Di Kejar Bos

Di Kejar Bos
Tamparan menyakitkan dan dipeluk pria asing.


__ADS_3

" Sebaik nya lain kali kamu mengunjungi dokter jangan hanya dokter kulit untuk melakukan operasi plastik untuk merubah wajah mu tapi kunjungi juga dokter THT. Periksa juga telinga mu !. " ucap Hendry yang mulai kesal.


" Heiiii kalian para wanita, pergi lah semua. Seperti nya hari ini bukan saat yang tepat untuk berkumpul. Lain kali kita akan membuat janji lagi untuk bersenang - senang. " ucap salah satu pria yang mengenakan kemeja berwarna merah maron itu.


" Baik .... " ucap ke empat wanita lain nya dengan kecewa dan tatapan menusuk pada Ivannie dan wanita yang di kira kekasih bos Hendry itu.


Tentu saja mereka berpikir kami lah pengacau suasana.


Tanpa di duga ternyata wanita itu masih sangat marah terhadap Ivannie dan berpikir semua hal buruk yang terjadi pada nya karena seorang pelayan murahan yang tidak tahu diri.


" Prakkk !!!. " suara tamparan keras terdengar.


" Ahhh !!!. "


Ivannie yang tidak ada persiapan pun terkejut juga merasa kesakitan karena tamparan keras yang mendadak mendarat di pipi putih nya.


Ivannie melihat sinis pada wanita itu dan berniat membalas kembali tamparan yang tidak seharus nya di terima nya. Ivannie bahkan sudah mengangkat tangan nya tapi tersadar hal itu tidak boleh di lakukan nya, ivannie pun menurunkan kembali tangan kanan nya.


Dan pipi nya yang terasa perih masih di usap - usap nya dengan tangan kiri nya.


Dan hal mengejutkan lain nya pun terjadi.


" Prakkk !!!. " suara tamparan terdengar lagi. Tapi bukan pipi Ivannie lagi yang mendapat tamparan, melain kan pipi wanita yang di kira Ivannie adalah kekasih pria itu. Dan yang menampar nya adalah tampan pria itu.


" Ahhh !!!. " suara kesakitan sudah pasti terdengar karena suara tamparan yang barusan, terdengar jauh lebih keras dari pada suara tamparan yang di terima Ivannie.


Dan wajah wanita itu bukan hanya langsung memerah bahkan sudut bibir nya mengeluarkan segaris darah segar. Sudah pasti rasa nya pun jauh lebih sakit dari pada yang Ivannie terima.

__ADS_1


" Berani sekali tangan kotor mu menyentuh dia. Ini pertama kali nya aku memukul perempuan. Dan kamu akan menjadi wanita pertama dan terakhir yang mendapatkan kehormatan itu.


Pergi lah dan sekretaris ku akan memberi mu uang untuk berobat.


Tapi jika kamu ingin memperpanjang masalah ini juga tidak masalah, karena sejujur nya aku masih belum puas hanya dengan membalas tamparan itu. Aku ingin membuat mu dan keluarga mu hancur berkeping - keping. " ucap Hendry dengan sinis dengan sambil membersihkan tangan nya dengan sapu tangan seperti tangan nya baru saja menyentuh kotoran.


Si wanita itu menangis karena malu dengan mengusap pipi nya yang kesakitan lalu berjalan menuju pintu ruangan itu untuk pergi keluar dari situ.


" Heiii !!!! Jika kamu berani membuat wanita ini kesulitan atau mencari masalah dengan nya, jangan salah aku jika aku membuat mu menyesal seumur hidup mu. " ancam Hendry lagi pada wanita itu.


Para wanita yang lain yang masih berada di dalam ruangan itu pun dengan segera ikut keluar karena ketakutan.


Sementara Ivannie bingung, apa yang harus di lakukan nya menghadapi permasalahan ini.


