Di Kejar Bos

Di Kejar Bos
Ivannie di pecat ?.


__ADS_3

" Sekarang aku ingin mengganti pelayan ini dengan pelayan lain. Aku minta dilayani oleh pelayan meja yang bernama Ayu. Ku dengar di sini dia paling cantik. " ucap Hendry lagi.


Tuan Ken yang tidak ingin memperpanjang masalah pun tidak banyak bertanya lagi. Langsung menyanggupi dan meminta Rommy memanggil Ayu, untuk bertugas di ruangan VVIP No 01 menggantikan Rommy sesuai permintaan tamu nya.


Rommy pun bergegas keluar untuk mencari Ayu.


Ivannie yang melihat Rommy keluar dari ruangan VVIP 01 tapi tidak menuju ke arah nya, menjadi semakin tidak tenang.


Ivannie melihat Rommy berbincang pada Ayu.


Sementara Rommy yang sudah menemukan Ayu, langsung menyuruh Ayu ke ruangan VVIP No 01.


" Ayu, tamu ruangan VVIP No 01 meminta kamu yang melayani nya. Tuan Ken juga masih di sana menunggu mu. Cepat lah ke sana !. " ucap Rommy.


" Aku ??? Kenapa mereka bisa mengetahui aku ?. " Tanya Ayu dengan gaya nya yang sok imut - imut.


Rommy yang jijik dengan gaya Ayu pun asal bicara :


" Mereka meminta di layani oleh Ayu, pelayan paling cantik di restauran ini. Cepat lah, tuan Ken menunggu mu di sana !. "


" Rommy, apakah kamu yakin mereka yang mencari ku ?. Atau jangan - jangan kamu membuat mereka jijik, karena di layani oleh banci seperti mu ?. " ucap Ayu menghina Rommy.


Ingin rasa nya Rommy merobek mulut perempuan di depan nya, tapi dia tidak ingin membuat masalah. Ditambah bos nya menunggu Ayu.


" Tidak ... tentu saja tidak. Tapi seperti nya kamu memang cukup terkenal. Bahkan kelima pria tampan itu meminta mu secara khusus pada tuan Ken. Aku sih berharap kamu bisa berjodoh dengan salah satu orang kaya itu, jadi aku tidak perlu mendengar mulut mu yang sekali nya terbuka hanya mengeluarkan kotoran. " ucap Rommy sinis.

__ADS_1


" Kamu !!!. " Ayu merasa kesal dengan ucapan Rommy tapi mendengar tamu nya pria tampan dan juga pasti nya kaya karena mereka berada di ruangan VVIP membuat Ayu meninggalkan Rommy begitu saja dan bergegas jalan menuju ke ruangan VVIP No 01.


" Cihhhh !!! Mendengar yang mencari nya pria tampan dan kaya, dia langsung bergegas. Biasa nya kalau belum membuat orang muntah darah, dia tidak akan berhenti. " ucap Rommy sendiri.


Ivannie yang tidak sabar pun akan rasa ingin tahu nya segera berjalan ke arah Rommy berdiri.


Walaupun dia bisa mencari pekerjaan lain, jika diri nya di pecat tuan Ken, tapi mencari pekerjaan bukan lah hal mudah. Karena dia tidak bisa bekerja long shift di satu tempat kerja dan dia harus bekerja di tiga tempat untuk bisa membayar cicil hutang nya pada rentenir dan bisa menabung untuk dia bisa kembali melanjutkan kuliah nya.


Ivannie tidak ingin berlama - lama menunda mendapatkan gelar nya. Ivannie mempunyai rencana untuk di masa depan. Jika dia harus menunda setahun lagi, maka peluang untuk mengejar mimpi nya, untuk bisa bertemu adik kandung nya akan semakin lama.


" Rommy ... apa yang terjadi ?. Apa tamu yang di dalam marah besar ?. Kenapa Ayu yang ke ruangan VVIP No 01 ?. Orderan dari ruangan itu juga belum ada masuk, apa mereka membatalkan orderan nya ?. Tidak bukan itu yang penting, jawab saja pertanyaan ku yang satu ini, tuan Ken ... dia baik-baik saja ?. " Ivannie menghujani Rommy dengan banyak pertanyaan.


