Di Kejar Bos

Di Kejar Bos
Hendry menyerah ??!!.


__ADS_3

Mendengar pertanyaan yang di ajukan oleh tamu di restauran nya, Ivannie berpikir jawaban apa yang baik untuk di berikan pada pria itu.


Jika dia ingin pria ini menjauh dari nya tentu saja harus mengatakan bahwa suami nya jauh lebih tampan.


Tapi ... hal ini juga bisa memicu kemarahan sang tamu, karena hal ini berarti penghinaan secara terang - terangan dan Ivannie juga kuatir sang tamu akan membuat keributan karena menjadi tersinggung dengan jawaban yang Ivannie berikan pada nya.


Jika ivannie ingin membuat senang sang tamu, tentu saja Ivannie harus mengatakan bahwa pria di depan nya jelas lebih tampan.


Tapi ... hal ini juga memicu hal lain yang tentu nya kali ini merugikan Ivannie.


Bagaimana jika pria ini tidak menyerah dan terus mengejar nya, ini tentu saja akan sangat merepotkannya.


Setelah mempertimbangkan Ivannie pun membuka suara nya.


" Suami saya tidak setampan anda, tapi di mata saya ... dia lah pria paling tampan di dunia ini. " ucap Ivannie dengan yakin.


" Apa ??!!. " ucap Hendry terlihat sangat kesal.


" Apa pekerjaan nya ?. " tanya Hendry lagi.


" Maaf tuan, tapi itu adalah privasi saya. Saya punya hak untuk tidak menjawab pertanyaan anda. Jika anda masih belum menentukan pesanan anda, silakan melihat daftar menu kami lagi, kami mempunyai banyak pilihan menu. " ucap Ivannie lalu berjalan mundur untuk menjauh.


Baru satu langkah mundur ke belakang, tangan Ivannie di tarik oleh Hendry.


Ivannie yang mempunyai reflek bagus dalam melindungi diri nya, tanpa sadar pun segera membalik keadaan dengan memelintir pergelangan tangan kanan Hendry. Tangan yang telah dengan berani memegang tangan Ivannie pun harus menerima konsekuensi nya


" Aaww ... aaaawwww ... sakit !!! Sakit !!!. " teriak Hendry yang kesakitan juga terkejut karena tidak mempunyai persiapan untuk menghindari gerakan cekatan tangan Ivannie.


" Oooh maaf tuan. " ucap Ivannie dengan segera melepaskan tangan pria tampan itu setelah menyadari telah menyakiti pergelangan tangan pelanggan nya.


" Hendry ... apa kamu baru saja "menyerah" pada seorang gadis kecil ???. Di antara kita, kamu lah yang paling pandai dalam bertarung. Apa aku salah melihat dan mendengar teriakan mu yang terdengar seperti anak kecil diambil permen nya ???. " tanya Mark dengan wajah yang tampak sangat bingung.


" Mark !!! Sekarang bukan itu pertanyaan yang penting. " ucap Daniel pada Mark.


" Heiii kamu !!! Apa kamu bisa karate ?. " tanya Charles pada Ivannie.


" Apa ??!! Tidak tuan. " jawab Ivannie setelah berpikir sejenak. Lalu Ivannie mundur dan berjalan kembali ke sudut ruangan.

__ADS_1


" Heiii bukan itu yang penting sekarang !!!. " teriak Hendry pada teman - teman nya dengan tangan kiri yang tengah memijat pergelangan tangan kanan nya.


Hendry bangun dari kursi nya, berdiri lalu berjalan dengan tujuan arah adalah di mana Ivannie sedang berdiri.


Ivannie bisa melihat bahwa tamu nya saat ini sedang menuju arah nya. Ivannie mencoba tetap bersikap tenang tapi juga mempersiapkan dirinya.


" Apa yang om aneh ini mau lakukan ???.


Jangan salah kan aku jika aku menjadi tidak segan lagi kalau si om ini bersikap kurang ajar. " benak Ivannie.


Rommy yang melihat tindakan mencurigakan dari tamu nya ini, segera bergegas menuju Hendry.


Rommy tidak ingin rekan kerja nya mendapatkan pelecehan.


Walaupun Rommy cukup kewanitaan dalam bertindak dan berkata - kata dan teman - teman nya sering memanggilnya dengan sebutan banci tapi dia menyadari bahwa Ivannie rekan kerjanya jelas seorang wanita lemah.


