Di Luar Hujan

Di Luar Hujan
pernyataan


__ADS_3

Setelah memesan tiket, aku ingat perkataan Hulya untuk menyampaikan kepadanya waktu keberangkatanku, langsung saja kutelpon Hulya "halo assalaamualaikum hulya", "waalaikumussalaam? Sudah pesan tiketnya?" Tanya hulya, "iyah, kamis besok ba'da subuh hulya, naik lion air" jawabku, "waduh, pagi bener, iyaiya hati-hati yah di udara, kursi nomor berapa kamu?" Tanya hulya, "iya, tiketnya murah soalnya, nomor 22 A , knpa emang?" jawabku, "oh nggak, cuma ngepastiin kamu benar-benar dah dpat tiket", "oh hihi, yasudah, aku tutup yah telponnya, mau tidur soalnya, takut kesiangan", "iya Andi" jawabnya, "oh iya, di pesawat nanti jaga pandangan ya" kata Hulya becanda, "ada-ada aja kamu, iyadeh" jwabku. setelah menutup telepon, aku mengemasi barang-barangku, lalu aku berpikir sejenak mengenai apa yang terjadi pagi tadi, kenapa bisa sampai kebetulan begitu? Aku sampai berpikir yang tidak-tidak pada cipa, haduh astagafirullah...., Hah sudahlah. Lalu aku tertidur.

__ADS_1


Tanteku membangunkan ku kira-kira jam tiga dinihari, aku lalu mandi setelah itu sarapan, semuanya disediakan oleh tanteku. Kira-kira pukul 3.30 aku diantar tanteku ke airport, sampai di airport sekitar pukul 3.50, berhubung jalannya sepi, jadi tanteku sedikit ngebut di perjalanan tadi. Setelah pamit dan menyalami tanteku, aku masuk ke dalam ruang tunggu airport, kulihat hulya sudah berada di bangku sebelahku, "hulyaa?? Kamu ngapain?" Tanyaku kaget, "yah mau naik pesawat, kenapa?"jawabnya tenang, "nggak maksudnya, mau kemana?" Tanyaku lagi, "ke mana yaa?, haha... aku cuma mau mastiin kamu nggak salah pesawat, hihi" jawabnya disambung tawa, "haduh, ngeremehin nih namanya" jawabku ikut tertawa, "tapi, betulan?" Tanyaku, "iyaa" jawabnya singkat. Adzan subuh telah terdengar, aku menyempatkan untuk sholat subuh dulu, hulya juga demikian. Setelah selesai sholat, pukul lima lewat lima belas menit, pesawat yang kami tumpangi akan berangkat. Setelah memasuki pesawat, aku tambah kaget lagi karena tempat duduk hulya tepat berada di sampingku, aku pikir lagi, apakah ini juga sebuah kebetulan?.

__ADS_1


Setelah percakapan itu, kita berdua kembali diam, sampai pesawat mendarat di airport sultan hasannudin makassar. Berhubung untuk penumpang yang akan melanjutkan ke gorontalo tetap di pesawat, jadi hulya harus turun sendiri dari pesawat, sebelum turun hulya terlihat begitu cemas, dan sesaat kemudia dia berkata "Andi, saat kamu kembali ke Jogja nanti, jadilah pacarku" kata hulya, yang membuat aku kaget tidak percaya dan semakin bingung terhadap apa yang terjadi, aku bahkan tidak bisa berkata-kata apalagi, dengan cepat hulya meninggalkan kabin pesawat, sementara aku hanya bisa diam dan terdiam. Segera hulya kutlpon, belum aku berkata apa-apa, hulya langsung mengatakan "hati-hati di udara ya" lalu mematikan telponnya. Ku sms berkali-kali, namun tidam ada balasnya. Sebelum pesawat bergerak ke landasan pacu, aku menelpon papaku dan mengatakan bahwa aku sudah di makassar, setelah itu aku tertidur.

__ADS_1


__ADS_2