
Daniel yang melihat bahwa kartu platinum itu masih berada di atas meja yang arti nya bahwa Hendry masih tidak merespon dengan apa yang di katakan Charles dan Mark.
" Hendry ... " suara Daniel terdengar untuk mencoba mendapatkan perhatian dari Hendry.
Tapi suara Daniel pun di abaikan oleh Hendry yang masih terus menatap Ivannie.
" Maaf tuan, tapi dengan sangat menyesal harus saya katakan kalau saya tidak dapat menerima niat baik anda.
Ucapan saya tadi yang sempat terpotong akan saya ucapkan lagi.
Mengenai pertanyaan tuan, apa saya punya kekasih dan jawaban saya adalah tidak.
Saya tidak punya kekasih karena saya sudah menikah dan punya anak. Jadi inti nya saya tidak punya kekasih tapi saya punya suami. Maaf tuan.
Dan silakan di lihat untuk menu nya jika anda siap memesan, anda bisa memanggil saya. " ucap Ivannie dengan sopan lalu mundur kembali ke posisi nya berdiri di samping Rommy yang masih bengong dengan mulut nya terbuka dan mata yang terus menatap Ivannie.
" Rommy ... jangan terus manatap ku dan tutup mulut mu yang hampir mengeluarkan air liur. " ucap Ivannie dengan tersenyum ke Rommy.
" Ahhhh ia. " ucap Rommy lalu pandangan Rommy kembali fokus ke meja di mana para tamu duduk.
" Wahhh seperti nya kawan kita baru saja di tolak. " ucap Richard polos.
" Hendry, ayo kita pesan minum dan ayo kita minum sampe mabuk. Lupakan hal yang baru saja terjadi. Jaman sekarang tidak aneh gadis yang terlihat masih polos sudah punya suami dan anak. Masih banyak perempuan di luar sana. Tidak usah di pikirkan. " ucap Mark.
" Ia, aku akan mengenalkan mu pada gadis yang jauh lebih cantik dan seksi juga yang pasti jauh lebih berkelas. " ucap Richard.
Mendengar ucapan pria lain nya tentu saja Ivannie kesal dan ingin rasa nya mengusir ke lima pria yang sok ganteng itu walaupun memang benar mereka ganteng.
Tapi Ivannie juga bersyukur karena Ivannie berpikir dengan ucapan mereka, secara tidak langsung mereka membantu nya untuk bisa membuat pria aneh itu menyerah pada nya.
" Rumput tetangga memang selalu terlihat lebih indah. Mungkin karena dia indah jadi cepat juga di miliki orang lain. " ucap Mark lagi.
" Pelayan !. " Suara Charles terdengar.
Ivannie pun memberi tanda pada Rommy untuk Rommy bergerak maju.
" Ya tuan, anda siap memesan ?. " tanya Rommy ketika sudah berada di samping Charles.
" Berikan kami beberapa botol minuman beralkohol. Aku memesan ... " Rommy mencatat pesanan Charles.
__ADS_1
Sementara Rommy sedang sibuk mencatat pesanan Charles terdengar suara Hendry berteriak : " Pelayan !!!. ".
" Ia sebentar tuan. " jawab Rommy.
" Pelayan !!!. " kembali Hendry berteriak, yang jelas itu arti nya bahwa Hendry mengabaikan keberadaan Rommy.
Rommy yang hendak berjalan ke arah Hendry, langsung di tarik lengan nya oleh Charles.
Ivannie yang peka pun segera berjalan mendekati tamu yang menurut nya sangat menyebalkan.
" Perlu ku beri pelajaran yah ?!. " umpat Ivannie tapi hanya dalam hati nya.
" Anda siap memesan tuan ?. " tanya Ivannie dengan senyum sopan menahan diri.
Hendry menatap wajah Ivannie dengan lekat seperti mencari sesuatu di sana.
" Tuan ... apa ada yang aneh di wajah saya ?. "
Tanya Ivannie lagi dengan tangan kanan nya yang mengusap bagian pipi nya.
" Kamu tidak merasakan apapun ?. " tanya Hendry pada Ivannie.
