Diam-Diam Cinta

Diam-Diam Cinta
Episode 32. Penculikan


__ADS_3

Ryuga dan Elena berencana kembali ke kota Medan, kota kelahiran mereka berdua. Elena lebih duku menghubungi Mama Raina untuk memberitahukan kabarnya. Sudah 4 tahun ini dia tidak pernah menghubungi Mama dan Papanya. Elena memberitahukan tentang kehadiran Aries di hidupnya dan juga kenyataan jika Ryuga adalah Ayah kandung dari anaknya.


Meskipun awalnya Mama Raina merasa terkejut, tetapi wanita itu senang karena kini dia memiliki seorang cucu yang menggemaskan. Begitu pula dengan Papa Benny yang langsung meminta Elena untuk kembali secepatnya.


"Ma, Pa, maafkan Elena. Sudah bertahun-tahun membuat Mama dan Papa khawatir tanpa memberi kabar. Elena benar-benar minta maaf."


Elena menangis sambil meminta maaf. Selama ini, dia sangat merindukan Mama dan Papanya. Namun karena merasa malu, Elena tidak berani menghubungi kedua orang tuanya. Meskipun dia kesulitan dalam mengasuh Aries seorang diri dan juga harus bekerja keras demi memenuhi kebutuhan Aries, Elena tidak pernah sekalipun menelepon kedua orang tuanya.


"Elena, jangan menangis lagi sayang! Bukan salah kamu, semua ini cobaan untuk kamu. Jangan menangis lagi ya, Nak!" bujuk Mama Raina yang sakit hati melihat air mata Elena melalui video call.


"Kamu kapan pulang?" tanya Papa Benny.

__ADS_1


"Mungkin tiga hari lagi, Elena tungguin Ryuga. Dia masih harus membereskan pekerjaan di kantor yang sudah tertunda beberapa hari ini." jawab Elena sambil menghapus air matanya.


"Papa dan Mama menunggu kepulangan kalian. Jangan menyalahkan diri sendiri lagi, kamu harus tahu, Mama dan Papa akan selalu ada buat Elena. Jadi jangan menyimpan semua luka sendirian, bukankah itu gunanya keluarga? Saling berbagi, senang maupun susah, kita akan menghadapi semuanya bersama-sama." nasehat Mama Raina.


Elena mengangguk, dia masih sesenggukan karena menangis terlalu lama. Setelah percakapan di telepon berakhir, Elena kembali menangis sepuasnya di dalam kamar.


Waktu sudah menunjukkan pukul 6 sore, Ryuga baru selesai mengerjakan pekerjaannya. Leo mengantar Ryuga kembali ke apartemen, seperti biasa, dia akan membukakan pintu mobil untuk bosnya setelah tiba. Namun kali ini, Ryuga membuka pintu lebih dulu. Dia buru-buru turun dari mobil lalu berjalan cepat masuk ke dalam apartemen.


"Pasti nggak sabaran untuk ketemu sama Nona Elena dan Tuan Muda kecil Aries." benak Leo.


"Mama lagi di kamar, Aries nggak di bolehin masuk sama Mama." jawab Aries sambil menyusun mainan puzzlenya.

__ADS_1


Ryuga segera berjalan ke kamar Elena, dia membuka pintu secara perlahan dan masuk ke dalam kamar. Elena tertidur dengan mata yang masih berair, dia memegang secarik foto keluarga yang sudah agak usang.


"Elena, kenapa kamu terus menyiksa dirimu sendiri? Dasar bodoh!" benak Ryuga.


Ryuga membelai wajah Elena pelan, dia merasa kasihan terhadap Elena yang memiliki beban berat di dalam hati. Beban yang sudah menyiksa hidup Elena selama 4 tahun lamanya.


Sementara itu, di sebuah ruangan gelap gulita. Seorang laki-laki berwajah brewokan sedang menatap foto Elena sambil mengumpat dan mengucapkan sumpah serapah. "Aku akan menyiksamu sampai kebencian ini terpuaskan!" ucap laki-laki itu dengan tatapan yang penuh dendam.


Tiga hari berlalu, Elena dan Ryuga kembali ke kota kelahiran dengan membawa Aries bersama-sama. Aries sangat bersemangat karena mendengar dirinya akan bertemu dengan kakek dan juga neneknya. Mereka baru saja tiba di parkiran bandara, Elena menggandeng tangan Aries sementara Leo dan Ryuga menurunkan barang-barang dari bagasi mobil.


Seorang pria menatap Elena dengan niat jahat, pria itu mengenakan topi hitam dan kaca mata hitam untuk menyembunyikan wajahnya. Melihat Elena tengah lengah, pria itu berlari mendekat dan langsung menarik Aries dari tangan Elena.

__ADS_1


"Aries!" jerit Elena dengan suara tinggi, membuat semua perhatian tertuju ke arahnya.


^^^BERSAMBUNG...^^^


__ADS_2