Diam-Diam Cinta

Diam-Diam Cinta
Mencari Renatta


__ADS_3

Kendaraan berhenti tepat di sebuah mall yang sangat besar itu. Parkiran terlihat pada oleh mobil-mobil mewah. Renatta mendadak gusar, jantung nya berdebar cepat. "Mungkin kita nonton lagi kali aja ya." Kata Renatta yang gugup melihat sekeliling nya banyak sekali manusia.


Ares tak menjawab, dia segera keluar, membuka kan pintu untuk Renatta, di luar dugaan, Ares mengulurkan tangan, dan mau tak mau, Ares mengamit tangan nya. Membiarkan jemari lentik nya berada dalam genggaman Ares. Kedua nya berjalan beriringan memasuki mall, menuju ke lantai dua puluh lima tempat acara film di langsung kan.


Mereka menaiki life, ada perasaan canggung di kedua nya, mereka berdua berkelana dengan pikiran mereka masing-masing, hingga life berhenti di lantai dua puluh lima. Kedua nya berjalan beriringan memasuki ruangan tempat nonton.


"Ah, tunggu dulu, tidak afdol jika hanya menonton saja tanpa cemilan atau minuman. Kamu tunggu di sini sebentar." Kata Ares lalu pergi membeli minuman dan cemilan untuk mereka makan selama acara menonton.


Renatta melihat ada kursi di dekat sana, dia menduduk kan bokong di sana sembari menunggu Ares yang sedang belanja. Hingga beberapa saat Ares datang dan kedua nya kini masuk ke dalam ruangan acara nonton film dan menyelisiri tempat di sana, memilih tempat untuk duduk.


Akhirnya mereka mendapatkan tempat duduk yang spesifik, di tengah-tengah di sebelah kanan, kedua nya segera melimpir sana lalu menduduk kan bokong mereka.


Selama acara nonton berlangsung. Renatta sangat menyimak dengan seksama alur cerita, dia pun terbawa suasana adegan terakhir yang dimana tokoh cowok dan cewek berhasil bersatu walaupun banyak rintangan dan halangan. Dia menangis melihat adegan itu.


Ares menyadari jika Renatta menangis karena kebawa perasaan segera menyondor kan tissue, "Nih, hapus ingus mu tuh, sudah bercucuran keluar." Kata Ares bercanda, membuat Renatta berhenti seketika.


"Apaan sih tidak kok." Ketus Renatta, meraih dengan kasar tissue yang di berikan oleh Ares.


Akhir nya acara nonton menonton pun selesai, mereka yang ingin keluar dari kursi nya, tidak sengaja Renatta menyenggol seseorang.


"Maaf kan saya." Kata Renatta merasa bersalah. Seseorang itu melihat dan menemukan orang yang amat di kenal nya.


"Renatta.. Pak Ares..?" Kata nya terkejut menemukan orang yang di kenal nya.


"Bu Kim Nana." Kata kedua nya hampir bersamaan.


"Apa kalian datang juga untuk menonton?" Kata Kim Nana pada kedua nya.


"Iya bu." Balas Ares tersenyum sementara Renatta hanya menunduk tidak enak karena ada kepala sekolah nya.

__ADS_1


Kim Nana melihat Renatta dari atas sampai ke bawa, "Apa mereka menjalin hubungan spesial.. aish.. tidak boleh di biarin." Batin Kim Nana merasa marah karena kedua nya begitu berdekatan.


"Ah iya, kita balik duluan ya bu.." Kata Ares lalu hendak berlalu pergi dan di beri anggukan oleh Kim Nana. namun baru selangkah Renatta menghentikan langkah Ares.


"Tungggu sebentar, saya ke toilet dulu." Kata Renatta.


"Baik lah." Balas Ares lalu melirik ke arah Kim Nana yang menatap nya.


"Ah kesempatan nih." Kata Kim Nana dalam hati, dia tersenyum penuh arti.


"Ah iya pak Ares, kalau begitu saya balik duluan ya." Kata Kim Nana lalu terburu-buru.


Kata Kim Nana ingin balik ternyata bukan balik ke rumah, dia menyusul Renatta yang pergi ke toilet. Kini Kim Nana sudah berada di toilet dan melihat ada seseorang yang menarik perhatian nya, yah siapa lagi kalau yang tak lain dan tak bukan Renatta. Cewek yang datang bersama Ares untuk menonton film.


