
Arka terus menatap pintu kamar Zia, Kedua sudut bibirnya terangkat saat membayangkan wajah Zia yang menurutnya sangat menggemaskan.
"Kamu nak Arka calon suaminya Zia?"
Suara itu membuat Arka menoleh ke arah sumber suara, Gara-gara Zia, Arka sampai lupa jika saat ini ada kakek dan juga nenek Zia di dekatnya.
"Eh, Iya kek. Perkenalkan, Saya Arka, Calon suaminya Zia" ujar Arka sopan sambil menatap kakeknya Zia.
Kakek serta neneknya Zia mengangkat kedua sudut bibir mereka"Silahkan duduk nak Arka, Biar nenek buatkan kopi" ucap nenek Hanum.
"Tidak usah, Nek. Kapan-kapan saja. Arka mau langsung pulang, Soalnya masih ada pekerjaan yang harus Arka kerjakan"balas Arka sopan
"Yah, Kenapa buru-buru sekali nak. Lain kali ngobrol-ngobrol sama kami ya"
"Tentu, Kek, Nek. Kalau begitu Arka pamit pulang dulu ya. Assalamualaikum"
"Waalaikum salam"
Setelah pamit pada kakek dan juga neneknya Zia. Arka langsung melangkahkan kakinya kembali ke dalam mobil. Masuk ke dalam mobil itu dan langsung melesatkan nya menjauh dari kediaman Elzia.
Sedangkan kakek dan juga nenek Zia masih menatap mobil Arka yang sudah semakin menjauh.
"Ternyata Arka itu anak yang sopan ya, Kek. Bukan hanya itu, Dia juga sangat tampan dan terlihat masih muda" ucap nenek Hanum sambil menoleh pada kakek Awi.
"Iya, Nek. Semoga saja dia bisa menjaga Zia dengan baik ya. Semoga Arka akan menjadi lelaki terakhir dalam hidupnya Zia"
"Amin"
Di dalam kamar
Ternyata setelah masuk ke dalam kamarnya Elzia tidak langsung tidur. Wanita itu masih bermain ponsel. Atau lebih tepatnya sedang melakukan panggilan Video dengan bestienya. Siapa lagi kalau bukan Novita.
Selama ini persahabatan mereka memang sudah sangat dekat, Kejadian apapun akan Zia ceritakan pada Novita. Begitu juga sebaliknya. Novita akan menceritakan setiap kejadian yang dia lalui pada Zia. Hanya pada Zia. Karna mereka sudah bersahabat sejak masih sekolah dasar.
📲:Eh Nov, Ternyata apa yang kamu bilang tadi pagi itu bener banget
📲:Yang mana Zi?
__ADS_1
📲:Ya ampun Nov, Masa udah lupa aja. Prasaan baru tadi pagi, Pasti karna kebanyakan mikirin Dirga sampek pikun.
📲:Ya wajarlah aku mikirin Dirga, Dari pada aku mikirin om Arka, Kan gak lucu. Memangnya apa sih Zi?
📲:Itu loh Nov, Soal om Arka yang kamu bilang duren limited Edition. Dia bener-bener tampan Nov. Dan satu lagi, Ternyata umurnya juga gak terlalu tua-tua amat.
📲:Lah yang bilang om Arka tua siapa dudul. Orang om Arka memang masih muda. Dia kan anak bungsu di keluarga Hermawan
📲:Iya Nov, Dan satu lagi. Ternyata, Om Arka adalah om nya si Devan.
Mendengar perkataan Elzia membuat tawa Novita pecah. Hal itu tentu saja membuat Elzia mengerutkan keningnya. Kenapa Novita malah tertawa, Memangnya letak kelucuannya di mana.
📲:Kenapa kamu malah ketawa sih Nov, Memangnya ada yang lucu?
📲:Gak ada sih. Devan memang keponakannya om Arka Zia.
📲:Jadi kamu sudah tau?
📲:Sudah dong. Tapi sengaja aja aku gak kasih tau kamu. Biar kamu tau sendiri. Hahahha
📲:Kamu kok banyak tau tentang om Arka sih Nov?
📲:Oh ya, Pantas saja kamu udah tau duluan.
Di saat Zia masih melakukan panggilan Video bersama dengan Novi, Tiba-tiba saja ada panggilan masuk dari kekasihnya. Novi yang melihat Zia mengangkat sebelah sudut bibirnya tentu saja merasa penasaran.
📲:Kenapa kamu Zi?
📲:Ini si Aril telpon. Males banget aku sama dia.
📲:Aril? Aril pacar kamu?
📲:Iyalah Nov, Aril siapa lagi coba
📲:Ya kali aja ada Aril yang lain, Secara kamu kan playgirl 😂
📲:Asem kamu Nov. Dasar sahabat luknut
__ADS_1
📲:Udah angkat sono. Ini aku juga Dirga telpon, Papay Zia sayangkuu
📲:Mau ngebucin dah tuh
📲:Tepat sekali.
Setelah itu, Sambungan telponnya terputus. Namun Zia tak menjawab panggilan Aril. Wanita itu membiarkan telponnya terus berdering.
"Telpon aja terus. Gue mag ogah angkat. Dasar pria gak tau diri. Ganteng juga enggak" ucap Zia sambil menatap layar ponselnya.
Wanita itu masih merasa sangat kesal dengan apa yang dia lihat di restoran siang tadi. Aril bersama dengan wanita lain dan terlihat mesra. Biarpun Zia seorang playgirl,er Namun dia merasa tak suka jika kekasihnya berselingkuh di belakangnya.
"Sampek lebaran monyet pun gue gak bakal mau angkat. Dasar laki-laki buaya" ucap Zia sambil menutup ponselnya dengan tangannya.
Setelah itu, Dia masuk ke dalam kamarnya, Menutup pintu serta jendela kamar yang sejak tadi terbuka. Di saat malam datang, Elzia memang suka menghabiskan waktu di balkon kamar. Selain suasananya yang menenangkan, Hal itu juga selalu membuat Zia bisa menikmati keindahan bintang yang bertaburan di atas lantai
Tak berselang lama, Tiba-tiba saja gerimis datang membasahi kota jakarta malam ini. Sejenak Elzia menatap setiap tetesan air hujan itu dari dalam kamarnya.
"Kok malah hujan, Si om rese sudah sampai belum ya" ucapnya tanpa sadar
"Eh kenapa aku malah jadi mikirin dia"
******
Tanpa terasa malam sudah berlalu. Sudah seperti biasa, Elzia akan berangkat sekolah setelah selesai sarapan. Namun pagi ini terlihat ada yang berbeda dari raut wajahn Elzia. Hal itu membuat kakek dan juga neneknya saling pandang, Ada apa dengan cucu mereka.
"Kenapa dengan cucumu, Nek. Wajahnya terlihat aneh begitu. Tumben banget pagi ini dia bangun sendiri" ucap kakek Awi saat melihat Zia keluar dari dalam kamarnya dengan pakaian yang sudah siap.
"Entahlah kek. Sudah biarkan saja" balas nenek Hanum sambil merapikan makanan di atas meja.
"Morning kakek sama nenekku" ujar Zia dengan kedua sudut bibir yang terangkat.
"Pagi Zia. Tumben kamu sudah rapi. Memangnya tadi malam mimpi apa?"
"Is nenek. Seharusnya nenek itu seneng liat Zia sudah siap ke sekolah tanpa harus di bangunin nenek"
Di saat Elzia dan neneknya sedang berbincang, Tiba-tiba saja ada seseorang yang datang.
__ADS_1
"Assalamualaikum" ucap orang itu
"Wassalamu'alaikum"