. Ingin mengatakan apa yang sudah Novi bilang pagi tadi.


"Benar-benar duda berkualitas nov. Tepat seperti yang kamu katakan" batinnya lagi

__ADS_1


__ADS_2