
Tanpa terasa jam yang paling tidak aku nantikan sudah tiba. Seperti apa yang sudah aku rencanakan sebelumnya, Akun akan membuat si om rese tidak menyukaiku tepat di hari pertama pertemuan kita.
Kali ini aku menggunakan celana jeans yang bolong di bagian depan, Baju yang memperlihatkan sedikit di bagian perutku. Dandanan yang aku buat semenor mungkin. Padahal aku paling tidak suka menggunakan make up.
Aku mengikat rambutku tinggi, Menggunakan jaket dan mengambil sepatu kesayanganku. Setelah itu, Aku keluar dari dalam kamarku, Di depan ternyata sudah ada kakek dan juga nenekku yang sedang menonton siaran televisi. Apa lagi kalau bukan film ku menangis. Heran kenapa mereka sangat suka sama film itu.
Melihat aku keluar dari kamar, Kakek dan nenek menatap penampilanku dari ujung rambut sampai ujung kaki. Merek a berdua saling lirik sambil menggeleng kan kepalanya.
"Apa-apaan kamu Zia? Kenap kamu menggunakan pakaian seperti itu?" tanya Nenek sambil terus menatapku.
"Memangnya apa yang salah dengan penampilanku?" tanyaku yang mencoba terlihat santai.
"Astaga Zia, Kamu itu mau bertemu dengan calon suamimu. Masa iya kamu mau menggunakan pakaian yang tidak sopan begitu. Itu celana kenapa bisa sobek"
"Oh ini, Biasalah nek anak muda. Nenek kayak gak ngerti aja deh. Penampilan seperti ini sekarang sedang tren di kalangan anak muda" ucapku.
Kakek menepuk pundak nenek"Sudah, Biarkan saja Zia seperti itu, Dari pada dia tidak mau bertemu dengan Arka" ucap kakek pada nenek.
"Tapi, Kek. Kakek liat deh itu penampilan Zia, Tidak sopan tau kek"
"Sudah biarkan saja nek"
Setelah itu, Aku keluar dari rumahku, Tak menghiraukan kakek dan juga nenek yang masih sibuk memperdebatkan perihal penampilanku hari ini. Tapi yang pasti, Tujuanku hanya satu, Ingin membuat si om rese ilfel.
Tak lama kemudian. Aku melihat mobil hitam berhenti tepat di depan rumahku, Aku sudah bisa menebak itu mobil siapa. Pasti mobil orang suruhan om rese untuk menjemput ku.
"Sudah siapkan, Non?" tanya supir itu padaku.
"Hmm" jawabku cuek
"Maro non, Tuan Arka sudah menunggu" titahnya lagi sambil membuka pintu mobil itu.
Aku tak menjawab, Hanya langsung naik ke dalam mobil hitam itu. Mobil yang sangat bagus dan juga mewah. Mobil sport berwarna hitam. Sepertinya itu masih baru.
"Sudah siap kan non?"
"Hmm"
__ADS_1
Mobil itu melesat keluar dari kediaman ku. Ada rasa kesal dari dalam hatiku, Pasalnya aku siang ini ada janjian dengan kekasihku. Malah harus batal karna om duda sialan.
30 menit kemudian. Mobil itu berhenti di salah satu restoran yang terlihat sangat mewah dan juga elegan. Aku bahkan di buat ternganga dengan restoran itu.
"Astaga, Ini restoran kok bagus sekali" batinku sambil turun dari mobil itu.
Aku berjalan pelan sambil melirik ke setiap sudut tempat itu, Mencari keberadaan sosok om-om yang akan aku temui. Tapi aku tidak melihat ada om-om di sana. Hanya ada sosok pria yang duduk sendiri namun tidak terlihat seperti om-om.
"Dimana orangnya?" tanyaku pada orang yang tadi menjemput ku.
"Ada di meja nomor 4 nona. Tuan Arka sudah menunggu anda di sana"
"Baiklah. Terimakasih"
Aku kembali melangkahkan kakiku mencari meja dengan nomor yang baru saja di ucapkan oleh supir itu. Kedua mataku memicing saat melihat sosok yang ada di meja nomor 4.
