
Hendry sangat merasa kesal tapi dia juga memikirkan Ivannie.
Dia tidak ingin membuat keributan yang bisa membuat Ivannie kena masalah.
" Jika wanita aneh itu sampai di pecat dari sini,kemana aku harus mencari nya lagi. Lebih baik ku biarkan dia kali ini. " benak Hendry tersenyum sendiri.
" Heiii Hendry, hari ini kamu terlihat seperti seseorang yang baru saja memenangkan undian. " ucap Richard.
" Atau kami lah yang beruntung sehingga hanya dalam hitungan jam kami bisa beberapa kali melihat senyum mu. " ucap Charles.
" Ia kita juga bahkan melihat seorang Hendry pria tampan dan kaya raya di tampar seorang wanita karena bersikap tidak sopan. " ucap Daniel.
" Dan yang paling aneh ternyata kamu bisa menggoda wanita dengan cara yang sangat berbeda. " ucap Mark.
" Ha ... ha ... ha ... " Richard, Charles, Mark dan Daniel tertawa bersama mentertawakan teman mereka sendiri.
" Tutup mulut kalian dan habiskan semua makanan dan minuman yang sudah kalian pesan dan juga pesanan para wanita itu juga menjadi tugas kalian menghabiskan nya. Tidak boleh membuang makanan dan minuman ini. Jika ada yang berani menyisakan makanan ini, harus siap menerima hukuman. " ucap Hendry kesal.
" Heiiii ... ini sangat tidak adil. Para wanita itu seperti orang rakus yang sedang kelaparan memesan begitu banyak. " Mark mencoba menggoyahkan pikiran Hendry.
" Tidak mau tahu. Bukan kah wanita seperti itu yang kalian suka ?. " jawab Hendry.
" Kalau begitu kamu juga bertugas menghabiskan yang di pesan wanita mu. " ucap Daniel.
" Oooooh tentang wanita murah an itu ... aku bahkan tidak mengenal nya. Siapa yang mengundang nya, berarti dia juga yang bertanggung jawab atas makanan yang di pesan nya. " ucap Hendry tidak peduli.
" Apa ???!!! Heiiii ini tidak adil. " ucap Richard yang merasa keberatan karena dia lah yang mengundang wanita itu.
" Tidak adil ??? Apa menurut mu adil buat ku ??? Kamu mengundang wanita itu tanpa bertanya pada ku. Apa menurut mu adil buat wanita imut ... maksud ku wanita aneh tadi karena harus menerima tamparan dari wanita murahan yang tidak tahu diri ?. " ucap Hendry kesal juga malu karena tanpa sengaja dia mengucapkan wanita pelayan aneh itu menjadi wanita imut.
" Maaf ... " ucap Richard merasa bersalah.
__ADS_1
" Tapi seperti nya aku mendengar kata "WANITA IMUT" ... apa aku salah dengar ?. " ucap Charles yang jelas menggoda Hendry.
" Charles ... aku belum meminta tanggung jawab mu untuk wanita yang membuat ku marah saat di luar tadi. " ucap Hendry sinis ke Charles.
" Hmmm ... hemmmm ... " Charles tidak berani mengatakan apapun lagi melihat lirikan sinis mata Hendry.
" Dan buat kalian berempat, jika berani membawa, mengenalkan apalagi mendekatkan wanita - wanita lagi, aku akan membuat perhitungan dengan kalian. Dan hukuman akan kalian dapatkan. " ucap Hendry tegas.
" Oke !!! Aku tidak berani lagi bos besar. Maafkan kesalahan dan kelalaian kami. " ucap Charles.
" Heiii !!! " Daniel memanggil pelayan pengganti Ivannie.
Dan si pelayan wanita pun segera mendekati Daniel.
" Ia tuan. Ada yang bisa saya bantu. " ucap si pelayan sopan.
" Berikan menu kalian, dan bawa ke pria tampan yang di sana. " ucap Daniel dengan menunjuk ke arah Hendry.
Hendry memesan menu dengan bersikap tidak peduli dalam mode datar dan dingin, seperti biasa nya.
Setelah selesai memesan dan pelayan juga selesai mengkonfirmasi pesanan Hendry, Daniel kembali memanggil si pelayan itu.
