
Ivannie seorang gadis berusia 22 tahun. Sekarang Ivannie masih duduk di bangku kuliah di universitas malalayang dan memasuki semester akhir di masa kuliah nya. Ivannie saat ini tinggal di kota Manado.
Tapi kecelakaan mendadak yang terjadi pada ke dua orang tua membuat nya menjadi anak yatim piatu. Kedua orang tua Ivannie meninggal di tempat dalam kasus tabrak lari.
Karena keluarga mereka yang sederhana dan pas - pas an, sang ayah hanya bekerja di perusahaan swasta biasa dan sang ibu hanya bekerja rumahan biasa seperti membuat kue untuk di titip pada toko - toko atau menerima katering makanan jika ada pesanan untuk perayaan atau acara tertentu. Hal ini membuat Ivannie tidak mempunyai banyak harta warisan yang di tinggalkan oleh kedua orang tua nya.
Kedua orang tua nya tidak pernah banyak bercerita tentang kakek - nenek nya atau keluarga nya yang lain.
Yang Ivannie tahu, mereka hanya hidup ber empat di kota ini.
Itu jumlah awal keluarga mereka. Ayah Ivannie bernama Herman dan ibu nya bernama Shinta.
Ivannie mempunyai seorang adik laki - laki bernama Tedi.
Karena sempat mengalami kesulitan ekonomi yang parah membuat kedua orang tua Ivannie yang tidak punya pilihan lagi dengan rela memberikan Tedi untuk di adopsi keluarga lain.
Keluarga itu bermarga Liem, dan mereka memilih Tedi untuk di adopsi nya karena mereka menginginkan anak lelaki sebagai penerus mereka kelak.
Kasus tabrak lari yang di alami kedua orang tua Ivannie dan juga meninggal tiba - tiba di tambah lagi dari perusahaan tempat ayah nya bekerja tidak memberikan banyak kompensasi karena Herman saat itu bukan sedang dalam urusan kerja dan sudah di luar jam kerja membuat Ivannie tidak mempunyai cukup uang untuk pemakaman kedua orang tua nya.
Ivannie pun terpaksa meminjam sejumlah uang pada rentenir untuk bisa memakam kan kedua orang tua nya karena tidak ada yang mau meminjamkan uang pada nya.
Setiap pintu yang di ketuk nya untuk di pinjam kan uang selalu menolak nya. Mereka semua berpikir, bagaimana mungkin anak gadis yang belum bekerja bisa mengembalikan pinjaman.
Untuk bisa memenuhi kebutuhan hidup nya dan membayar bunga hutang nya pada rentenir ivannie harus bekerja part time. Ivannie bahkan melakukan dua kerja part time.
Ivannie selalu terburu - buru saat pulang kuliah untuk bisa segera tiba di tempat kerja nya.
Dan karena uang yang di kumpulkan masih belum bisa untuk mencukupi membayar semua kebutuhan hidup nya dan para rentenir pun sering kali mencari nya karena Ivannie yang sering kali terlambat membayar bunga. Ivannie memutuskan untuk cuti kuliah sehingga bisa mendapatkan satu macam pekerjaan lagi yang bisa di lakukan nya.
Tujuan nya adalah satu bisa segera membayar semua hutang nya pada para rentenir itu.
__ADS_1
Karena saat menagih nya para rentenir itu selalu mengancam nya akan menjual tubuh nya jika dia tidak segera melunasi atau setidak nya dia harus segera membayar bunga nya.
Ancaman itu membuat nya sering merasa ketakutan.
Selama hampir satu tahun ini Ivannie sudah mencoba bertahan. Bertahan hidup dan bertahan untuk bisa meneruskan kuliah nya.
Dia ingin bisa mendapatkan gelar nya, dengan harapan bisa mendapatkan pekerjaan yang tetap dengan penghasilan yang baik.
Dan juga bertahan dalam ketakutan saat tanggal di mana dia harus membayar bunga pinjaman tiba.
Ivannie akhir nya memutuskan untuk mengambil cuti kuliah pada semester akhir nya.
