Di Luar Hujan

Di Luar Hujan
prolog


__ADS_3

Waktu itu telah tiba, tiba saatnya untukku berpisah dengan keluargaku demi melanjutkan pendidikan S2 ku di Jogja. "Hati-hati, belajar baik-baik di sana, semangat terus" kata papaku sambil memelukku. Ku salami juga kakak dan adikku juga ibuku dan semua yang mengantarku di bandara. Setelah masuk di ruang tunggu bandara, kini aku sendiri, hanya bertemankan secercah harapan juga doa dari keluarga dan teman-teman. Tidak lama kemudian pesawat yang akan membawaku pergi jauh dari kampung halamanku akan segera berangkat, segera ku telepon papaku untuk sekali lagi memohon restunya untuk keselamatan juga keberkahannya.


Setelah Kurang lebih satu setengah jam mengudara, pesawat pun mendarat di Bandara yang ada di Jogja. Setelah mengemasi barang, aku kemudian naik taksi menuju alamat yang telah diberikan papaku sebelum berangkat, itu adalah alamat tanteku yang tinggal di Jogja. "Semuanya 100 ribu mas" kata supir taksi, "100? mending naik angkutan tadi" pikirku. Sambil menghela nafas, kubayar tagihannya.

__ADS_1


"Assalamualaikum....." Sambil mengetuk-ngetuk pintunya, dari dalam terdengar balasan salam ku. "Waalaikumussalaam warahmatullah, ini Andi yaa?" setelah membukakan pintu. "Iyaa" kunawab sambil tersenyum. "Owalaaah, cepat juga yaaa. Kenapa tadi nggak telepon aja, kan bisa tante jemput, mahal loh nayar taxi sampai kesini" sahut tanteku, "hihi iya tante, mahal" balasku sambil sedikit tertawa. "Hmmm itu kan, nih silahkan masuk dulu, mandi dulu terus makan lalu istirahat, pasti capek kaan" "iya tante mkasih" jawabku dengan susah payah membawa barang-barang ku yang teramat banyak.


Satu minggu sudah aku di Jogja, tiba saatnya untuk mendaftar ke PTN yang jadi tujuan ku. Jam 7 pagi Tante mengantarkan aku dngan mobilnya, dan tanteku langsung pulang karena masih ada urusan. Kini aku kembali sendirian, kebingungan karna tidak tau arah. Beruntungnya ada salah seorang mahasiswa di situ yang bersedia menolongku setelah dia melihatku mondar mandir di gedung kampus. "Ada yang bisa saya bantu kak?" Sapanya kepadaku. "Iya, mkasih mas. Saya mencari tempat pendaftaran pasca sarjananya, di mana ya?" Tanyaku. "Oh mau daftar toh mas, mari ikut saya. Nama saya joni, mau daftar juga. Nama mas siapa?" Tanyanya sambil menodongkan tangannya untuk salaman. "Owalah, kirain senior" bacotku "oiya jon, namaku Andi" seraya bersalaman dengannya. Tepat setelah ashar, akhirnya aku telah mendaftarkan diri, kini tinggal memasukkan berka, setelah itu aku langsung pulang jalan kaki, karena sepertinya jaraknya lumayan dekat, 30 menit kemudian sampailah aku di rumah tanteku. Aku langsung mandi, makan dan kemudian tidur.

__ADS_1


Tiga minggu kemudian hari pertama masuk kampus tiba. Aku gugup sekali, kulihat ada beberapa dari mereka telah akrab, mungki berasal dari kampus yang sama, aku dan beberapa orang lainnya hanya diam sampai dosen masuk.


"Selamat pagi, saya harap saya tidak membuat kalian menunggu lama yaa, karena ada beberapa urusan mendadak yang saya selesaikan tadi" kata bapak dosen. "Ada yang sudah kenal sama saya? Sepertinya hanya beberapa, nama saya usman hasan panggilannya bapak usman. Saya akan mengajar dasar-dasar aljabar kepada kalian, salam kenal. Selanjutnya saya ingin kalian memperkenalkan nama, dimulai dari kamu" munjuk ke arahku. Betapa gugupnya aku pada waktu itu, tapi yasudahlah.

__ADS_1


Setelah salam akupun memperkenalkan diri. "Nama saya Andi, asal dari gorontalo, asal kampus UNG jurusan Matematika. Terimakasih" huuuft helaan nafasku sepertinya dapat didengar jelas oleh orang di sebelahku. Ada sekitar 22 orang di dalam kelas, dan setelah semuanya telah selesai memperkenalkan diri, bpak usman memulai perkuliahan dengan melakukan kontrak perkuliahan serta memberikan saran-saran buku yang akan menjadi rujukannya.


__ADS_2