Saat si pelayan sudah berada di dekat nya,Daniel pun mulai memberikan banyak pertanyaan pada si pelayan wanita itu.
Bukan pertanyaan mengenai menu atau restauran tapi tentang Ivannie.
Percakapan Daniel dengan si pelayan wanita pun terjadi :
Daniel : " Heiii cewe ( panggilan yang biasa di gunakan di Manado untuk memanggil wanita muda ) !!! Ada yang ingin ku tanyakan. "
Si pelayan : " Silakan tuan. "
__ADS_1
Daniel : " Siapa nama pelayan tadi ?. "
Si pelayan : " Maaf pelayan yang mana yang tuan maksud kan ?. "
Daniel : " Pelayan wanita yang di sini tadi. Yang melayani kami, sebelum kamu tiba. "
Si pelayan : " Maaf tuan, saya tidak tahu siapa yang bertugas di sini sebelum saya. Manager yang memanggil dan mengatur saya untuk saya segera datang kemari. Apa ada masalah tuan ?. "
Daniel : " Tidak ... bukan masalah. Tapi kami sangat puas dengan ke ramah an nya. Dan kami ingin memberikan nilai bagus untuk kerja keras nya. "
Si pelayan : " Apa perlu saya tanyakan pada manager kami ?. Atau bisa tuan sebutkan ciri - ciri nya ?. Saya mungkin bisa membantu menebak nya.
Daniel : " Ciri - ciri nya ... dia wanita, mengenakan pakaian seragam seperti mu, berambut panjang. "
Si pelayan : " Maaf tuan, apa bisa lebih spesifik lagi. Karena jika seperti itu, semua pelayan wanita di sini rata - rata berambut panjang. Dan semua pegawai di sini mengenakan seragam yang sama.
Hendry yang terlihat tidak peduli ternyata diam - diam mendengarkan. Dengan santai dia mendiskripsikan Ivannie.
" Dia wanita dengan wajah biasa saja, berkulit putih. Kulit nya wajah nya halus, mulus dan lembut. Di bagian hidung yang berada di tengah - tengah di antara kedua mata nya ada tahi lalat berwarna coklat samar - samar. Dan saat dia tersenyum, dia terlihat manis karena mempunyai lesung pipi yang sangat dalam di ke dua pipi putih nya. Bermata sipit dan mempunyai bola mata berwarna hitam pekat seperti warna bola mata ku. Muka nya berbentuk oval dan ... "
" Maaf tuan, seperti nya saya sudah mengetahui siapa yang tuan maksud. Karena di antara pelayan wanita di sini hanya ada satu orang yang mempunyai lesung pipi yang dalam di kedua pipi nya. " ucap si pelayan yang tanpa sadar memotong langsung ucapan Hendry karena merasa sudah mengetahui jawaban nya.
" Siapa nama nya ? Apa dia sudah mempunyai suami ?. Sudah punya anak berapa ?. " ucap Mark yang jadi antusias karena penasaran.
" Mark !!! Apa menurut mu dia seperti sudah bersuami dan punya anak ?. " tegur Hendry kesal mendengar pertanyaan Mark.
Mark hanya tahu Hendry sedang tidak dalam suasana hati yang bagus dan Mark tidak tahu kalau Hendry saat ini sedang merasa menyesal telah menegur Mark.
" Kenapa aku harus merasa kesal mendengar pertanyaan Mark tentang dia sudah menikah dan punya anak ? Bukan kah dia hanya wanita yang baru pertama kali nya ku lihat ?. Jadi bukan kah seharus nya tidak ada alasan yang membuat ku harus merasa kesal dengan pertanyaan Mark tentang gadis kecil itu ?. " benak Hendry.
Si pelayan mulai menjawab pertanyaan yang telah di ajukan nya saat melihat bahwa pria tampan yang baru saja memarahi teman nya dengan sinis tengah menatap nya untuk mendengar jawaban nya.
__ADS_1
" Maaf ... pelayan wanita dengan lesung pipi yang tuan - tuan maksud bernama Ivannie. Mengenai dia sudah menikah atau punya anak, kami tidak mengetahui nya. Tapi yang jelas dia masih seorang mahasiswi. Di sini dia hanya pekerja part time dari sore hari sampai malam hari. "