Di Kejar Bos

Di Kejar Bos
Tamu VVIP kenalan Ivannie ?.


__ADS_3

" Maaf ... pelayan wanita dengan lesung pipi yang tuan - tuan maksud bernama Ivannie. Mengenai dia sudah menikah atau punya anak, kami tidak mengetahui nya. Tapi yang jelas dia masih seorang mahasiswi. Di sini dia hanya pekerja part time dari sore hari sampai malam hari. "


" Kenapa kamu tidak tahu tentang dia sudah menikah atau belum ?. Kamu juga tidak mengetahui dia sudah punya anak atau belum ?.Bukan kah kalian satu tempat kerja ?. Tapi ... kamu tahu kalau dia seorang mahasiswi ?. " tanya Daniel.


" Itu karena Ivannie cukup tertutup. Dia sebenar nya bekerja di bagian kasir, dan hanya di perbantukan seperti sekarang saat staf bagian pelayan sedang kewalahan. Bagian kasir tidak di perbolehkan meninggal kan meja kasir kecuali untuk istirahat dan ke toilet.


Dan saat posisi kasir kosong, maka tuan Ken manager kami lah yang menggantikan nya. Dan Ivannie selalu menggunakan waktu istirahat nya untuk membaca buku - buku dengan makanan bekal yang di bawa nya sendiri dengan duduk di bawah meja kasir. " jelas si pelayan.


" Apa ada pria yang sering mengantar atau menjemput nya pulang ?. " tanya Mark.


" Tidak !!!. Kami beberapa kali pulang bersama. Dan aku melihat nya dia menaiki kendaraan umum sendiri. Tidak ada yang menjemput nya pulang. Tapi jam datang kerja kami berbeda, jadi saya tidak tahu apa ada yang mengantar nya berangkat kerja atau tidak. " jelas si pelayan wanita itu.


Hendry kembali menemukan ada keanehan dalam diri nya. Saat mendengar Ivannie wanita aneh itu tidak ada yang menjemput nya saat pulang kerja, entah mengapa hati nya merasa lega juga senang.


Selesai makan dan minum, Richard yang sejak tadi diam memanggil pelayan itu dan berkata :


" Kami ingin meminta tagihan nya. Jika kami ingin bertemu Ivannie lagi, apa berarti kami harus pergi membayar langsung ke bagian kasir ?. "


" Ia benar tuan. Bagian kasir tidak di ijinkan meninggalkan meja nya, kecuali untuk ke toilet atau istirahat. " jelas si pelayan wanita.


Mark, Richard, Daniel dan Charles merasa terkejut saat Hendry tiba - tiba berdiri dan berjalan ke arah pintu keluar.


" Hendry, mau Kemana ?. " tanya Daniel.


" Membayar tagihan !!! Kalian kira di sini kita makan gratis. " jawab Hendry sinis untuk menutupi rasa malu nya pada teman - teman nya.


Hendry tidak ingin teman - teman nya tahu kalau saat ini diri nya ingin secepat nya membayar tagihan ke meja kasir karena ingin segera kembali bertemu dengan Ivannie lagi.


Empat pria itu saling menatap dan tersenyum melihat kelakuan teman nya itu.


Tentu saja mereka mengetahui kalau Hendry ingin segera bertemu Ivannie.

__ADS_1


Hendry biasa nya hanya akan memanggil pelayan untuk membayar tagihan. Tapi sekarang ini ... seorang Hendry mau berjalan ke meja kasir langsung.


Bukan kah hal ini sudah sangat jelas.


Mereka pun berdiri dan hanya mengikuti langkah Hendry dari belakang.


Mereka ingin menyaksikan hal gila apa lagi yang akan di lakukan teman nya pada wanita itu.


Walaupun hari ini Hendry sudah banyak memberi kejutan pada mereka ber empat, tapi satu kejutan lagi tentu bukan masalah.


Ke empat pria itu mengikuti langkah Hendry dengan saling menebak di pikiran masing - masing dengan perkiraan apa yang akan di lakukan Hendry pada pelayan wanita yang bernama Ivannie itu.