" Merasa ??? Maksud anda ???. " Ivannie bertanya karena tidak mengerti arah pertanyaan dari pria tampan yang ada di depan nya itu, yang masih menatap lekat pada nya.
Ivannie juga sempat melihat ke arah Rommy dengan tujuan untuk membantu nya melihat apa ada yang salah dengan wajah nya.
Tapi Rommy juga memberi jawaban dengan tanda yang mengatakan bahwa tidak ada yang salah di wajah Ivannie.
" Tatap aku !!!. " perintah Hendry pada Ivannie dengan tegas.
" Apa ???. " Ivannie mulai terlihat kesal dengan kelakuan pria yang ada si depan nya itu.
Tapi tidak lama, Ivannie segera bisa menguasai emosi nya, Ivannie menjawab setelah melihat wajah tampan di depan nya.
"Wajah mu tampan tapi otak mu bermasalah !!!. Harus nya jangan bertanya apapun pada ku tapi temui saja dokter jiwa untuk mengobati sakit mu !. Kalau tidak mengingat saat ini aku sedang bekerja, sudah pasti aku akan menampar mu, agar kamu sadar. "
Tapi itu hanya ucapan yang bisa di katakan Ivannie dalam benak nya saja.
" Di wajah anda tidak ada masalah tuan. " ucap Ivannie dengan sopan setelah memeriksa wajah tampan yang ada di depan nya itu tidak ada yang salah.
__ADS_1
" Kamu bisa menatap ku seperti itu ?!. " tanya Hendry lagi.
" Ooooh maaf tuan, saya mengira anda menyuruh saya membantu anda untuk melihat apa di wajah anda ada kotoran atau ada masalah. Maaf saya telah lancang tuan. " ucap Ivannie dengan wajah yang merasa bersalah.
" Bukan itu maksud ku. Saat kamu menatap wajah ku ... apa kamu tidak melihat kalau aku sangat tampan ... " ucap Hendry yang berhenti karena terdengar suara tertawa keras.
" Ha ... ha ... ha ... ha ... " Mark tertawa terpingkal - pingkal mendengar ucapan dari Hendry yang menurut nya sangat aneh.
Tawa Mark terhenti saat menyadari semua mata menatap nya, terlebih ada sepasang mata yang tengah menatap nya dengan tatapan sangat menakutkan yang membuat nya merinding, tatapan Hendry.
" Maaf ... aku hanya merasa itu pertanyaan bodoh. Aku rasa walaupun ada orang buta yang hanya bisa meraba tanpa melihat pun, jika dia suruh meraba wajah mu, dia pun akan berkata kalau kamu sangat sempurna.
Hidung mancung, bibir seksi dengan bentuk rahang yang bagus.
Sesama pria pun akan mengatakan kalau kamu tampan.
Bukan begitu ... " Mark tidak lagi mengatakan hal lain, karena Hendry yang semakin tajam menatap nya.
Setelah melihat Mark telah membungkam mulut nya sendiri Hendry kembali menatap Ivannie dan berkata :
" Katakan dengan jujur !!! Apa pendapat mu tentang wajah dan penampilan ku ?. " tanya Hendry pada Ivannie.
" Yang jelas, KAMU GILA !!!. " tapi ucapan itu pun nya di ucapkan Ivannie dalam hati nya.
Ivannie tersenyum sopan dengan sikap profesional nya menjawab tamu nya :
" Wajah anda tampan, tuan. Lalu apa anda mau memesan sekarang ?. "
Jelas itu hanya jawaban basa - basi, tidak ada tatapan mata yang berbinar - binar di mata Ivannie saat mengatakan Hendry tampan.
" Hanya itu ??? !!!. " tanya Hendry semakin kesal.
" Apa anda memerlukan hal lain nya tuan ?. " tanya Ivannie lagi.
Hendry masih merasa tidak puas dengan jawaban yang di berikan Ivannie mengenai diri nya.
" Antara aku dan suami mu, mana lebih tampan ?. " tanya Hendry lagi.
Ivannie tampak ragu untuk menjawab.
__ADS_1
Membuat Hendry kembali mengeluarkan suara nya lagi.
" Aku ingin jawaban yang sebenar nya, sejujur nya, menurut pandangan mata mu, di antara kami siapa yang lebih tampan ?. "