
Dalam detik demi dekit waktu yang berputar, akan selalu ada cerita disetiap harinya. Entah sesuatu yang membuat kita merasa bahagia, ataukah sesuatu yang menjadi kabut duka di dalam jiwa.
pagi ini alaram terus berbunyi, terlihat seorang gadis yang masih meringkuk dibawah selimutnya, dengan malas ia menyingkapkan selimut dan meraih ponsel di atas nakas sembari duduk bersandar pada kepala ranjang, dilihat waktu menunjukkan pukul 03.45.
Setelah beberapa saat berusaha melawan rasa kantuk, dia pun bergegas kekamar mandi dan membasuh wajah. Hingga akhirnya memutuskan untuk mandi dan bersiap untuk melaksanakan shalat subuh.
Dia adalah Aisyah Ulfatunnisa. seorang siswi di SMA Harapan Bangsa. Biasa di panggil Ais, dan kini berada di bangku kelas 11.
Fajarpun menyingsing, terdengar kumandang suara azan yang begitu merdu, Ais pun sudah selesai dengan ritual mandinya dan mulai bersiap untuk mengerjakan shalat subuh di dalam kamarnya. Setelah selesai mengerjakan kewajiban, Ais pun keluar dari kamar yang berada di lantai dua rumahnya menuju kearah dapur.
Sesampai di dapur terlihat seorang wanita paruh baya yang sedang sibuk mempersiapkan bahan makanan untuk sarapan pagi ini. Wanita paruh baya itu adalah bunda Sofi. Ibunda dari Ais, yang masih terlihat sangat cantik meskipun sudah menginjak kepala empat.
__ADS_1
................
Ditempat yang berbeda terlihat dua orang laki-laki yang baru saja memasuki pekarangan rumah.
Dengan mengenakan baju koko ditambah sarung yang melilit pada pinggangnya, mereka terlihat begitu tampan.
Mereka adalah kakak adik yang sangat kompak, yaitu Adam dan Agam. Mereka kakak beradik hanya berbeda 2 tahun, yang mana Adam kini sedang melanjutkan studinya di salah satu universitas di kota A. Sedangkan Agam yang kini masih duduk dikelas 12, di sekolah SMA Harapan Bangsa.
.............
Kini waktu menunjukkan pukul 05.40. Ais kembali kekamarnya dan bersiap mengenakan seragam sekolahnya, tidak lupa dengan jilbab yang cukup panjang hingga menutupi sampai kebawah dadanya. Meskipun tak jarang dia mendengar teman-temannya mengatakan bahwa gayanya seperti ibu-ibu. Tapi dia hanya bersikap acuh, karena baginya lebih penting untuk menutup aurat dengan sempurna daripada harus mendengarkan cibiran orang lain. Setelah persiapannya dirasa cukup, Ais pun pergi menemui kedua orangtuanya yang sudah menunggu di meja makan. Disela-sela sarapan pagi mereka berbincang-bincang kecil dan sesekali diselingi dengan tawa kecil. Sungguh pagi yang indah bukan. Hingga akhirnya sarapanpun selesai dan Ais siap untuk pergi kesekolah dengan di antar oleh supir pribadinya. Tak lupa sebelum berangkat ia menyalami punggung tangan ayah dan bundanya. Hingga akhirnya Ais pun berada diperjalanan menuju sekolah dengan di ikuti sang ayah dengan mobil berbeda yang hendak pergi kekantor.
__ADS_1
.............
Ditempat lain, Agam dan kakaknya sedang sarapan bersama Mami Dian. Kini mereka hanya bertiga dikarenakan papi Faiz sedang berada diluar kota. Sarapan pagi di kediaman Muhammad Faiz Pratama sangatlah berbeda akibat ulah kedua putranya yang begitu jail kepada sang mami. Ruang makan itu dipenuhi dengan canda tawa dan sesekali keributan kecil yang terjadi antara Adam dan Agam. Meskipun mereka terkenal kompak tetapi juga sering ribut layaknya Tom and Jerry. Dan Mami Dian hanya bisa menghela nafas panjang melihat kelakuan kedua putranya. Hingga waktu menunjukkan pukul 06.30, Keduanya menyelesaikan sarapan dan berpamitan kepada Mami Dian. setelah itu bersiap pergi kekampus dan sekolah dengan mengendarai motor masing-masing.
...........
Hai teman-teman, ini tulisan pertamaku. semoga kalian suka ya dengan tulisan receh ini. Jika masih banyak kekurangan mohon kritik dan saran yang membangunnya ya...
semoga suka, jangan lupa like dan komennya ya😁
...........
__ADS_1