Di Kejar Bos

Di Kejar Bos
Menemani kakek tua menyeberang jalan.


__ADS_3

Setelah berbincang dan berkeliling, Ivannie yang melihat masih ada sisa waktu sebelum diri nya bekerja di tempat yang lain, menggunakan waktu nya untuk sedikit mengerjakan pekerjaan di rumah itu.


Setelah waktu untuk ivannie harus ke pekerjaan berikut nya hampir tiba, ivannie pun pamit dan pergi.


Beruntung nya perumahan tempat nya bekerja tidak masuk terlalu dalam. Jadi mempermudah Ivannie dan Ivannie bahkan bisa berjalan menuju jalan utama lalu bisa melanjutkan nya dengan angkutan umum.


Tiba di luar pintu gerbang perumahan, saat lampu merah menyala Ivannie bergegas untuk bisa menaiki angkutan umum dengan arah yang sesuai tujuan nya.


Ivannie yang bersiap menaiki angkutan umum, membatalkan langkah nya dan kembali ke jalur penyeberangan.


Ivannie lalu menyapa seorang kakek tua yang sedang berjalan dengan pelan - pelan mencoba menyeberangi jalan an yang padat itu.


" Hallo kakek, saya sedikit takut untuk menyeberangi jalan. Boleh saya menggandeng tangan kakek ?. " tanya Ivannie dengan sopan dan senyum nya yang ramah.


" Ha ... ha ... gadis muda apa yang kamu takut kan ? Silakan pegang tangan ku. Jangan takut lagi, aku yang akan menjaga mu. Jika lampu nya berwarna merah, itu arti nya mobil berhenti dan itu kesempatan kita yang menggunakan jalan. " jelas kakek tua itu dengan penuh perhatian.


" Terima kasih kakek, aku akan mengingat nya dengan baik. " ucap Ivannie ramah.


Karena jalan nya lambat membuat lampu sudah berwarna hijau. Tapi Ivannie dan kakek tua itu masih berada di tengah - tengah jalan.


" Tin .... tin ... tin ... tinnnn !!!!. " suara klakson mobil saling bersahutan tanda si pengemudi mobil di jalan tidak sabar.


" Haiya ... manusia sekarang sangat tidak sabar dan sangat tidak pengertian. " ucap sang kakek dan berusaha jalan lebih cepat.


" Kakek ... abaikan saja mereka. Kita menyeberang di tempat penyeberangan, jika mereka bisa mengendarai mobil dan memiliki SIM harus nya mereka mengerti apa arti nya zebra cross ini. " ucap Ivannie dengan riang.

__ADS_1


" Ha ... ha ... kamu gadis yang baik. " ucap sang kakek yang menyadari bahwa gadis muda di samping nya bukan takut menyeberang jalan sendiri tapi gadis muda itu ingin membantunya nya tapi dengan cara tidak langsung karena tidak ingin kakek yang sudah tua ini menjadi tersinggung.


Ivannie juga memberi tanda dengan tangan nya agar mobil - mobil itu tetap berada di posisi netral. Ivannie juga membuat tubuh nya menjadi pelindung dengan menempatkan diri nya di sebelah kanan si kakek.


Tiba di seberang, Ivannie pun melepaskan tangan nya dari tangan sang kakek.


" Kakek ... apa rumah mu masih jauh ?. " tanya Ivannie mencemaskan si kakek itu.


" Ha ... ha ... aku sering sekali berjalan seperti ini dan melakukan hal seperti ini hampir setiap hari tapi ini pertama kali nya ada orang yang sangat peduli dan mencemaskan ku padahal kamu tidak mengenal ku. " ucap si kakek.


" Maaf kan aku kakek. Aku tidak bermaksud ... " ucap Ivannie tidak enak hati karena berpikir si kakek sudah merasa tersinggung dengan sikap dan pertanyaan Ivannie.


" Ha ... ha ... tidak usah merasa bersalah, justru kakek tua ini merasa senang bisa bertemu dengan mu. Biasa nya anak muda seorang sangat tidak tahu sopan dan juga tidak peduli pada orang tua seperti ku. Kamu pergi lah lanjutkan urusan mu. Jangan kuatir, rumah kakek tua ini sudah tidak jauh. " ucap sang Kakek.