Rommy merasa Ivannie saat ini sedang membutuhkan sisi lelaki dalam diri nya, untuk bisa melindungi Ivannie.


Rommy juga tahu dengan jelas, Ivannie adalah satu - satu nya orang yang tidak pernah menghinanya apalagi mencibir terhadap dirinya.


Ivannie jelas memperlakukan Rommy layaknya orang normal, tanpa pernah melihat kekurangannya.


Hal ini membuat Rommy lebih yakin lagi dalam mempercepat langkah nya untuk menghentikan pria cabul itu. Keinginan Rommy untuk melindungi Ivannie rekan nya sangat lah tinggi, membuat nya mempunyai keberanian.


" Dasar om cabul, tidak akan ku biarkan kamu menyentuh apalagi melecehkan Ivannie, teman ku. " benak Rommy.


Rommy yang telah mengumpulkan keberanian pun berjalan dengan setengah berlari yang membuatnya bisa menyusul Hendry.


Rommy langsung menghadang Hendry dengan berdiri tepat di depan Hendry.


Lalu Rommy pun tersenyum dengan percaya diri.


" Apa yang sedang kamu lakukan ???!!! Minggir !!!!. " suara Hendry terdengar meninggi.


Jelas Hendry tidak suka dengan kehadiran Rommy yang berada di depan nya. Selain menghadang jalan nya, tubuh Rommy juga membuat Hendry tidak bisa melihat Ivannie lagi.


" Maafkan saya tuan, ijinkan saya yang melayani anda. Rekan saya tidak terlalu memahami menu karena dia hanya terbiasa bertugas di kasir. Saya takut akan membuat anda kecewa. " ucap Rommy dengan sopan.

__ADS_1


" Minggir !!!. " Bentak Hendry lagi.


Ivannie segera maju untuk mengambil tindakan. Ivannie tidak ingin terjadi keributan yang akan melibatkan rekannya. Jika terjadi keributan pun Ivannie tidak berharap Rommy akan terseret. Ivannie mendekati Rommy memberi kode pada Rommy, untuk Rommy bisa bergeser.


Rommy lalu menggeserkan kaki nya ke kiri dua langkah setelah mendapatkan kode peringatan dari Ivannie. Jarak yang dirasa Rommy masih cukup dekat untuk bisa melindungi Ivannie jika memang di perlukan.


" Maafkan kami tuan, apa ada yang anda butuhkan tuan ?. " tanya Ivannie sopan.


" Apa dia suami mu ?. " tanya Hendry pada Ivannie dengan menunjuk Rommy.


" Bukan tuan. " jawab Ivannie singkat.


" Oooohh ... jadi dia hanya ingin menjadi pahlawan kesiangan yang sok jago ?. " sindir Hendry.


" Rekan saya hanya ingin memberikan pelayanan yang terbaik pada anda tuan. Rekan saya hanya kuatir membuat anda kecewa. " ucap Ivannie dengan senyum tenang.


Hendry lalu maju dan semakin dekat dengan Ivannie. Ivannie yang merasa tidak nyaman pun secara reflek mundur.


Hendry maju selangkah, Ivannie mundur selangkah.


Hendry terus melangkah maju dan Ivannie melangkah mundur.


Rommy yang hendak ikut campur, tangan nya di tarik dan di tahan oleh Daniel.


Rommy pun tidak menyadari sejak kapan tamu lain nya sudah berada di dekat nya.


Daniel menyuruh Rommy tetap diam di posisi nya dan berbisik pada Rommy :


" Kalau kamu masih ingin hidup tenang lebih baik diam, jangan kuatir kan rekan mu. Teman ku tidak akan melukai nya. "


Walaupun masih sedikit kuatir, aura yang terpancar pada tatapan serius Daniel membuat Rommy patuh. Tapi Rommy tetap mengawasi Ivannie.


Jika Rommy mengawasi Ivannie karena kuatir jika Ivannie di lecehkan, berbeda dengan Daniel, Charles dan Mark juga Richard.


Sebagia teman dekat yang sudah mengenal Hendry dari masih kanak - kanak, mereka berempat tentu saja mengetahui dengan jelas Hendry tidak akan melakukan tindakan pelecehan pada Ivannie.


Hendry benci jika diri nya di sentuh oleh wanita atau pun orang yang tidak terlalu dikenalnya dengan baik.

__ADS_1


Tapi tentu saja Mereka berempat tetap penasaran apa yang akan di lakukan Hendry pada gadis kecil itu.


__ADS_2