Ivannie mencoba mencari pekerjaan tambahan yang bisa di lakukan nya dari pagi sampai siang. Untuk siang sampai sore dan sore sampai malam, Ivannie sudah mendapatkan nya.
Ivannie bekerja dari pukul sebelas siang sampai pukul empat sore menjadi kasir di sebuah minimarket. Dari pukul lima sore sampai pukul sepuluh malam Ivanka bekerja sebagai kasir di salah satu restauran.
Mencari pekerjaan bukan lah hal yang mudah. Ivannie mendapat tawaran pekerjaan mengurus salah satu rumah kosong yang di tinggal pemilik nya karena pemilik nya berpindah tugas di kota lain.
Ivannie mendapat tugas untuk menjaga kebersihan di rumah itu juga menjaga rumah itu.
Ivannie juga di wajib kan tinggal di rumah itu dengan catatan tidak membawa tamu masuk.
Untuk Sabtu - minggu Ivannie di perbolehkan kembali ke rumah nya sendiri.
Setelah mempertimbangkan semua nya, Ivannie memutuskan untuk menerima tawaran pekerjaan itu.
Selain Ivannie mendapatkan bayaran yang lumayan besar, Ivannie juga bisa menghindar dari kejaran para rentenir itu. Karena tidak mudah untuk bisa keluar - masuk perumahan elit ini.
Dan Ivanka akan kembali ke rumah kecil nya setiap hari Sabtu - minggu.
Ivannie di minta menandatangani kontrak selama satu tahun dengan pemilik rumah itu.
__ADS_1
Karena pemilik rumah itu tidak ingin repot berganti - ganti orang terus menerus, sementara mereka nanti nya sudah berada di kota lain nya.
Ivannie juga langsung di minta mulai bekerja di esok hari nya, karena pemilik rumah mewah dan keluarga nya pun akan segera pindah kota.
Esok nya setelah bersiap - siap Ivannie pun pergi ke tempat tujuan nya. Ivannie datang ke rumah yang akan di urus nya dengan tujuan untuk bertemu langsung dengan si tuan rumah yang akan menjadi bos nya.
Mereka satu keluarga terdiri dari dua orang dewasa yang adalah pasangan suami - istri sekaligus pemilik dari rumah elit itu. Dan tiga orang anak, anak pertama perempuan, anak ke dua laki - laki dan anak ke tiga perempuan.
Sang nyonya sangat ramah pada Ivannie. Saat Ivannie datang, sang nyonya menyapa nya dengan hangat. Dan sang nyonya lalu mengajak Ivannie berkeliling rumah nya.
" Rumah elit memang berbeda. " benak Ivannie.
Rumah itu sangat elegan dengan barang - barang dan perabot mewah di dalam nya.
Di lantai bawah selain ruang tamu, ruang keluarga dan dapur, mempunyai tiga kamar tidur dan satu ruangan khusus untuk berolah raga.
Di lantai atas hanya ada satu kamar utama dan dua kamar tidur. Kamar tidur utama di tempati oleh tuan dan nyonya rumah. Kamar yang satu di tempati oleh anak perempuan yang pertama, dan kamar yang lain di tempati oleh anak perempuan yang bungsu.
Anak lelaki nya menempati salah satu kamar yang berada di lantai bawah.
Ivannie pun mendapatkan kamar tamu yang berada di lantai bawah.
Hari pertama Ivannie bekerja dengan mereka, Ivannie sudah langsung bisa menyesuaikan keadaan.
Nyonya rumah mengerti tentang jam kerja dan kapan Ivannie baru bisa tiba di rumah.
Ivannie menjelaskan perihal dia melakukan pekerjaan part time lain nya dari siang hingga malam hari.
Sang nyonya menyaran kan Ivannie untuk mengurangi pekerjaan nya karena kuatir Ivannie terlalu lelah.
Tapi mendengar penjelasan Ivannie yang ingin menabung untuk bisa kembali menuntaskan kuliah nya di tahun depan, membuat sang nyonya rumah pun mengerti dan merasa kagum pada semangat Ivannie.
__ADS_1