
Ryuga dan Elena tiba di depan rumah keluarga Winata, mereka turun dari mobil lalu berjalan ke depan pintu. Ryuga membunyikan bel rumah bebebrapa kali sebelum seseorang membukakan pintu.
Seorang wanita paruh baya keluar dari balik pintu, dia bertanya kepada Ryuga dan Elena. "Maaf, cari siapa yah?"
"Mencari anak kami yang di culik!" sahut Ryuga dengan nada ketus. Dia menarik tangan Elena untuk memasuki rumah tanpa menunggu izin dari pemiliknya. "Aries!" panggilnya sembari menelusuri seisi ruangan yang ada di rumah besar itu.
"Aries!"
Elena ikut memanggil dengan suara keras. Mereka membuka satu persatu pintu yang ada di dalam ruangan. Sementara wanita paruh baya yang tadi membukakan pintu melihat kedua tamu tak di undang itu dengan wajah terkejut dan juga panik.
"Kalian siapa? Kenapa masuk sembarangan ke rumah orang?" tanyanya sambil mengejar dari belakang.
Ryuga menghentikan langkahnya, dia berbalik menatap wanita itu kemudian bertanya dengan wajah yang marah. "Di mana kalian menyembunyikan Aries?"
"Aries siapa? Tidak ada yang namanya Aries di rumah ini." jawab wanita tersebut dengan wajah kebingungan.
__ADS_1
Ryuga tidak menemukan kebohongan di mata wanita itu, dia berpikir kemungkinan jika Aries belum di bawa ke rumah keluarga Winata.
"Tit Tit!"
Sebuah mobil baru saja tiba di depan rumah, seorang wanita turun bersama seorang laki-laki yang menggendong Aries di pelukannya. Aries sedang meronta dan menangis histeris sambil menyebut kata "Mama" berulang kali.
"Mama, aku mau Mama. Kalian orang jahat! Mama... Aries takut. Aries mau Mama...!"
Ryuga dan Elena segera berlari keluar rumah. Melihat Aries yang menangis hingga matanya membengkak, Ryuga sangat marah sampai-sampai dia ingin membunuh laki-laki yang sedang menggendong paksa anaknya. Bobby Winata, nama dari laki-laki tersebut. Dia yang sudah menerima tawaran dari Safira untuk menghabiskan malam bersama Elena.
"Apa yang kalian lakukan di rumah orang? Kalian mau di tuntut hah?" ancam wanita tua yang mengaku sebagai nenek Aries.
"Kau lah yang akan di tuntut!" jawab Ryuga dengan wajah dingin yang sedingin kutub utara.
Suara sirine terdengar mendekati rumah keluarga Winata, tidak lama kemudian, dua mobil polisi berhenti di depan rumah. Dua petugas polisi turun dari mobil lalu berjalan masuk ke dalam pekarangan.
__ADS_1
"Maaf, kami mendapat laporan dari Pak Ryuga atas kasus penculikan Aries, anak dari Elena. Siapa yang bernama Bertha Winata?" tanya seorang polisi yang bernama Herri.
Wajah wanita itu langsung berubah pucat, dia tidak menyangka mereka akan langsung melaporkan hal ini ke polisi. Sementara anaknya, Bobby masih berdiam diri dengan pikiran yang kosong karena terkejut melihat polisi mendatangi rumahnya.
"Pak, ini cuma salah paham. Dia ini anak saya, ibu saya sama seklai tidak menculiknya." ucap Bobby setelah menyadari situasi sulit yang sedang mereka hadapi.
"Tidak Pak, dia sudah menculik anak saya dari Jepang dan di bawa paksa hingga kemari. Saya minta Bapak untuk menghukum orang-orang ini!" sanggah Ryuga dengan emosi tinggi.
"Jaga bicara kamu ya! Dia ini anak aku, aku yang tidur berasamanya 4 tahun yang lalu!" bantah Bobby yang tak kalah emosi dengan Ryuga.
"Hahaha...! Kamu yakin kamu nggak salah orang?" tanya Ryuga setelah menertawakan kebodohan Bobby.
"Nggak mungkin salah! Safira jelas-jelas menunjukkan wajah wanita itu kepadaku!" sahut Bobby sembari menunjuk Elena yang berdiri di samping Ryuga.
^^^BERSAMBUNG...^^^
__ADS_1