
"Jika itu bisa, Kenapa tidak." ucap mama Zia sambil tersenyum.
"Terserah anda sajalah. Bagaimanapun caranya asal anda bayar hutang. Tapi ingat, Bagaimana jika seandainya anak anda tau apa alasan yang sebenarnya di balik perjodohan ini" ucap Rentenir itu.
"Aku tidak perduli, Yang penting aku bisa menjadi orang kaya dengan cepat" ucap mama Zia lagi.
Meninggalkan mama Zia. Saat ini Elzia sudah di jalan arah pulang bersama dengan Arka. Sejak tadi, Tidak ada pembicaraan yang keluar mulut Elzia, Wanita itu mendadak diam.
"Kita berhenti di butik dulu ya. Setelah itu kita ke salon " ucap Arka dan membuat Elzia mengerutkan kecil keningnya.
"Untuk apa? tidak perlu, Aku mau pulang saja" balas Zia sambil melirik sekilas pada Arka yang masih fokus mengemudi.
"Aku akan membawamu untuk bertemu dengan kedua orang tuaku"
Mendengar itu membuat Elzia mengangkat wajahnya"Whatt! Jangan bercanda deh om. Zia gak mau" seru Zia cepat.
"Siapa yang bercanda calon istriku. Kedua orang tuaku sudah tidak sabar untuk bertemu dengan calon menantu mereka" ucap Arka sambil mengulum bibir.
"Iihhh Zia gak mau om. Zia mau pulang"
"Sayangnya ini bukan penawaran, Tapi perintah"
"Ish, Om itu ngeselin banget sih om"
"Sudah, Diam dan menurut saja apa yang saya katakan. Kamu hanya perlu duduk manis"
"Terserah om saja lah"
Arka tak lagi menjawab perkataan Elzia. Pria itu hanya menatap raut wajah Zia dari pantulan kaca spion yang ada di depannya. Melihat Elzia seperti itu membuat Arka mengulum bibirnya. Zia ini benar-benar menggemaskan.
"Tapi Zia belum siap buat ketemu sama orang tua om" ucap Zia sambil menoleh pada Arka.
"Siap gak siap, Kamu harus siap. Sudah tidak perlu banyak komen, Mau tidak mau, Saya akan tetap membawa kamu kerumah buat bertemu dengan kedua orang tua saya"
"Dih, Apaan maksa begitu. Ngeselin banget emang, Dasar om-om" ucap Zia sambil mengerucutkan bibirnya.
__ADS_1
Arka terus melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, Memilih tak menghiraukan Elzia yang sedang ngedumel serta mengumpat, Yang penting, Hari ini dia harus bisa membawa Elzia ke rumahnya dan bertemu dengan kedua orang tuanya.
30 Menit kemudian, Mobil itu sudah tiba di salah satu butik yang cukup terkenal, Bukan hanya butik, Tapi di sana sudah ada salon yang ada di sebelah butik nya.
"Ayo turun calon istriku" ucap Arka sambil memabukkan pintu mobil buat Elzia.
"Hhmm" balasnya ketus.
Tingkah Elzia benar-benar membuat Arka terus mengulum bibir, Pria itu seketika merasa sangat terhibur dengan raut wajah lucu calon istrinya.
"Ya ampun, Dasar anak kecil. Badan doang besar, kelakuan masih anak kecil banget" ucap Arka dalam batinnya sambil terus menatap Elzia dengan mengulum bibir.
"Kenapa kek gitu. Mau ketawain aku?" ucap Zia sambil menatap tajam Arka.
"Nggak lah calon istri, Mana ad calon suami mau ngetawain calon istri. Ada-ada saja kamu itu. Sudah ayo masuk, Aku akan mencarikan dress yang paling bagus di tempat ini" ucap Arka sambil menggandeng tangan Zia.
Mendengar kata Dress membuat Zia mengerutkan kecil keningnya"Dress? Aku mau om suruh pakek Dress? Gak mau"
Kali ini Arka yang di buat mengerutkan kecil keningnya saat mendengar perkataan Elzia. Pasalnya Arka tidak pernah tau jika selama ini Elzia adalah gadis yang tomboy dan sangat anti dengan yang namanya dress.
