Di Kejar Bos

Di Kejar Bos
Ciuman pertama ku.


__ADS_3

Saat menunggu hidangan, Ivannie yang tetap berdiri di salah satu sudut di dalam ruangan itu bisa melihat para wanita ini sangat berusaha menggoda para pria di sebelah nya.


Ada yang bersikap manja, ada yang sedang merayu, ada yang sedang ber pura - pura merajuk dengan mencoba mendapatkan tas mewah, ada juga yang sedang meraba - raba tanpa tahu malu dan juga ada wanita yang sedang sendirian walau tidak melakukan apapun jelas terlihat tampak cemas dan tegang di wajah nya.


" Brakkk ... " suara pintu ruangan yang terbuka.


" Hendry !!! Seperti nya sulit sekali untuk bisa mengajak mu walau hanya makan makan. " ucap seorang pria yang Ivannie dengar bernama Randy.


Tapi pria yang di panggil nya hanya mengangkat bahu nya lalu duduk di satu kursi kosong yang tersisa yang memang di siapkan untuk nya.


" Bos Hendry ... aku sudah menunggu mu. " ucap wanita seorang wanita. Wanita itu adalah wanita yang duduk diam dan terlihat cemas tadi tapi sekarang sikap wanita itu langsung seperti rubah.


Ivannie bahkan merasa wanita itu walaupun cantik dan seksi tapi jelas sekali penuh tipu daya. Dan sikap nya yang seperti rubah malah membuat nya terlihat murahan.


Ivannie segera mendekati pria yang di panggil Hendry itu untuk memberi nya menu.


Tanpa di sangka pria itu tiba - tiba berbalik dan berdiri. Kini Ivannie dan Hendry berdiri sangat dekat bahkan saling berhadapan.


Karena pria itu lebih tinggi dari Ivannie, hal ini membuat bibir pria itu mencium dahi Ivannie.


Ivannie segera mundur beberapa langkah, dan tanpa sadar secara reflek segera mengusap - usap dahi nya seperti sedang membersihkan kotoran yang menempel pada dahi nya. Lalu menunduk minta maaf. Ivannie berpikir dan sudah mempersiapkan diri jika pria tampan di depan nya itu akan memaki nya habis - habisan.


" Maaf tuan ... maaf tuan ... " ucap Ivannie gemetar dengan menunduk kan kepala meminta maaf.


Berbeda dengan dugaan Ivannie, pria itu hanya berdiri mematung seperti sedang berpikir sesuatu dengan menatap tajam ivannie.


" Hendry !!! Kamu tidak apa - apa ?. " tanya empat pria lain nya.

__ADS_1


" Aku yang korban tapi tindakan mereka seperti aku yang tersangka. Walaupun aku hanya seorang pelayan, bukan berarti aku suka di cium sembarang orang. Apalagi ... itu ciuman pertama ku. Bukan ini bukan ciuman, ini hanya kecelakaan. Ciuman pertama ku tidak hilang. Ini hanya kecelakaan !!! " pikiran Ivannie sibuk sendiri dan sadar ketika seseorang berteriak di depan nya.


" Dasar pelayan murahan !!! Kamu ingin mengambil kesempatan dalam kesempitan ?. Berani nya kamu !!!. " wanita itu mengangkat tangan nya bermaksud menampar Ivannie.


Ivannie tetap menatap wanita yang mencoba menampar nya, walaupun Ivannie tidak mencoba melawan nya, tapi jelas terlihat Ivannie tidak takut.


Ivannie lalu memejam kan mata nya karena ingat bahwa saat ini dia sedang bekerja, jadi hanya bisa pasrah. Dan Ivannie tidak ingin membuat keributan semakin besar. Dan bagaimana pun, dia juga merasa bersalah karena membuat pria itu mencium nya.


Dan lagi jika sampai pelanggan itu marah lalu pergi, siapa yang akan membayar tagihan nya. Mengingat yang di pesan mereka semua adalah menu utama dengan harga yang sangat mahal. Ivannie tidak mau gaji nya selama dua sampai tiga bulan ke depan hanya akan di potong untuk mengganti rugi ini semua.


