
Ryuga mengeluarkan laporan hasil test DNA miliknya dengan Aries, dia melemparkan surat hasil test itu ke wajah Bobby. Laki-laki itu mengambil lalu membaca isi surat laporan tersebut. Dia langsung terduduk lemas karena kehilangan tenaga. "Tidak, tidak mungkin!" serunya drngan wajah panik dan putus asa.
"Ada apa sih dengan laki-laki ini? Kenapa dia sangat kecewa mengetahui jika Aries bukan anaknya?" tanya Elena dalam hati.
"Semua bukti sudah jelas, kami akan menahan Nyonya Bertha. Silahkan ikut dengan kami!" ujar Polisi yang bernama Herri seraya memborgol kedua tangan Bertha.
Ryuga mengalihkan pandangannya ke arah Elena, wajah yang kejam dan dingin itu langsung berubah lembut dan perhatian. "Ayo pulang!" ajaknya sambil tersenyum ramah.
Elena mengangguk, dia melirik sebentar ke arah Bobby yang masih terduduk di atas lantai. "Laki-laki yang aneh!" benak Elena.
Bobby ternyata di vonis tidak bisa memiliki keturunan setelah kecanduan alkohol yang parah. Dia mendapat kabar jika Elena sudah memiliki anak dari Safira. Wanita itu meyakinkan Bobby jika Aries adalah anaknya. Bobby sangat senang mendengar kabar tersebut karena Aries satu-satunya harapan untuk Bobby bisa memiliki keturunan. Tapi ternyata semua hanya kebohongan yang di ciptakan oleh Safira.
Safira melihat Elena dan Aries di bandara, dia merasa marah dan dendam kepada mereka berdua. Mengetahui jika kedua orang itu belum menyadari kejadian yang sebenarnya, Safira tersenyum licik. Wanita itu lalu mengarang, mengatakan kepada Bobby jika Aries adalah anaknya.
Bobby sebenarnya tidak pernah masuk ke kamar Elena, dia di berikan kartu yang salah ketika berada di dalam lift bersama seorang pelayan yang di tugaskan untuk mengantar Ryuga ke kamar Safira. Alhasil, Ryuga malah berada di kamar Elena dan Bobby masuk ke kamar Safira.
__ADS_1
Sementara Safira sendiri sudah menghirup aroma lilin yang berguna sebagai obat perangs*ng ketika masuk ke dalam kamar yang di siapkan oleh ayahnya. Dia mengira jika Bobby adalah Ryuga, hingga menjelang pagi, Safira baru menyadari jika laki-laki yang berada di sampingnya ternyata adalah Bobby.
Safira memerintahkan dua orang pengawalnya untuk memindahkan Ryuga sebelum mereka terbangun. Namun saat dipindahkan, Ryuga ternyata terbangun dan langsung melarikan diri. Dia kembali ke apartemen untuk mencari keberadaan Elena tanpa menyelidiki kejadian yang sudah terjadi terhadap dirinya.
Satu-satunya orang yang mengetahui kesalahan itu adalah Safira dan kedua pengawalnya. Wanita itu sengaja menyembunyikan kenyataan yang sebenarnya agar Ryuga tidak semakin dekat dengan Elena. Rencananya memang berhasil, namun dia tidak menyangka jika Elena malah hamil dan melahirkan Aries di negara lain.
Kini semuanya sudah terungkap, Aries adalah anak kandung Ryuga dan Elena. Meskipun mereka tidak mengetahui kejadian yang sebenarnya, fakta jika Aries adalah anak Ryuga tidak bisa di bantah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ryuga dan Elena kembali ke apartemen, Elena memandikan Aries lalu menidurkannya di kamar yang sudah di siapkan oleh Ryuga. Wanita itu kemudian berjalan ke ruang tamu untuk berbicara berdua dengan Ryuga.
Belum sempat Elena mengucapkan kalimat yang ingin dia katakan, Ryuga tiba-tiba berlutut di depannya dengan memegang sebuah cincin berlian.
"Menikahlah denganku!" ucap Ryuga sambil menatap mata Elena.
__ADS_1
"Tapi aku tidak ...!"
"Tidak apa-apa jika kamu tidak mencintai ku. Setidaknya demi Aries, menikahlah denganku!" pinta Ryuga memotong kata-kata Elena.
"Baiklah, tapi aku memiliki syarat!" ucap Elena dengan wajah serius.
"Katakan, apa saja syarat darimu? Aku akan menerimanya." sahut Ryuga dengan cepat.
"Kamu harus berjanji untuk tidak berselingkuh dariku. Jika suatu hari nanti kamu menyukai wanita lain, tolong katakan kepadaku. Kita bisa berpisah secara baik-baik, jangan ada perselingkuhan!" ucap Elena menyebutkan syarat darinya.
"Dasar bodoh! Aku hanya menyukai dan mencintaimu. Dulu, sekarang dan di masa depan, hanya ada kamu!" benak Ryuga.
"Baiklah, aku menerima persyaratan darimu." jawab Ryuga yang lalu menarik tangan Elena. Dia menyematkan cincin berlian di jari manis Elena lalu mengecup kedua pipi dan bibirnya.
"Kita akan menikah secepatnya, kabari Mama dan Papa. Kita harus pulang untuk mengadakan pesta bersama keluarga." ucap Ryuga bersemangat.
__ADS_1
Elena mengangguk menyetujui perkataan Ryuga. Meskipun dia masih ragu untuk menjalani kehidupan berumah tangga, Elena harus memaksakan diri demi Aries. Dia tidak ingin Aries tumbuh tanpa sosok seorang ayah, apalagi ayah dari anaknya itu ternyata adalah sahabat baiknya sejak kecil. Elena hanya tidak tega memisahkan mereka berdua sehingga dia menerima lamaran dari Ryuga.
^^^BERSAMBUNG...^^^