Rommy bisa melihat dengan jelas kekuatiran dan ketegangan di wajah Ivannie.


Rommy mengerti kecemasan yang di alami Ivannie.


Jika tamu meminta tuan Ken memecat mereka, dan jika memang kedapatan benar kesalahan ada di diri pegawai restauran maka tuan Ken tidak segan untuk memecat pegawai nya.


Tapi jika memang tidak salah pun, biasa nya akan di pindahkan ke bagian dapur atau bersih-bersih.


Setidak nya akan menjalani hukuman itu selama tiga bulan, baru di kembalikan lagi ke posisi semula.


" Ivannie ... Ivannie ... jadi maksud mu, pertanyaan tentang keadaan tuan Ken lebih penting dari pada apa yang akan menimpa mu ?. Kamu masih mencemaskan orang lain ?. Harus nya kamu lebih mencemaskan diri mu sendiri, baru pikirkan orang lain. Seperti nya tuan Ken akan baik - baik saja. Tapi aku ingin bertanya, kenapa kamu lebih mencemaskan tuan Ken dibandingkan diri mu sendiri ?. " tanya Rommy penasaran.


" Aku kuatir dan lagi gara-gara tuan Ken membela ku, akan membuat masalah bagi beliau. Tamu di ruangan itu jelas bukan tamu biasa. Ada kemungkinan mereka mengenal bos besar kita. Aku kuatir mereka melaporkan tuan Ken pada bos besar. Yang aku tahu tuan Ken punya keluarga, ada istri dan ada tiga orang anak yang masih menjadi tanggung jawab nya semua. Kalau beliau sampai kehilangan pekerjaan nya di sini, tentu nya bukan hanya beliau yang mengalami kesulitan, ada keluarga nya akan ikut menderita. " jawab Ivannie tulus.

__ADS_1


" Dan kamu ... apa kamu tidak kuatir di pecat dari sini ?. " tanya Rommy lagi.


" Tentu saja kuatir, sekarang tidak mudah mencari pekerjaan. Tapi aku hidup sebatang kara, jadi ... " Ivannie tidak melanjutkan ucapan nya. Dia tidak ingin dikasihani oleh Rommy atau siapapun.


" Ivannie ... aku memang orang baik. Kalau aku seorang pria sejati, aku pasti akan jatuh cinta padamu. Dan aku akan mengejar mu. " ucap Rommy tersenyum.


Ivannie hanya membalas senyuman Rommy dan segera kembali ke meja kasir nya.


Tidak lama Ivannie pun melihat tuan Ken keluar dari ruangan VVIP.


Ivannie sudah mempersiapkan diri untuk menerima konsekuensi nya, tapi di luar dugaan nya, Ivannie melihat tuan Ken tersenyum pada nya dari kejauhan dan tuan Ken kembali ke ruangan nya tidak menuju ke arah nya.


" Apa aku bisa menganggap semua baik-baik saja ?. " tanya Ivannie pada diri nya sendiri.


Saat Ayu tiba di depan ruangan VVIP No 01 itu, Ayu tidak lupa bercermin menggunakan kaca kecil yang selalu berada di kantung nya. Merapihkan baju nya dan menarik sedikit lagi ke atas rok nya, sehingga lebih pendek dan membuat nya terlihat lebih Seksi. Lalu saat sudah berada di dalam, tuan Ken mengenalkan Ayu pada tamu nya, dan tuan Ken pun segera keluar.


Sementara Ayu yang sudah berada di dalam segera memasang wajah dan gaya yang di buat se anggun mungkin. Ayu tidak ingin membuang kesempatan emas itu. Apalagi Rommy telah memberitahu nya, bahwa tamu VVIP nya sendiri lah yang meminta dirinya secara khusus.


Tapi dengan pekerjaan nya sebagai pelayan meja, tentu saja gaya dan kelakuan nya sangat tidak cocok pada tempat nya.


" Pelayan !!!. " panggil Hendry pada Ayu.


Ayu segera bergegas menghampiri tamu yang tengah memanggil nya.


Ayu melihat pria yang memanggil nya memiliki wajah paling tampan di antara yang lain nya.

__ADS_1


Ayu pun menjadi semakin bersemangat.


__ADS_2