"Apa orang itu gak salah bilang si om rese ada di meja nomor 4. Itu mah bukan om-om, Tapi cogan" ucap Zia di sela langkahnya.
Arka yang melihat kedatangan Zia mengangkat kedua sudut bibirnya. Pria itu mengulum bibir saat melihat penampilan Elzia siang ini.
"Astaga, Ada apa dengan anak ini. Kenapa dia berpenampilan seperti itu" batin Arka sambil terus memperhatikan Elzia yang semakin mendekat.
Perkataan Elzia terhenti saat Arka dengan cepat menimpali perkataannya.
"Selamat siang, Calon istriku" ucap Arka sambil mengangkat kedua sudut bibirnya.
Mendengar sebutan itu membuat Elzia langsung teringat akan Arka. "Jangan bilang kalau pria ini adalah om rese" batin Zia sambil memperhatikan Arka.
"Ayo silahkan duduk bidadari" ucap Arka lagi sambil tersenyum pada Elzia.
"Astaga. Apa pria ini benar-benar om rese. Tapi kenapa mukanya tidak terlihat seperti bapak-bapak. Malah masih muda begitu. Bukan kah mama bilang dia sudah punya anak satu" ucap Zia dalam batinnya.
"Biasa saja liatnya. Saya tau kalau saya tampan dan kamu terpesona pada pertemuan pertama kita bukan"
Elzia mengangkat sebelah sudut bibirnya. Ternyata memang benar jika pria yang ada di hadapannya saat ini adalah Arkana hermawan. Pria yang memiliki rasa percaya diri tinggi.
"Dih, Ternyata gak di telpon dini. Om itu tetap saja menyebalkan"
__ADS_1
"Menyebalkan? Tapi beneran kan saya tampan?"
"Tauk ah" ucap Zia dan langsung duduk di sana.
Di saat Elzia dan Arka masih saling diam. Tak lama kemudian ada seseorang yang datang dan memanggil Arkana dengan sebutan om.
"Om Arka, Om kapan pulang?" tanya orang itu sambil berjalan mendekat pada meja Arka.
"Suara itu kenapa tidak asing"ucap Elzia dalam batinnya yang merasa tidak asing dengan suara itu.
Elzia membalikkan tubuhnya dan menoleh pada sosok yang baru saja memanggil Arkana dengan sebutan om.
Deg
Jantung Elzia berdetak cepat saat melihat sosok itu."Devan. Kenapa aku harus kembali bertemu dengannya, Ada hubungan apa antara dia dengan om rese" batin Zia.
Bukan hanya Zia. Devan pun merasakan hal yang sama. Pria itu menatap Elzia tanpa mau berkedip.
"Zia? Ngapain kamu di sini?" tanya Devan pada Zia.
"Kamu nanya? Bukan urusan kamu juga kan. Mau aku di sana, Di sini. Itu bukan urusan kamu" jawab Zia sambil menatap malas pada sosok Devan.
Arkana mengerutkan keningnya melihat Elzia dengan Devan yang terlihat sudah saling kenal. "Kalian kenal?" tanya Arka penasaran.
"Kita adalah man"
Perkataan Devan terhenti saat Zia dengan cepat menimpali perkataan Devan"Oh nggak kok om, Zia tidak mengenalnya" gumamnya.
"Oh, Saya pikir kalian sudah saling kenal. Ini Devan, Zia. Keponakan saya" ucap Arka sambil menatap Zia.
Mendengar itu tentu saja membuat Elzia membulatkan kedua matanya. Bagaimana bisa mantan kekasihnya adalah keponakan dari calon suaminya sendiri.
"Dan Devan. Kenalin, Ini Elzia, calon istri om" terang Arka sambil menatap Devan.
"Apa!" ucap mereka secara bersamaan.
Astaga, Bagaimana bisa mantan kekasihnya sendiri ternyata keponakan dari calon suaminya. Hal ini tentu saja tidak pernah terbayang buat Zia sebelumnya.
__ADS_1
"Ya ampun, Ternyata Dev adalah keponakan om rese"