
Selain membantu tugas tuan Ken agar para tamu mendapatkan pelayanan yang terbaik, Ivannie juga mempunyai tanggung jawab nya sendiri yang penuh di meja kasir.
Dia harus memastikan tamu yang memesan, membayar makanan dan minuman sesuai dengan yang di pesan mereka.
Ivannie menjaga agar tidak ada tamu restauran yang salah membayar.
Ivannie juga harus berhati - hati agar tidak ada tamu yang kabur atau tidak membayar makanan dan minuman yang sudah di pesan mereka. Karena jika ada tamu yang tidak membayar maka Ivannie lah yang harus bertanggung jawab pada pihak restauran dengan diri nya yang membayar pesanan yang tidak terbayar itu.
Itu arti nya, Ivannie akan di kenakan pemotongan gaji bulanan nya.
Tentu saja Ivannie tidak ingin hal itu terjadi, selain itu adalah jumlah uang yang cukup besar bagi nya, Ivannie juga saat ini sedang sangat membutuhkan uang. Ivannie ingin secepat nya bisa melunasi hutang nya pada rentenir yang selalu mencari nya, dan dia juga ingin bisa secepat nya kembali melanjutkan kuliah nya yang sempat tertunda.
Dengan meja yang selalu terisi penuh dengan tamu juga dengan pesanan yang di bungkus membuat Ivannie tidak menyadari ada sepasang mata yang kerap kali memperhatikan nya.
Jika wanita lain pasti nya kehadiran Hendry akan sangat jelas menarik perhatian.
Pria dengan wajah tampan, perawakan yang seperti model, di tambah dengan pakaian yang selalu membuat nya semakin terlihat bersinar.
Akan tidak mungkin keberadaan Hendry tidak tampak.
Berbeda dengan Ivannie, jelas sekali gadis manis itu tidak menyadari kehadiran Hendry.
Walaupun sempat membuat Hendry kesal tapi Hendry menahan kekesalan nya.
Hendry tidak ingin mempersulit Ivannie. Walaupun membuat gadis itu kesal ternyata hal yang cukup menyenangkan baginya.
Dengan kelakuan Hendry yang kerap kali keluar masuk hanya sesekali meminum minuman nya dan sekedar bermain dengan piring dan sendok membuat Ayu dan ke empat teman Hendry merasa aneh.
Hanya saja Ayu tidak berani bertanya apapun sementara ke empat teman Hendry menebak alasan Hendry lebih sering keluar sementara fasilitas di dalam lengkap adalah si pelayan manis itu.
Ayu hanya terus memikirkan dan memperhatikan diantara ke lima pria tampan itu, yang mana pria yang sudah jatuh hati pada nya.
__ADS_1
" Si banci berkata kalau tamu di ruangan ini yang meminta langsung pada bos untuk mengganti banci itu dengan ku. Itu berarti setidak nya salah seorang di antara mereka sudah mengetahui aku, bahkan sampai mencari tuan Ken secara langsung.
Tapi ... seperti nya tidak ada satupun di antara mereka yang terlihat tertarik pada ku. Apalagi pria yang paling tampan itu, dia selalu bolak - balik keluar. Mereka bahkan terlihat jelas bukan menyukai ku tapi terlihat sedang menyiksa ku. Apa si banci itu membohongi ku ?. Tapi dari perkataan tuan Ken juga menjelaskan bahwa mereka yang meminta ku secara khusus. Entah lah ... ini membuatku pusing, tapi aku tidak akan menyia - yia kan kesempatan emas ini. Aku akan mendapatkan salah satu di antara mereka. Jelas sekali mereka bukan pria sembarangan.
Penampilan mereka menunjukan mereka sangat cocok untuk di jadikan kantong emas ku. " benak Ayu dengan mata yang tetap mengawasi para pria tampan yang sedang berbincang dengan bahasa Jepang, bahasa yang tidak di mengerti nya sama sekali.
Ayu yang tidak sadar kalau ke empat pria itu sedang membicarakan diri nya yang di kerjai.
Ayu hanya tahu kalau para pria tampan dan kaya itu berbicara dengan bahasa Jepang.
