Di Kejar Bos

Di Kejar Bos
Tuan Ken yang terancam.


__ADS_3

Rommy yang menjawab dengan polos tidak menyadari kalau ucapan nya membuat telinga Hendry panas.


" Apa dia sepopuler itu ?. " selidik Hendry.


" Ia tentu saja. Walaupun Ayu dan kawan - kawan nya tidak menyukai nya dan selalu membuat Ivannie kesulitan, tapi sebagian besar kami menyukai Ivannie. Mereka hanya merasa iri dengan Ivannie dan mereka tidak bisa seperti Ivannie. " ucap Rommy dengan ber api - api.


" Ayu ??? Siapa dia ??? Apa jabatan nya ???. " tanya Hendry lagi.


" Ayu sama seperti ku, dia bertugas melayani tamu di meja. Tidak ada jabatan spesial, hanya saja dia selalu merasa diri nya paling cantik di sini. Padahal menurut ku, tercantik ke dua adalah Ivannie. Dia punya lesung pipi yang dalam di kedua pipi nya saat tersenyum, ini membuat nya terlihat lebih manis saat tersenyum. " jawab Rommy lagi.


" Tercantik kedua ... lalu siapa tercantik di sini ?? Ayu ???. " ucap Hendry lagi dengan melihat menu.


" Ayu hanya cantik karena make Up dan bedak yang tebal. Berbeda dengan Ivannie yang cantik alami walau tidak pernah berdandan. Tercantik pertama tentu saja aku ... " ucap Rommy dengan segera menutup mulut nya. Rommy baru sadar kesalahan yang di buat nya. Mulut nya tidak bisa di ajak kompromi.


" Maafkan saya, tuan. Apa anda siap memesan ?. " tanya Rommy kembali ke mode serius nya.


" Panggilkan bos mu !!!. " perintah Hendry pada Rommy.


" Tapi tuan ... baik lah ... mohon tunggu sebentar. " ucap Rommy yang akhirnya mengikuti permintaan tamu yang di layani nya karena melihat tatapan mata Hendry yang seakan hendak menusuk nya dengan pisau yang ada di atas meja.


Melihat pintu ruangan VVIP No 01 terbuka, tuan Ken dan Ivannie pun merasa nafas nya kembali sesak, seakan udara di ruangan itu secara tiba - tiba menjadi semakin berkurang.


Tanpa menunggu Rommy mendekat, tuan Ken berinisiatif mengambil langkah dan mendekati Rommy terlebih dahulu. Lagi pula tatapan tuan Ken pun tidak pernah beralih dari pintu ruangan VVIP 01 itu.


Melihat ekspresi wajah Rommy, tuan Ken bisa menebak kalau tamu nya pasti merasa tidak puas.


" Ada apa ?. " tanya tuan Ken pada Rommy yang beberapa langkah saja dari pintu ruangan.

__ADS_1


" Mereka meminta bertemu dengan anda, tuan Ken. "


" Baik lah, ayo kita hadapi. " ucap tuan Ken pada Rommy.


" Maaf tuan, bukan kita ... tapi anda sendiri. " ucap Rommy dengan wajah memelas yang mengatakan bahwa Rommy merasa kasihan pada bos nya itu.


" Jadi kamu menyuruh ku mati sendirian ?. " tanya tuan Ken pada Rommy.


" Maaf tuan Ken, karena seperti nya anda lah yang di cari nya. Bos di dalam menyuruh ku memanggil anda. Dan seperti nya dia akan meminta anda memecat Ivannie. Hal itu hanya anda yang bisa melakukan nya. Tapi ... jika anda memecat Ivannie, anda akan kehilangan orang yang paling anda sayangi. " ucap Rommy.


" Apa maksud mu ?!!. " tanya tuan Ken tambah kesal.


" Jika anda mengikuti keinganan mereka dan memecat Ivannie, sementara ivannie tidak berbuat salah, anda yang akan sangat di rugikan. Mereka tidak datang tiap hari. Tapi tanpa Ivannie tiap hari, apa anda mampu ?. Kalau tidak salah, Ivannie banyak sekali membantu anda. Semua laporan keuangan, daftar belanjaan, stok makanan, stok minuman, data pesanan dan juga masih banyak hal lain nya di kerjakan oleh Ivannie seorang diri. " ucapan Rommy terkesan mengancam tapi tuan Ken juga sudah tahu bahwa Ivannie sangat lah penting untuk di pertahankan. Tanpa Ivannie akan membuat diri nya kesulitan.


