Di Kejar Bos

Di Kejar Bos
Wajah Hendry yang memerah.


__ADS_3

Untuk menghormati dan sikap sopan santun, Ivannie pun mengarahkan pandangan nya pada pria yang di tunjuk itu.


Pria yang tampan dengan perawakan tinggi dan tubuh yang bagus. Tidak ada kekurangan dalam penampilan nya, hanya saja Ivannie mengenal pria itu yang adalah pria aneh walaupun pria itu sudah berbaik hati mengantar kan wanita hamil tadi siang.


Ivannie lalu tersenyum biasa tanpa merasa terpesona atau kagum menatap pria yang bisa di katakan sempurna dalam penampilan nya.


" Sekali lagi saya minta maaf atas kecerobohan saya tuan. Selanjut nya rekan saya akan memandu anda semua. " ucap Ivannie.


" Baiklah ... tapi sebelum nya ada yang ingin ku tanya kan. " ucap Charles.


" Silakan tuan. " ucap Ivannie masih dengan sikap sopan.


" Apa yang membuat Hendry bersikeras untuk makan di restoran ini ?. " tanya Charles pada Ivannie.


" Pertanyaan itu mungkin lebih cocok di tanyakan pada orang yang bersangkutan, tuan. Tapi jika anda ingin bertanya pendapat saya, saya kira tuan Hendry mempunyai selera yang bagus. Restoran kami mempunyai keindahan tempat yang sangat luar biasa dan juga mempunyai koki - koki yang profesional yang bekerja dengan kesungguhan hati dalam menyiapkan hidangan menu yang di pesan pelanggan kami. Restauran kami juga mempunyai menu - menu spesial dengan rasa yang luar biasa. " jelas Ivannie mempromosikan restauran tempat nya bekerja tanpa tujuan memuji Hendry.


Tapi berbeda dengan reaksi Hendry. Hendry bisa merasakan suhu badan nya yang mendadak panas karena mendengar gadis cantik itu mengatakan diri nya mempunyai selera yang bagus.


" Hendry, apa kamu sakit ?. " Tanya Mark pada Hendry.


" Apa ???? Tidak!!! Kenapa kamu mengajukan pertanyaan bodoh ?. " ucap Hendry.


" Heiii Mark, ku rasa Hendry benar kalau kamu mengajukan pertanyaan cukup bodoh. Pria ini tidak mengenal apa itu sakit. Dia hanya tahu apa itu bekerja. " ucap Charles pada Mark.


" Siapa yang bodoh. Lihat lah wajah Hendry memerah. Walaupun sekarang sudah tidak sejelas tadi. " tunjuk Mark pada wajah Hendry yang membuat para pria itu menatap wajah Hendry termasuk Ivannie dan seorang pelayan yang sedari tadi sudah bersiap melayani mereka.


" Apa ????!!!! Itu tidak mungkin. " ucap Hendry gugup dan berjalan menghindari tatapan para sahabat nya itu.


" Heiiii !!! Tunjukan jalan nya !!!. " ucap Hendry pada Ivannie.


Ivannie tidak mengikuti perintah Hendry dan sebalik nya dia memberi tanda pada rekan nya untuk memimpin jalan para tamu nya yang memesan ruangan VVIP itu.


" Silakan ikuti saya tuan - tuan. " ucap si pelayan itu.

__ADS_1


Ke tiga teman Hendry mulai melangkahkan kaki nya dengan maksud mengikuti pelayan itu.


Tapi Hendry tetap tidak bergerak, dia hanya menatap Ivannie.


Ketiga teman Hendry yang melihat hal tersebut pun akhir nya menghentikan langkah nya.


" Hendry ... apa ada ?. " tanya Daniel mewakili teman - teman nya yang ke bingung an melihat Hendry yang tetap berdiri mematung.


Hendry tidak menjawab pertanyaan Daniel, dia tetap menatap Ivannie.


" Heiii !!! Aku menyuruh mu menunjukan jalan bukan dia. " ucap Hendry pada Ivannie.


" Maaf tuan, tapi Ivannie bertugas di bagian kasir. Saya yang bertanggung jawab melayani tamu. " ucap si pelayan itu.