" Brakkkk !!!. " suara pintu terbuka tiba - tiba membuat semua orang yang di ruangan itu terkejut.
Hendry masuk kembali, kali ini dengan aura yang seakan siap membunuh siapa saja yang membuat nya marah.
" Hendry ... apa terjadi hal buruk ??? Dia menolak mu lagi ?!. " tanya Daniel langsung tanpa basa - basi karena efek rasa terkejut yang belum sepenuh nya hilang.
Pertanyaan Daniel makin membuat Hendry kesal.
" Maaf ... " ucap Daniel menyadari diri nya lah yang akan menjadi korban jika tidak secepat nya menutup mulut nya.
" Kalian sudah selesai, ayo kita pergi. Besok ada rapat yang harus ku hadiri. " ucap Hendry dengan menghabiskan sisa minuman dingin di meja nya.
Ke empat pria tampan itu segera berdiri tanpa menunggu Hendry berkata dua kali. Mereka tidak ingin menjadi salah satu korban luapan kemarahan Hendry.
Hendry pun berdiri dan bersiap berjalan menuju pintu keluar.
" Maaf tuan, saya bisa membantu anda meminta tagihan nya. Anda bisa tetap duduk santai di sini. " ucap Ayu pada Hendry.
" Lalu tagihan nya ... apa kasir yang akan kesini membawa tagihan nya ?. " tanya Hendry.
Hendry berpikir akan lebih Asik jika Ivannie datang, dia jadi bisa mengambil kesempatan berlama - lama dengan Ivannie lagi.
__ADS_1
" Tidak tuan, saya yang akan mengambil dan membawa kembali tagihan nya pada anda. Kasir kami, tidak meninggalkan meja kasir. " ucap Ayu dengan senyum percaya diri.
" Tidak perlu !!!. " ucap ke lima pria itu secara bersamaan membuat Ayu terkejut.
Hendry di ikuti ke empat teman nya menuju keluar ruangan VVIP itu menuju meja kasir.
Dan Ayu pun hanya bisa mengikuti para tamu nya.
Tiba di meja kasir, Ayu memberitahu Ivannie :
" Ivannie, dari ruangan VVIP No 01. Mereka secara khusus meminta ku menggantikan si banci Rommy. Jangan lupa mengganti nama ku dan suruh mereka memberikan penilaian untuk ku. "
Setiap pelayan meja akan mendapatkan penilaian dari tamu yang di layani nya. Itu akan mempengaruhi penilaian untuk kinerja mereka juga bonus mereka.
Jika mereka bisa mendapatkan penilaian bintang lima, mereka akan mendapatkan bonus. Semakin banyak bintang lima yang di dapat akan semakin besar bonus mereka.
Tapi jika mereka mendapatkan bintang satu, maka mereka akan mendapatkan penurunan nilai dan mendapatkan surat peringatan.
Dengan kasus seperti Ayu, jika tamu yang memilih pelayan meja secara khusus dan tamu tersebut memberikan bintang lima maka si pelayan tersebut akan mendapatkan bonus ganda.
Ivannie menyambut Hendry dengan rombongannya dengan senyuman manis nya.
" Haloo tuan - tuan, kami berharap anda menikmati semua nya dengan baik. "
Ivannie lalu mengulang semua pesanan yang telah di pesan oleh Hendry dan kawan - kawan nya untuk bisa di koreksi baik oleh para pelanggan restauran itu juga oleh Ayu.
Setelah mendapatkan jawaban koreksi yang sama Ivannie lalu menyebutkan jumlah rupiah yang harus di bayar.
" Hendry ... mau aku yang membayar ?. " tanya Charles melihat Hendry hanya diam menatap Ivannie.
" Apa ?!. Oooohhh tidak perlu. " ucap Hendry yang tersadar dari lamunan nya karena terlalu Asik menyaksikan senyum manis di wajah Ivannie. Hendry pun segera mengeluarkan dompet nya dari kantong celana nya lalu membuka dompet kulit berwarna hitam itu dan mengeluarkan sebuah kartu Platinum edisi terbatas nya, lalu memberikan kartu itu pada Ivannie.
__ADS_1