" Apa kamu mengancam ku ???. Ivannie pun tidak mengatakan apapun. " ucap tuan Ken pada Rommy.


Ucapan Rommy terhenti karena tuan Ken berteriak :


" Tutup mulut mu !. "


Setelah menyuruh Rommy menutup mulut nya, tuan Ken lalu mengambil nafas panjang dan mempersiapkan diri.


Setelah beberapa kali mengambil nafas panjang, tuan Ken pun mengetuk pintu ruangan yang tertempel No 01 itu lalu memasuki nya.


Di ikuti Rommy dari belakang nya.


" Maaf tuan - tuan, mengenai Ivannie ... " ucapan tuan Ken di potong oleh tangan Hendry yang melambai yang berarti menyuruh nya untuk diam.

__ADS_1


" Aku ingin meminta ganti pelayan meja !. " ucap Hendry.


" Maaf tuan, tapi Ivannie menolak melayani di ruangan ini. " ucap tuan Ken tidak berdaya.


" Seperti nya desas - desus di sini benar. Aku mendengar kalau anda paling menyanyangi Ivannie. Aku penasaran ... rasa sayang seperti apa yang anda miliki untuk pegawai anda, tuan ????. "


Ucap Hendry dengan tatapan misterius juga senyum an sinis.


Tuan Ken bisa merasakan aura mengerikan yang terpancar dari tamu VVIP nya itu.


" Itu bukan rumor tuan, itu fakta nya. Saya selaku pimpinan di sini tentu saja harus menyayangi semua pegawai yang saya miliki. Dan tentang Ivannie yang berada di posisi paling atas untuk mendapatkan perhatian saya itu juga benar. Karena dia layak mendapatkan nya. Dia anak yang baik, jujur dan juga rajin. Jadi ... maksud saya, jika anda ingin meminta saya memecat nya, dengan segala hormat saya meminta maaf pada anda. Saya tidak akan memecat anak itu. " ucap tuan Ken dengan keyakinan dan percaya diri.


" Baiklah, aku pegang ucapan mu !!! Jangan berpikir untuk melewati batas mu. Lihat dia sebagai anak mu !!!. " ucap Hendry lagi.


" Hahhh ... maksud anda ?. " tanya tuan Ken.


" Jangan pernah melihat nya sebagai seorang wanita, karena dia adalah calon istri ku !. " ucap Hendry percaya diri.


" Apa ???!!! Tapi Ivannie bilang dia tidak mengenal anda. " ucap tuan Ken tidak mau kalah, karena dia berharap Ivannie bisa menjadi menantu nya.


" Aku yang akan menjadi suami nya jika tiba waktu nya dia siap menikah !!!. Itu saja yang perlu kamu ingat, tidak usah memikirkan yang lain nya. Dan hal lain nya, jika ada tamu yang meminta Ivannie untuk bertugas melayani di meja, jangan lupa tempat kan dia juga. " ucap Hendry dengan menunjuk Rommy.


Hendry menilai kalau Rommy bisa di andalkan untuk melindungi Ivannie. Hendry yang tahu dengan jelas, diri nya tidak bisa selalu berada di sisi Ivannie, tentu saja dia harus punya orang yang bisa membantu Ivannie jika ada tamu mesum. Dan tentu saja orang itu juga harus di pastikan tidak akan jatuh cinta pada Ivannie.


Melihat Rommy yang tidak seratus persen lelaki, Hendry memutuskan untuk menempatkan Rommy di sisi Ivannie.


Selain melihat Rommy yang tulus pada Ivannie, Hendry juga menilai Rommy tidak akan menjadi saingan cinta nya.

__ADS_1


" Dan kamu !!! Lindungi Ivannie dengan baik !. Jangan biarkan dia di tindas orang !. " ucap Hendry pada Rommy.


__ADS_2