" Tapi ... " Ivannie sedikit ragu untuk meninggalkan si kakek tua ini.


" Baik lah kakek. Ber hati - hati di jalan. " ucap Ivannie pamit dan bergegas pergi meninggalkan si kakek yang tanpa di sadari Ivannie si kakek tua itu masih menatap nya dan memperhatikan Ivannie menyeberang jalan.


Dan Ivannie juga tidak menyadari, dari saat diri nya menyeberang tadi beberapa pria bertubuh kekar pun mengikuti mereka di belakang nya. Lalu saat tiba di seberang para pria itu berpencar tapi masih berada di sekitar mereka.


" Kalian ... keluar lah !. " terdengar suara kakek itu dengan lantang.


Lalu beberapa pria bertubuh kekar pun mendekati sang kakek dan memberi hormat :


" Selamat pagi bos tua. " ucap para pria itu.

__ADS_1


" Berapa kali harus ku katakan pada kalian, jangan mengikuti ku. Aku hanya ingin berolah raga dengan berjalan santai. " ucap sang kakek dengan marah.


" Maaf bos tua ... tapi jika kami tidak menuruti perintah bos besar, maka kami lah yang akan mendapatkan hukuman dari beliau. Kami tidak akan mendekati atau mengganggu bos tua, hanya izin kan kami mengikuti bos tua dari jauh. Abaikan saja kehadiran kami. Dan kapan pun bos tua membutuhkan kami, bisa segera memberi tahu kami. " ucap salah satu dari mereka yang adalah pimpinan dari pria - pria itu.


" Menurut mu dan kalian semua ... apa ada orang yang berminat pada kakek tua yang hanya mengenakan pakaian seperti ini ?. Aku sudah berpenampilan seperti seorang gembel, aku bisa menjaga diri ku. Dan lagi siapa yang mau menculik manula gembel seperti ku ?!!!. " ucap si kakek tua dengan kesal.


" Maaf kan kami bos tua, kami akan tetap mengikuti anda. Kecuali bos ... " ucap si pimpinan pengawal itu.


" Sudah lah !!! Cucu ku dan kalian sama saja. Hanya membuat ku marah. " ucap si kakek tua itu lalu kembali melanjutkan langkah nya.


Lalu para pengawal pun mengikuti langkah dari si kakek tua itu yang berjalan dengan pelan dan santai menuju sebuah rumah besar.


" Bos tua sudah kembali. Mau saya buatkan minuman atau cemilan ?. " tanya kepala pelayan dengan penuh hormat dan sopan.


" Buat kan teh untuk ku. Di mana dia ?. " tanya kakek tua itu.


" Bos besar sudah berangkat kantor tadi pagi. Apa perlu saya sambungkan telepon dengan beliau ?. " tanya kepala pelayan rumah itu.


" Tidak perlu !. Anak itu selalu saja sibuk. Tinggal satu rumah dan di bawah atap yang sama tapi sulit bertemu. " gerutu sang kakek dengan dengan kesal.


" Silakan bos tua duduk dan beristirahat terlebih dahulu. Saya akan menyiapkan teh untuk anda. " ucap kepala pelayan lalu undur diri ke dapur untuk menyiapkan teh kegemaran yang biasa di nikmati bos tua nya.


Kepala pelayan hanya bisa menggelengkan kepala nya melihat bos tua nya yang semakin tua semakin cerewet dan selalu mencari kesalahan bos besar nya.


Saat sang bos muda bangun dan bersiap ke kantor, si bos tua masih berada dalam kamar nya. Saat si bos muda kembali dari kantor nya sudah malam dan si bos tua sudah kembali istirahat dalam kamar nya.

__ADS_1


Sebagai kepala pelayan yang sudah sejak diri nya masih kanak - kanak sudah bekerja di sana tentu saja bukan hal aneh. Dia sudah sangat mengerti kebiasaan masing - masing dari para bos yang biasa di layani nya.


__ADS_2