Ivannie termasuk rekan nya dan para pria lain nya jelas melihat perubahan wajah Hendry.


Kini wajah tampan nya terlihat memerah tapi bukan karena sedang tersipu yang jelas pria itu sangat marah dan dengan tatapan tajam menatap rekan Ivannie yang baru saja bersuara itu.


Ivannie yang menyadari bahwa tamu meraka sedang marah dan bisa saja terjadi keributan jika tidak segera di atasi, maka dengan segera Ivannie pun mengambil tindakan.


Langkah Ivannie segera di ikuti oleh Hendry, di ikuti empat orang pria lain nya dan rekan Ivannie juga mengikuti paling belakang setelah mendapat kode dari Ivannie.


Tuan Ken yang melihat dari kejauhan segera berjalan menuju arah meja kasir, karena beliau telah melihat tanda dari Ivannie juga yang memberi tahu nya bahwa Ivannie harus meninggalkan meja kasir.


Tuan Ken pun menggantikan Ivannie menjaga meja kasir sementara Ivannie mengantar para tamu.


Empat pria lain nya sempat saling berpandangan melihat keanehan teman nya itu.


" Seorang Hendry yang bisa dengan segera melupakan amarah yang hendak meledak ???.


Tentu nya bukan Hendy yang biasa !!! Hendry yang biasa mereka kenal tentunya akan melanjutkan kekesalan nya, setidak nya dengan memarahi pelayan itu.


Tapi ini ... wajah nya langsung kembali datar bahkan mereka sempat menangkap senyum Hendry walau hanya tipis dan sesaat saat mendengar suara si kasir itu.

__ADS_1


Dan Hendry bahkan dengan patuh mengikuti langkah gadis muda itu. "


Ivannie pun membuka pintu ruangan VVIP itu di bantu rekan nya. Lalu mempersilakan tamu nya untuk duduk dengan nyaman.


" Tuan - tuan ... silakan. Menu sudah tersedia di meja, anda sekalian bisa melihat - lihat terlebih dahulu. Saat siap memesan anda bisa memanggil kami. "


Hendry yang sedang dalam kepatuhan nya, mengikuti apa yang Ivannie instruksi kan.


Hendry lalu melihat menu dan memilih, tanpa menyadari Ivannie sudah keluar ruangan VVIP itu.


" Pelayan ... " terdengar suara Hendry yang menggantung.


Hendry melihat ke belakang dan tidak menemukan wajah yang di cari nya. Dia hanya melihat pelayan tadi yang membuat nya marah.


Hendry lalu melayangkan pandangan nya ke sekitar nya, pandangan mata nya menyapu ke seluruh ruangan itu tapi gadis manis itu memang tidak tampak di dalam ruangan itu.


" Ada yang bisa saya bantu tuan ?. " . Pertanyaan dari pelayan itu membuat Hendry kembali menatap nya dengan sinis.


" Panggil manager mu atau siapa in dia yang punya kekuasaan tertinggi di sini !. " ucap Hendry.


" Maaf tuan ... tapi apa ada masalah ?. " tanya si pelayan itu ketakutan karena tamu nya meminta bertemu dengan pimpinan.


Hal ini biasa nya terjadi karena dua hal. Kabar baik dan kabar buruk.


Di sebut kabar baik karena tamu biasa nya ingin memesan tempat khusus untuk suatu acara tertentu yang arti nya akan ada banyak pesanan untuk mereka.


Dan kabar buruk nya yaitu tamu merasa tidak puas dan ingin mengajukan keluhan.


Melihat sikap tamu nya, sudah jelas itu bukan kabar baik, hal ini tentu saja membuat si pelayan ketakutan.


" Panggilkan saja atasan mu !!! Sekarang !!!. " ucap Hendry dingin.


" Baik tuan. " ucap si pelayan dengan gugup dan dengan segera berjalan cepat menuju pintu ruangan untuk keluar dan memanggil tuan Ken atasan nya.

__ADS_1


Si pelayan hanya bisa mengikuti perintah tamu nya dan pasrah akan nasib yang akan di terima nya nanti.


__ADS_2