" Bos Hendry ... " suara perempuan yang adalah pasangan nya terdengar.


Ivannie yang merasa aneh karena wajah nya masih belum ada yang memampar nya ditambah suara perempuan yang hendak menampar nya menyebut nama pria yang telah mencium nya, Ivannie lalu membuka mata nya.


Ivannie melihat tangan perempuan yang hendak menampar nya di tahan oleh pria tampan yang telah mencium dahi nya.


Ivannie tidak menduga pria itu akan menahan tangan kekasih nya yang berusaha menampar nya.


" Kamu pergi lah. " ucap Hendry dengan mata yang masih menatap kekasih nya tapi tangan nya sudah membebaskan tangan kekasih nya itu.


" Baik tuan, rekan saya yang lain, yang akan menggantikan saya melayani tuan dan nyonya sekalian di sini. " ucap Ivannie sopan.


" Tunggu !!!. " ucap Hendry.


" Ia tuan. " ucap Ivannie menahan langkah nya dan kembali berbalik menghadap para tamu.


" Siapa yang menyuruh mu pergi ?. " tanya Hendry berjalan mendekati Ivannie.

__ADS_1


" Maaf tuan .. tapi baru saja anda berkata " pergi " pada saya. " ucap Ivannie bingung.


" Bukan kamu tapi dia !. " ucap Hendry menunjukkan jari telunjuk nya pada kekasih nya itu.


" Apa ?!. " suara Ivannie terdengar bersamaan dengan kekasih pria itu.


" Maaf tuan, tapi apa anda menyuruh kekasih anda yang pergi ?. " tanya Ivannie lagi karena tidak yakin dengan yang di maksud oleh bos besar itu.


" Aku menyuruh nya pergi itu benar, tapi dia bukan kekasih ku. Dan untuk kamu ... masih tidak pergi ?. " ucap Hendry menunjuk pada perempuan itu untuk segera pergi.


" Apa ??? Jadi maksud nya ... Bos Hendry lebih memilih wanita murahan itu ?. Saya tahu anda salah bicara. Saya akan segera mengajukan keluhan pada manager nya. " Ucap perempuan itu dengan sikap yang sangat lembut saat berbicara dengan Hendry tidak seperti saat dia memandang dan bicara dengan Ivannie. Dan tentunya perempuan itu juga berharap Hendry menyadari kesalahan bicara nya. Karena diri nya yakin, pelayan itu bukan lah berada di level yang sama. Sangat tidak mungkin bos Hendry lebih memilih pelayan itu, walau pun sikap Hendry yang dingin sudah bukan rahasia lagi.


Hendry adalah seorang pengusaha sukses, di berkahi wajah tampan dan otak jenius. Semua berlomba mencari perhatian nya dan menggunakan banyak cara untuk bisa dekat dengan Hendry. Bukan hanya kaum pria tapi kaum wanita pun sama.


Untuk para pria tujuan nya adalah untuk bisa menjalin hubungan kerja sama dengan salah satu perusahaan Harry. Dan untuk para wanita berlomba untuk bisa menjadi nyonya Hendry.


Hendry mempunyai banyak perusahaan dengan berbagai bidang. Dan saat ini dia sedang berada di Manado untuk satu urusan bisnis dan juga untuk lebih bisa memberi perhatian pada kakek nya yang sudah sering sakit - sakit an


Kakek tua sangat keras kepala, beliau lebih menyukai tinggal di Manado di banding kan Bandung atau Jakarta.


Alasan itu pula yang membuat Hendry memilih membuka perusahaan lain di Manado.


Hendry sendiri tidak pernah tahu alasan sang kakek memilih Manado dibandingkan kota lain atau luar negeri.


Tapi kakek nya adalah orang yang selama ini merawat nya. Dan Hendry memutuskan membuka jaringan TRAVEL dan membangun hotel di Manado.


Selain bisa menggembangkan bisnis nya di kota Manado, Hendry juga bisa terus mengawasi sang kakek yang semakin hari semakin cerewet dan keras kepala.

__ADS_1


__ADS_2