Diam-Diam Cinta

Diam-Diam Cinta
Episode 26. Rumah Sakit


__ADS_3

"Ayo ikut aku!" pinta Ryuga. Dia memegang telapak tangan Elena, mereka berjalan keluar dari kamar, menuju ke lobby hotel.


Sesampainya di lobby, Ryuga meminta seorang karyawan hotel untuk memanggil taxi. Setelah menunggu beberapa menit, karyawan tersebut kembali dan memberitahukan kepada Ryuga jika taxi sudah berada di depan.


"Terima kasih." ucap Ryuga yang lalu membawa Elena keluar dari hotel. Dia masuk ke dalam mobil taxi yang berhenti di depan pintu. "Ke rumah sakit terdekat!" ucapnya kepada supir taxi.


Mobil berjalan perlahan, membawa pasangan itu menuju ke rumah sakit. Setelah 20 menit, mobil taxi berhenti depan pintu rumah sakit. Ryuga memberikan ongkos taxi kepada supir, dia lalu membawa Elena turun dari mobil.


Elena berdiam diri, dia tidak melangkahkan kaki ketika Ryuga menariknya perlahan menuju ke pintu rumah sakit. Ryuga berbalik badan, dia menatap Elena yang sedang menundukkan wajahnya. "Kenapa? Kaki kamu sakit? Nggak bisa jalan? Mau aku gendong?" tanyanya bertubi-tubi.


"Bukan, aku-- aku benar-benar nggak sanggup membayar biaya rumah sakit." ujar Elena dengan wajah datar.


"Bukankah ada aku di sini? Aku bisa membayar tagihan rumah sakit untukmu!" sahut Ryuga dengan raut wajah yang serius.

__ADS_1


"Tapi aku nggak mau, aku nggak mau mengharapkan orang lain." tolak Elena dengan tegas.


"Bagi kamu, aku hanya orang lain?" tanya Ryuga dengan raut wajah yang mulai kesal.


"Bukan begitu maksud aku! Aku...!" Elena berniat menjelaskan, namun Ryuga segera membungkam bibirnya dengan ciuman.


"Uhm...!"


"Sekarang, apakah aku masih sekedar orang asing?" tanya Ryuga begitu melepaskan bibir Elena.


Melihat Elena diam mematung, Ryuga mengangkat tubuh kecil Elena. Dia menggendong Elena memasuki pintu rumah sakit, langkah kakinya menuju ke ruang UGD. Setibanya di UGD, Ryuga membaringkan Elena di salah satu tempat tidur yang masih kosong.


"Tolong periksa kakinya!" perintahnya kepada salah satu petugas di rumah sakit.

__ADS_1


Setelah menunggu beberapa saat, seorang dokter tiba di ruang UGD. Dokter tersebut adalah seorang wanita cantik yang mungil dan berwajah manis. Minami, nama dokter itu. Dia segera memeriksa kaki Elena yang membengkak.


"Pasien baik-baik saja, hanya sedikit terkilir. Saya akan memberikan resep obat untuk meredakan rasa sakitnya." ucap Dokter Minami, wanita itu lalu memberikan resep obat kepada Ryuga. "Silahkan tebus obatnya di apotik lantai 2." ucapnya lagi, memberitahu letak apotik berada.


Ryuga menatap Elena, dia lalu berkata kepadanya, "Tunggu sebentar di sini, aku pergi ambil obatnya dulu."


Elena mengangguk pelan, dia melihat punggung Ryuga yang perlahan menghilang dari pandangannya. "Suatu hari nanti, kamu juga akan menghilang dari hidupku." gumam Elena dengan perasaan sedih.


Dia menganggap semua kebaikan Ryuga terhadapnya hanya sebatas kasih sayang seorang sahabat. Elena berpikir, jika nantinya Ryuga menemukan tambatan hati, dia akan meninggalkan Elena sendirian. Tidak akan ada lagi perhatian dan kasih sayang yang seperti sekarang.


"Pada akhirnya, aku masih harus berjuang sendirian. Elena, jangan terlalu berharap dari situasi sekarang. Tidak akan ada laki-laki yang bisa menerima tubuh wanita kotor sepertimu! Sadarlah, sadar Elena!" batin Elena.


^^^BERSAMBUNG...^^^

__ADS_1


__ADS_2