
"Anak kecil itu sudah meninggalkan jejak senyuman yang akan menjadi candu baru untukku. Rasanya jika mengingat nya akun seperti kembali pada masa 10 tahun yang lalu, Tepatnya saat aku masih berjuang untuk mendapatkan Yasmine" batin Arka sambil mengulum bibirnya saat teringat akan wajah Elzia.
Sedetik kemudian, Arka yang tersadar jika dia teringat akan masa lalunya bersama dengan Yasmine menggelengkan cepat kepalanya.
"Astaga, Kenapa aku malah teringat akan perjuanganku saat ingin mendapatkan Yasmine. Come on Arka, Lupakan semua masa-masa lalu saat bersama dengan wanita sialan itu" ucap Arka dalam batinnya sambil menggeleng kan pelan kepalanya.
Arka berusaha menghapus semua memori tentang Yasmine yang masih tersisa. Rasanya untuk saat ini Arka ingin amnesia agar bisa dengan mudah melupakan sosok Yasmine yang sudah sangat membuat nya kecewa dan terluka. Luka tak berdarah itu sudah meninggalkan bekas yang begitu menyakitkan.
"Mulai hari ini, Aku harus bisa benar-benar membuang semua memori tentang Yasmine yang masih tersisa. Ini sudah saatnya aku membuka lembaran baru bersama dengan Zia yang akan menjadi masa depan ku" ucap Arka dalam batinnya sambil menatap foto profil WA Elzia.
Sedangkan Devan juga sibuk dengan pikirannya sendiri. Karna memang jujur saja, Untuk saat ini Devan sebenarnya masih begitu menyayangi Elzia. Hanya saja satu hal yang membuat hubungan mereka berakhir. Selain karna Zia selingkuh, Ada satu hal yang membuat Elzia memutuskan untuk berpaling dari Devan saat itu.
Devan memang cukup setia, Hanya saja ada hal yang tidak Zia sukai dari sosok Devan. Biarpun dia laki-laki yang tampan dan juga baik, Namun Elzia tidak pernah menyukai sosok yang sering menghabiskan waktu di malam hari dengan melakukan hal-hal yang tak seharusnya di lakukan oleh anak pelajar.
Satu jam kemudian, Mobil itu sudah tiba di bandara. Arka turun dari dalam mobil sambil membawa koper di tangan kanannya. "Hati-hati, Om. Kalau sudah sampai jangan lupa telpon Devan ya" ucap Devan sambil mencium punggung tangan Arka.
"Iya, Devan. Kamu pulang sana, Ini sudah larut malam. Hati-hati juga di jalan. Jangan Ngebut-ngebut" Balas Arka sambil menepuk pundak Devan.
"Devan tunggu sampek pesawat om take off aja deh"
"Yaudah, Terserah kamu saja. Om pamit ya"
Setelah itu, Arka naik ke atas pesawat karna memang jadwal terbangnya sudah tinggal beberapa menit lagi. Beruntung karna mereka tiba tepat waktu di bandara.
Saat sudah memastikan pesawat itu take off, Devan kembali masuk ke dalam mobilnya dan melajukan mobil itu menjauh dari bandara.
Di tengah perjalanan Devan terus saja teringat akan pertanyaan Arka beberapa saat yang lalu. Mengingat akan hal itu membuat Devan mengambil nafas sejenak.
__ADS_1
"Gak pernah terbayang jika wanita yang masih begitu aku sayang akan menjadi tanteku" ucapnya pelan.
******
Di tempat lain, Seorang pria bertubuh tinggi besar tengah menatap kosong ke arah depannya. Tak pernah di sangka jika saat ini dia harus ada di dalam sel tahanan karna hal yang tak pernah dia lakukan.
"Arrgggghh, Kenapa hidupku malah berakhir seperti ini. Mamaku meninggal, Aku kehilangan semua harta dan juga karir yang aku perjuangkan dengan susah payah hanya karna hal yang tak pernah aku lakukan" ucap Adit sambil mengepalkan kuat kedua tangannya.
"Gara-gara wanita itu, Aku harus kehilangan segalanya. Kamu lihat saja Mira, Apa yang bisa aku lakukan setelah aku keluar dari tempat ini" ucap Adit dengan kedua sorot mata merahnya.
Tangannya mengepal kuat jika teringat akan apa yang sudah Mira lakukan padanya.
*****
Di Tempat Lain
Elzia menatap langit-langit kamarnya. Tanpa dia sadari, Ternyata jam sudah menunjukkan pukul 01:00 dini hari. Tapi entah kenapa sampai saat ini Elzia belum juga bisa memejamkan kedua matanya. Perkataan mamanya Riska terus saja mengganggu pikirannya.
Jangan pernah bergaul dengan wanita ini. Dia bukan wanita baik-baik. Jangan sampai hanya karna kamu bergaul dengannya orang-orang pada mikir yang tidak-tidak
Tiba-tiba saja kata-kata itu terngiang begitu saja. Mengingat akan hal itu membuat Zia mengambil nafas panjang. Perkataan mamanya Riska sudah benar-benar melukai perasannya.
"Apa memang lebih baik aku dengarkan apa perkataan om rese. Masuk ke pesantren mungkin itu jalan yang terbaik" ucap Zia sambil terus menatap langit-langit kamarnya.
"Bismillah, Semoga ini memang keputusan yang sangat buat aku. Aku akan meninggalkan dua bebas seperti yang aku inginkan" ucap Elzia lagi.
Setelah mendengar perkataan mamanya Riska membuat Elzia langsung mengambil keputusan untuk memenuhi permintaan Arka sebelum dia naik kelas tiga.
__ADS_1
Dttttt,,,,,Dttttt,,,,,Dtttttt
Om Rese
[ Aku sudah sampai calon istri ]
[ Syukurlah kalau om rese sudah sampai ] Send
Dttttt,,,,,Dttttt,,Dttt
Om Rese
[ Kamu kenapa belum tidur? ]
[ Gak bisa tidur om ] Send
Setelah Elzia mengirimkan balasan itu. Tiba-tiba saja apa panggilan masuk dari Arka.
📲:Halo om. Kenapa telpon aku?
📲:Kenapa kamu gak bisa tidur? Ada apa? Ada ada hal yang mengganggu pikiranmu?
📲:Oh nggak ada kok om, Hanya saja aku baru kepikiran untuk memenuhi permintaan om secepatnya.
📲:Mengabulkan permintaan saya secepatnya? Maksudnya masuk pesantren?
📲:Iya, Om. Zia sudah mutusin buat masuk pesantren secepatnya.
__ADS_1
📲:Kamu sehat kan? Ini serius? Apa saya sedang berhalusinasi?
📲:Alhamdulillah Zia sehat dan Zia serius. Ini sudah keputusan Zia om. Zia mau masuk pesantren secepatnya.