Ivannie masih berdiri menatap pria itu yang berjalan ke arah nya. Dan Ivannie yang masih bingung akan bertindak seperti apa, hanya bisa diam mematung sampai pria itu tepat berada di depan nya.


Pria itu mengulurkan tangan kanan nya pada Ivannie. Ivannie melihat hal itu makin bingung dengan maksud pria di depan nya itu dengan uluran tangan nya.


" Maaf tuan ... apa anda membutuh kan sesuatu saat ini ?.


Saya minta maaf atas kejadian yang baru saja terjadi, walaupun anda seharus nya tidak perlu melakukan hal itu. Kekerasan pada wanita sangat tidak bagus. Dan saya harap anda tidak membatalkan pesanan yang sudah saya terima, karena sebentar lagi makanan dan minuman yang sudah di pesan akan segera tiba. " ucap Ivannie dengan wajah datar nya.


" Berikan tangan mu !. " pinta pria itu mengabaikan ucapan Ivannie barusan.


" Tangan ku ???. " tanya Ivannie bingung lalu mengangkat tangan kanan nya.


" Bukan, tangan satu nya. " ucap Hendry menunjuk tangan kiri Ivannie yang tengah memegangi pipi nya.

__ADS_1


" Ini ... " ucap Ivannie mengangkat tangan kiri nya tapi suara Ivannie tidak berlanjut lagi tapi mata Ivannie melotot ke arah pria tampan yang ada di depan nya karena pria tampan yang bernama Hendry dengan santai nya mengusap - usap pipi Ivannie seperti sedang membelai kucing yang lucu.


Ivannie mencoba mundur tapi tangan kiri pria itu melingkar di pinggang Ivannie dan membuat jarak mereka bahkan lebih dekat dari sebelum nya dan sangat dekat. Kini Ivannie berada dalam pelukan pria yang tidak di kenal nya, bahkan baru pertama kali nya bertemu walaupun telah Ivannie melihat pria itu sebanyak dua kali.


Ivannie mencoba mendorong tubuh tegap pria itu tapi tenaga nya tidak berguna. Bahkan pria asing itu semakin memeluk nya dengan erat.


" Tuan apa yang sedang anda lakukan ?. Tolong jaga sopan santun anda, saya tidak menjual diri. Saya ... " Ucapan Ivannie kembali tidak di lanjutkan karena di potong oleh suara pria itu yang terdengar lembut.


" Pasti sakit. Maaf tidak menjaga mu dengan baik. Lainkali tidak akan ku biarkan terjadi hal seperti ini. Ayo kita ke rumah sakit !. "


Ivannie tidak menjawab apapun karena tidak menduga pria yang telah dua kali di lihat sangat angkuh pada dua wanita cantik yang berbeda. Pria dengan wajah tampan tapi sedingin kutub es ternyata bisa bersikap dan berkata lembut.


Bukan hanya Ivannie yang terkejut dengan sikap Hendry tapi juga empat pria lain nya yang adalah teman dekat Hendry pun sangat terguncang.


Selama ini Hendry yang di kenal mereka adalah pria yang sangat angkuh dan selalu menolak wanita. Segala cara sudah di coba mereka untuk bisa mendekatkan Hendry dengan seorang wanita. Tapi tidak ada satu pun wanita yang mendapatkan perhatiannya apalagi mendapatkan perlakuan seperti wanita pelayan yang sedang alami sekarang ini.


" Sangat beruntung wanita pelayan ini. "


" Apa seperti ini tipe wanita Hendry ?. "


" Apa Hendry salah minum obat ?. "


" Apa dia Hendry yang ku kenal ?. "


Benak ke empat pria itu sibuk dengan pemikiran nya masing - masing.


" Tidak .... tidak perlu, saya baik - baik saja. Silakan anda duduk kembali ke meja. Sebentar lagi makanan dan minuman yang telah di pesan teman - teman anda akan tiba. Apa anda ingin memesan yang lain ? Dan tolong lepaskan saya, tuan. " pinta Ivannie.

__ADS_1


__ADS_2