"Apaan sih om. Enak aja bilang aku wanita jadi-jadian. Tapi memang iya sih, Aku adalah wanita jadi-jadian. Oleh karena itu, Sebaiknya om itu cari calon istri lain saja. Masa iya mau nikah sama wanita jadi-jadian kayak aku"
"Mau kamu wanita jadi-jadian, Wanita kunti sekalipun saya gak perduli. Tapi yang pasti, Saya akan tetap menjadikan kamu sebagai calon istri saya"
Elzia tak lagi menjawab, Wanita itu hanya mengangkat sebelah sudut bibirnya, Melirik sekilas pada Arka dan kembali melanjutkan langkahnya.
"Dasar om-om menyebalkan. Ya ampun, Kenapa aku harus di jodohkan dengan pria yang modelannya kayak begitu" gerutu Elzia di sela langkahnya.
"Saya bisa dengar apa yang kamu katakan" ucap Arka sambil mengekor di belakang Elzia.
"Bodo amatlah, Mau om dengar atau tidak, Aku gak perduli"
Setelah tiba di dalam salon, Arka berjalan mendekat pada Zia yang sudah menaruh tangannya di dada"Kamu duduk di sini calon istri, Nanti akan ada orang yang melakukan perawatan eksklusif buat kamu" ucap Arka yang terdengar sangat lembut.
"Kenapa harus eksklusif sih om. Yang biasa saja kan bisa" protes Elzia.
__ADS_1
"Gak bisa sayang, Karna kamu VVIP di sini. Kamu adalah calon nyonya Arka, Dari harus di perlakukan spesial"
"Dih sayang katanya. Geli tau gak dengernya"
"Kamu geli tapi saya nggak. Mulai hari ini saya akan panggil kamu dengan sebutan sayang, ya"
"Terserah lah" balas Elzia yang tak mau ambil pusing.
Wanita itu duduk di salah satu sofa sambil mengambil majalah yang ada di depannya. Membaca sebuah kabar berita yang ternyata adalah mantan suaminya, Aditya.
"Ini kan Adit, Kenapa dia bisa ada di majalah ini" ucap Zia sambil menatap gambar Adit yang ada di sana.
Namun saat Zia mau membaca perihal berita, Orang yang akan melakukan perawatan padanya sudah datang. Hal itu membuat Elzia menaruh cepat majalah yang ada di tangannya.
"Kak, Mari ikut saya" ucap orang itu
"Ikut kemana?"
"Gak usah banyak tanya, Tinggal ikut saja apa susahnya" timpal Arka yang membuat Elzia kembali menaikkan sebelah alisnya.
"Menyebalkan sekali memang" ujar Zia sambil mengekor di belakang pelayan salon yang akan membuatmu nya melakukan perawatan di sana.
1 jam kemudian, Elzia sudah selesai di salon itu, Wanita itu juga sudah menggunakan dress yang sudah di belikan Arka 30 menit yang lalu.
Elzia keluar dengan berjalan sedikit pelan, Sebuah dress berwarna abu silver sudah melekat indah di tubuh rampinya, Rambutnya tergerai dengan satu jepit yang menambah kesal elegan. Sebuah kalung dengan liontin berlian melingkar indah di leher jenjangnya.
"Tuan, Istri anda sangat cantik sekali" ucap pelayan itu dan membuat Arka yang sejak tadi sibuk dengan ponselnya seketika mengangkat wajahnya.
Arka mengangkat wajahnya, Kedua matanya fokus menatap Elzia yang sudah menoleh ke lain arah"MasyaAllah, Benar-benar seperti bidadari" ucap Arka yang tentu bisa di dengar oleh Elzia.
"Gak usah berlebihan. Kalau memang mau membawa aku bertemu dengan kedua orang tua om kita jalan sekarang, Ribet tau gak harus pakek dress begini. Mana rambut aku di regai lagi. Gerah tau gak" ucap Elzia yang terlihat sangat kesal.
"Sudah tidak sabar ingin bertemu dengan calon mertua ya" goda Arka pada Zia.
"Tau ah"
__ADS_1