Kim Nana tersenyum penuh siasat, lalu menyuruh semua orang yang berada di toilet itu keluar, kecuali Renatta. Mereka menurut karena takut dan tak ingin mencari masalah.


"Ada apa ya, bu?" Tanya nya begitu polos kepada Kim Nana yang berdiri di depan nya, memandang nya begitu tak suka.


"Bu, ada perlu apa dengan saya?" Dia kembali bertanya dengan penuh kehati-hatian.


"Iya, saya cuman mau ngasih tahu kamu buat jangan dekat-dekat sama pak Ares."


Renatta terlihat bingung." Emang nya kenapa bu? Ada masalah ya jika saya dekat-dekat dengan pak Ares." Kata Renatta polos nya.


PLAK!


Kim Nana menampar pipi Renatta begitu keras hingga Renatta meringis sakit dan muka nya terbuang ke samping.


"Saya peringatin buat kamu dari sekarang untuk jauhi pak Ares karena saya bakal ngelakuin apa pun buat nyingkirin orang yang ngehalangin saya ngedapatin apa yang saya mau. Ngerti nggak?" Ketus Kim Nana.

__ADS_1


Renatta terdiam, menunduk, tidak berani menatap mata sang lawan bicara.


"Woi! Saya ngomong sama kamu bukan ngomong sama tembok."


Bukan nya menjawab, Renatta malah terisak ketakutan karena seumur-umur dia tidak pernah memiliki pengalaman di labrak oleh orang dewasa apalagi ini kepala sekolah nya.


"Nggak usah cengeng deh, gitu aja nangis. Saya bakal ngelakuin hal yang lebih parah lagi kalau kamu nggak mau dengar kata saya. Ngerti, nggak?" Kim Nana menyentuh dagu Renatta, mengangkat wajah nya agar mau menatap, tetapi cewek itu tetap tidak mau menatap mata nya. Dengan cepat, Renatta mengangguk.


Kim Nana tersenyum penuh ketenangan, ternyata dia masih bisa menggunakan kekuatan nya untuk menakut-nakuti lawan nya seperti waktu SMA nya.


Kim Nana berbalik sambil mengibaskan rambut nya ke belakang, dia meninggal kan Renatta seorang diri. Gadis itu menunduk dalam menatap lantai ke bawah. Ternyata keinginan nya untuk memiliki sekarang benar-benar tidak mungkin. Dia tidak berani berurusan dengan Kim Nana, apalagi dia adalah kepala sekolah nya.


Keinginan nya untuk mengutakan perasaan nya kini sudah pupus. Lebih baik dia pendam saja dari pada di utarakan nya nanti akan menimbulkan masalah untuk nya ke depan nya.


Luar Kim Nana, mengunci pintu kamar mandi, dia tersenyum puas sekali. "Rasakan itu. Jangan pernah berurusan dengan ku rubah kecil." Kim Nana berlalu pergi.


Renatta mengerak-ngerakkan ganggang pintu, namun pintu kamar mandi tak kunjung terbuka. Dia berteriak-teriak juga, tapi tidak ada orang yang menyahut.


"Apa Bu Kim yang melakukan nya? Sebegitu benci nya pada ku?" Kata Renatta yang kini duduk di balik daun pintu.


Dia tidak bisa meminta bantuan kepada Ares karena HP nya di tinggal di tas nya dan tidak dia bawa. Tiba-tiba lampu kamar mandi kedap-kedip yang membuat nya semakin takut dan sesaat kemudian mati sempurna. Membuat nya meringkuk ketakutan sambil menangis sesenggukan.


Ares yang menyadari jika Renatta sudah lama pergi berinisiatif untuk menyusul nya, "Itu orang, kenapa lama sekali ke toilet, bikin apa saja?" Kata Ares jengkel.


Dia segera mencari Renatta ke toilet wanita, sebenar nya dia agak rada-rada geri takut di bilang mes*m atau apa lah, tapi dia beranikan diri karena waktu sudah semakin larut dan Renatta belum kunjung memperlihatkan batang hidung nya.


*****


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2