Di Luar Hujan

Di Luar Hujan
Kebetulan


__ADS_3

Besoknya yusuf pulang ke kampung halamannya, menaiki kereta api. Sedangkan besoknya lagi andri juga berangkat pulang ke Bali, kampung halamannya naik kapal laut. Mereka tidak memilih naik pesawat karena uang mereka terkuras banyak saat membeli oleh-oleh, si andri yang belanjaannya paling banyak sampai harus pinjam uang ke aku buat makan di kapal, katanya sudah tidak punya uang lagi, jadi kupinjamkan dua ratus ribu kepadanya.

__ADS_1


Malamnya aku coba melihat-lihat harga tiket pesawat yang murah ke Gorontalo, belum juga dapat. Besoknya aku jalan-jalan ke kampus, untuk numpang wifi gratis, karena paket dataku sudah habis. Setelah tersambung, ada banyak sekali notifikasi dari WA, lama aku menunggu sampai semua pesan masuk. Kulihat cipa mengirim pesan kepadaku, isinya "kak mintol dong" terkirim kemarin pukul 22.13, kubaca lagi "tolongin aku kerjain tugas dong kak" sambungnya. Anak yang menakutkan pikirku, jam segitu baru minta tolong, haduh ada-ada saja, lalu kubalas "maaf yah, aku baru online", eh tidak lama kemudia langsung dibalas, "kalau sebentar gimana kak?", Wah gila ni anak, aduh pasti ada apa-apanya nih, "maaf yaah, aku lagi nggk bisa, besok udah mau balik ke Gorontalo soalnya, takutnya aku ketiduran, maaf yaah, lain kali aja deh" aduuuh, kenapa aku bilang lain kali ajaa, nanti malah ditagi lagi, haduh bahaya ni anak jangan-jangan cabecabean? Pikiranku mulai mengarah ke sana. "Oiya kak. Maaf nih kalau sudah mengganggu" balasnya, dia menggunakan jurus pamungkas perempuan nih, "iyia selow hihi" balasku, eh tanunya cuma di read, haduh jurus kedua pikirku.

__ADS_1


Kembali aku mengecek harga tiket, eh taunya masih mahal, uangku masih kurang, lalu aku memutar otakku, tidak mungkin aku minta ke papaku, sementara aku bawa oleh-oleh, haduh, terpaksa harus minjem duit, tapi ke siapa? Tidak mungkin juga pinjam ke tanteku, Tiba-tiba muncul niatku untuk meminjam uang me Cipa, aduh jngan, kalau dia minta syarat yang aneh-aneh gimanaa? Aduh gimana yaa, kemudian aku beranikan diri untuk menelpon Hulya, setelah diangkat, aku mengatakan maksudku menelpon, yaitu untuk meminjam uang buat pulang kampung, "ohiya, besok pagi ke rumahku aja" katanya, aku langsung terdiam, lalu alamat tempat tinggalnya dikirim di WA, setelah teleponnya ditutup, aku baru ingat kalau tidak punya paket data, haduh mau kutelepon, rasanya malu, terpaksa harus ke kampus dulu.

__ADS_1


bersambung........

__ADS_1


__ADS_2