Saat semua sudah terkendali, Ivannie kembali ke meja kasir tempat seharus nya dia bertugas.


" Tuan Ken semua sudah terkendali. " ucap Ivannie melapor pada atasan nya.


" Bagus, sekarang kamu tangani kasir. Saya akan berkeliling. " ucap tuan Ken pada Ivannie.


" Baik tuan Ken. " ucap Ivannie lalu mengambil posisi di belakang meja kasir dan mendapatkan kunci laci dari tuan Ken.


" Ivannie ... apa kamu mengenal salah satu tamu kita yang menggunakan ruangan VVIP ?. Tanya tuan Ken karena merasa penasaran tentang pria kaya yang menggunakan kartu platinum edisi terbatas yang menanyakan tentang Ivannie.


" Tidak tuan. " jawab Ivannie secara spontan.


" Apa terjadi sesuatu ?. " tanya Ivannie lagi karena teringat akan pria aneh yang dengan seenak nya mencium dan memeluk nya.


Ivannie sempat kuatir pria itu akan menimbulkan masalah.


" Tidak ! Tidak ada. Hanya seperti nya salah satu pria itu mengenal mu. Dan pria itu yang pasti sangat tampan dan juga sangat kaya karena punya kartu platinum edisi terbatas. Ku pikir kamu mengenal nya karena dia sempat menanyakan keberadaan mu. Tapi ... bagus lah kalau kalian tidak saling mengenal. " ucap tuan Ken yang meninggalkan Ivannie dengan perasaan lega.


Demikian juga Ivannie merasa lega karena ternyata pria aneh itu tidak melakukan hal yang merugikan diri nya.

__ADS_1


Ivannie melewatkan hari itu, selesai bekerja malam Ivannie kembali pulang ke rumah. Bukan rumah orang tua nya tapi rumah yang akan menjadi tempat tinggal nya selama setahun ke depan.


Kontrak telah di tanda tangani, yang arti nya selama setahun ini Ivannie harus tetap tinggal di rumah itu untuk mengurus juga menjaga nya sekaligus akan menjadi tempat nya bersembunyi dari para rentenir yang sering kali datang mengancam nya.


Sang tuan rumah dan keluarga nya akan berangkat menggunakan pesawat pada pagi hari. Sekitar jam lima pagi mereka sekeluarga akan berangkat dari rumah mereka untuk langsung menuju ke bandara.


Ivannie bersyukur tempat kerja nya dan rumah tempat nya tinggal sekarang berdekatan.


Jadi Ivannie bisa menghemat uang transportasi.


Ivannie tiba di rumah itu hampir pukul dua belas malam.


Ivannie mengira keluarga itu semua nya sudah tertidur.


Tanpa di duga saat Ivannie membuka pintu rumah mereka menggunakan kunci cadangan yang di berikan kepada nya, tuan dan nyonya rumah masih sibuk mem packing barang yang hendak di bawa nya besok pagi.


" Malam tuan ... malam nyonya ... " sapa Ivannie penuh santun.


" Malam Ivannie ... " mereka berdua pun membalas sapa Ivannie dengan ramah.


" Ada yang bisa saya bantu nyonya ?. " tanya Ivannie.


" Kamu baru kembali bekerja, pasti lelah. Istirahat lah, kami bisa mengerjakan nya sendiri tinggal satu koper lagi. " ucap nyonya rumah itu.


" Tidak apa nyonya, katakan saja jika ada yang bisa saya bantu. " ucap Ivannie tulus.


" Baik lah, merepotkan mu yah. Tolong bantu pindahkan semua baju ini dan masukan ke dalam koper yang di sana. "


Ivannie pun segera melakukan hal yang di minta si nyonya rumah.


Dengan bantuan Ivannie packing barang pun menjadi lebih mudah dan selesai lebih cepat.

__ADS_1


Si nyonya rumah sangat menyukai melihat cara Ivannie bekerja. Ivannie yang sejak kecil terbiasa bekerja membuat nya terlihat lincah dan cekatan dalam mengerjakan banyak hal.


Esok nya Ivannie juga membantu keluarga itu memuat koper - koper mereka.


__ADS_2