Di Luar Hujan

Di Luar Hujan
Kampung Halaman 2


__ADS_3

"Assalaamualaikum, Ndi aku rindu" kata Hulya,


"Ah bohong pasti" jawabku,


"aku rindu ibuku" sambung hulya,


"owalah, kirain rindunya ke aku" balasku


"mau ya dirinduin, iya deh rindu kamu" Balas Hulya,


"ibu kamu di mana emang?" tanyaku,


"Pergi" Jawab Hulya singkat,


"ke mana?" tanyaku lagi,


"Eh, baliknya kapan?" tanya hulya yang lagi-lagi mengubah topik pembicaraan.


"Hm, rencana sih dua minggu lagi baru balik" jawabku,


"lama ya, oke deh nanti aku telpon lagi ya" Kata Hulya sebelum mematikan teleponnya.


Singkat cerita, setelah itu akuoun tertidur dan terbangun sekitar jam lima sore. "duh, lama juga ya aku tertidur" pikirku setelah melihat jam di ponselku. Di luar kamar kulihat kak Janna sudah berada di ruang tamu, duduk-duduk sambil membaca koran. "Eh baru bangun ya Ndi?" tanya ka Janna, "iya nih kak, lama aku tidurnya" jawabku. Setelah berbasa-basi, aku pergi mandi untuk siap-siap Sholat Magrib.


Selepas Sholat Magrib, karena mager tidak ada kerjaan, aku kembali tidur dan terbangun kira-kira jam sepuluh. Sejenak aku berpikir, aku terlalu banyak tidur, padahal aku ini bisa dibilang sedang liburan, sering aku melihat Story WA teman-temanku yang sedang berlibur dengan keluarganya, ada yang ke pantai, ke gunung, bahkan ke luar Negeri. "ah, ujung-ujungnya capek" pikirku membela diri. Karena tidak bisa tidur, aku memutuskan untuk jalan-jalan, siapa tau nanti ketemu teman lama. Dan benar saja, saat aku singgah di mini market yang tidak jauh dari rumahku, aku bertemu dengsn teman lamaku sewaktu sekolah SD lalu, yah walaupun agak sedikit canggung, cukup lama kita berbicara sekedar mengingat-ngingat kejadian lucu sewaktu SD, "oke ya Fan, nanti ketemu lagi" Kataku izin pamit, "iya sip, nanti kita reunian SD" jawabnya. Setelah bersalaman, aku pergi kembali ke rumah, 'Reunian? hahah ini tencana yang keberapa yah' pikirku dengan sedikit tertawa. Malam itu setelah menonton Anime kesukaanku (ShingekiNoKyujin), Aku tertidur.


Besoknya, Jam sembilan pagi aku sudah bersiap-siap pergi ke kota untuk mengambil barang kiriman Hulya, dan sekitar jam setengah sembilan aku berangkat. Di jalan kulihat tidak banyak yang berubah, suasananya, bahkan panas teriknya tidak ada yang berubah.

__ADS_1


Sekitar jam 12 aku sudah sampai di Kota, dan langsung pulang setelah mengambil barangku. Sesampainya di rumah, jam sudah menunjukkan pukul empat sore, setelah kubuka kardus yang membungkus barangnya, aku kaget, karena jumlah jilbabnya ada lebih dari satu. Segera kutelpon Hulya untuk menanyakannya, "Halo Assalaamualaikum Hulya, kenapa jilbabnya ada lima?" tanyaku langsung,


"waalaikumussalaam, empatnya hadiah dari aku" jawabnya


"maksud kamu?"tanyaku


"iya, itu pemberian dari aku, warnanya bagus-bagus soalnya, aku jadi susah milihnya, jadi semuanya kubeli deh" jawab Hulya


"satu nya berapa?" tanyaku lagi


"150 ndi, kenapa sih?" jawab Hulya


"hanya karena susah milih warna, kamu sampe ngeluarin uang sebanyak itu? duh, nanti aku ganti" kataku


"itu pemberian loh, jangan di debatin gini, ilang berkahnya lo" jawab Hulya, "tidak perlu ditukar Ndi, ikhlas kok" jawabnya lagi.


"wah indah ya, bagus bahannya, warnanya juga, makasih ya Ndiii, sayang deh" Kata kak Janna sambil membuka satu per satu Jilbabnya.


"Iya kak, alhamdulillah kalo suka" Jawabku. Dan setelah makan malam bersama Ka Janna juga lisa, aku duduk-duduk di depan rumah sambil main gitar, tiba-tiba Hulya nelpon.


"Assalaamualaikum Ndi, katanya tadi mau nelpon" Lata Hulya


"Oh iya maaf Hul, aku lupa" jawabku


"Oh yaudah, sekarang udah ingat kan?" tanya Hulya


"iya Hul, udah ingat" jawabku, setelah itu telponnya dimatiin Hulya. Kemudian aku menelponnya lagi, "Kenapa dimatiin Hul?"

__ADS_1


"tidak kenapa-kenapa, aku cuma mau ngingetin itu aja" jawab Hulya dengan sedikit tertawa.


"Duh, sampe segitunya kamu Hul" Kataku yang juga ikut tertawa.


"Oh iya, sudah dulu ya. Udah ngantuk nih" kata hulya


"baru jam segini" jawabku, kulihat jam sudah menunjukan pukul 23:00,


"Besok pagi aku mau berangkat soalnya Ndi, pesawat pagi" jawabnya


"Mau ke mana? jangan nyusul aku ke Gorontalo yaa" Kataku dengan sedikit tertawa.


"Yah ketahuan" jawab Hulya juga tertawa


"Eh serius?" tanyaku


"GR kamu, Udah ya mau tidur nih. Dah Assalaamualaikum"


"Waalaikumussalaam" balasku.


Setelah itu adik ku Lisa ikut duduk denganku, dia bercerita tentang kuliahnya, mulai dari ikut Pengaderan Paguyuban, Masa Ospek, Penerimaan Jurusan, dan masalah-masalah perkuliahan. Sangat lama kita berbicara sampai tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul dua subuh.


"masuk yuk, dingin nih" kata lisa


"iya ayuk" jawabku, setelah masuk ke dalam rumah, lisa pamit untuk tidur, setelah itu aku juga masuk kamar dan tidur. Sebelum tidur aku sempat berpikir, jarang sekali Lisa bersikap terbuka seperti tadi, mungkin karena dia tau kesempatan seperti tadi sangatlah langka, ditambah lagi aku yang pulang kampungnya setahun dua kali sehingga dia dipaksa oleh keadaan untuk bisa bersikap seperti tadi, tapi syukur deh pikirku.


bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2