Diam-Diam Cinta

Diam-Diam Cinta
Chapter 24


__ADS_3

Seseorang wanita paruh baya mengangga tidak percaya dengan apa yang liat nya, "Kau sudah memastikan nya kalau informasi ini benar?" Tanya nya masih tidak percaya dengan informasi yang di bawa oleh orang kepercayaan nya.


"Iyo Nyonya, informasi ini sangat akurat, jika Nona Renatta adalah anak kandung Nyonya." Kata nya pelan.


Sarah merasa bersalah dengan perlakuan kepada Renatta tempo hari, "Nak. Maafkan Mama. Mama tidak berniat meninggalkan ayah dan kamu, sungguh sayang. Mama lakukan semua ini hanya Mama tidak tahan hidup miskin bersama ayah mu." Kata sarah memegang foto Renatta.


"Maafkan Mama, saat itu seharus nya Mama membawa mu pergi, tapi semua nya sudah terlanjut, Mama akan menembus kesalahan Mama. Kata nya mengusap air mata nya yang sudah sedari tadi menetes di pipi nya.


"Nyonya apa anda sudah memikirkan nya dengan matang-matang?" Tanya nya hati-hati tidak ingin membuat nyonya nya tersinggung.


"Saya takut, jika tuan tahu maka seluruh aset akan di ambil alih oleh nya semua, di tambah anak tiri anda Dila juga membenci anda, ini bisa menjadi bumerang bagi anda nyonya."


"Aku sudah memikirkan nya matang-matang Jo, siapkan mobil, kita akan pergi." Kata Sarah lalu beranjak dari kursi nya.


"Baik Nyonya." Kata nya, menunduk hormat lalu bergegas menyiapkan mobil untuk nyonya nya.

__ADS_1


Dan semua percakapan mereka di dengar oleh seseorang, dia tersenyum penuh arti di balik pintu jendela lalu bergegas pergi ketika Jo hampir di ambang pintu.


Kini Sarah dan sekretaris nya menuju ke kediaman Renatta, Sarah berdoa semoga saja Renatta tidak pernah membenci nya karena telah meninggalkan nya.


"Jo, apa nanti Renatta akan marah padaku?" Tanya Sarah merasa cemas.


"Menurut saya, mungkin tidak Nyonya. Nona Renatta anak baik, dia akan mengerti kondisi anda." Kata nya memberi kan pengertian kepada Nyonya nya yang merasa cemas.


"Kamu tau Jo, perkataan membuat ku sedikit merasa tenang. Terima kasih."


Renatta yang Di dalam kamar nya, yang baru selesai telepon dengan Ares merasa heran karena tidak biasa nya ada orang malam-malam yang bertamu di rumah nya, dan ingin kali pertama nya orang bertamu setelah ayah nya meninggal dunia.


"Jangan-jangan hanya orang iseng, mending di hiraukan aja." Kata Renatta menutup wajah nya dengan selimut.


Namun, dia mendengar suara bel berbunyi untuk kedua kali nya, "Mungkin benar-benar ada tamu ya." Pikir Renatta lalu bergegas ke ruang tamu.

__ADS_1


Sesampai nya di ruang depan, dia mengintip lewat kaca jendela dan menemukan wanita paruh baya, "Bukan nya itu Mama nya Dila, dia ada perlu apa ke sini?" Tanya Renatta heran.


Renatta lalu membuka pintu dan segera membuka pagar nya. Setelah pagar terbuka Sarah dengan sigap memeluk Renatta dengan erat. Renatta yang tidak tahu apa-apa hanya terdiam kaku tanpa respon apa-apa.


"Maafkan mama yang telah meninggalkan selama ini nak." Kata Sarah merasa bersalah dengan air mata nya yang bercururan.


"Mama?" Batin Renatta bertanya-tanya.


Renatta lalu melerai pelukan nya, "Maaf Nyonya anda salah orang, saya bukan anak anda." Kata Renatta tegas.


"Iya, Mama paham kamu tidak mengenal Mama karena sudah lama sekali Mama meninggalkan mu." Kata Sarah kepada Renatta yang masih bingung.


****


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2