Diamku, Untukmu

Diamku, Untukmu
Kedua


__ADS_3

Waktu menunjukkan pukul 06.50. Ais baru saja sampai di depan sekolahnya dan berjalan memasuki gerbang sekolah. Tiba-tiba dari arah luar gerbang sekolah terlihat seseorang yang mengendarai sepeda motornya memasuki pintu gerbang dengan kecepatan rendah dan memasuki area parkiran sekolah.


Setiap mata dari para siswi sekolahnya terus tertuju pada si pengendara sepeda motor itu, dan tak sedikit yang menyapa dengan senyum di wajah mereka dengan dibuat semanis mungkin untuk si pengendara motor itu. Ais hanya menggelengkan kepalanya dan mengalihkan pandangannya fokus kepada jalanan menuju kelas.


Dia sangat tau siapa orang yang mengendarai sepeda motor itu, karena si pengendara motor adalah cowo plus kakak tingkat terpopuler disekolahnya. Dia adalah Muhammad Agam Pratama.


Agam sampai di parkiran, dilihatnya dua orang yang tidak asing baginya sedang duduk di atas motor masing-masing. Mereka adalah Lio dan Rafa, kedua sahabatnya. Dia berjalan kearah keduanya.


"Wah kayaknya fans lo makin banyak aja bro." Ucap Lio sambil melihat kesekeliling mereka dimana banyaknya siswi yang terus menatap kearah Agam.


"iya, gak ada yang mau lo pacarin apa. sayang, banyak yang cantik-cantik juga." goda Rafa.


"Apaan sih lo bedua." Agam berlalu pergi meninggalkan parkiran dengan diikuti kedua sahabatnya.


"Lo kayak enggak kenal si Agam aja Raf, mana mau dia pacaran. Prinsip hidupnya kan pacaran setelah halal." jelas Lio dengan gayanya yg songong membuat Agam geleng-geleng melihatnya.


"iya gue tau, tapi sayang banget ada yang cakep di anggurin. mending lo kasi ke gue bro." timpal Rafa yang dijuluki playboy disekolahnya.


"Elah sadar diri kenapa sih lo, masih gantengan gue dibanding elu. kalaupun mereka berpalinv dari Agam, udah pasti yang dilirik bakalan gue." balas lio dengan tak kalah percaya dirinya. Agam masih menjadi pendengar yang baik untuk kedua sahabatnya itu. Enggan untuk menimpali. sementara keduanya masih berdebat tentang siapa yang lebih baik setelah Agam. Hingga akhirnya mereka sampai di depan kelas.


Yah Agam memang menjadi pribadi yang berbeda ketika diluar rumah. Dia terlihat begitu cuek pada orang yang tidak dekat dengannya.


Ais sudah berada di dalam kelas dan bersiap untuk memulai pelajaran. Hari ini adalah mata pelajaran biologi, dan guru biologi baru saja memasuki kelas.


"Selamat pagi anak-anak, baiklah sudah dipersiapkan semua buku pembelajaran sama alat tulisnya?" tanya bu isna selaku guru biologi.


"sudah bu." para siswa dan siswi menjawab serempak.


"Baiklah, hari ini kita akan melanjutkan materi sebelumnya. Buka Bab 8, bagian Gangguan Sistem Respirasi."


"Baik bu."


seiring waktu berjalan, kini tiba saatnya istirahat dan pembelajaran harus dilanjutkan pada pertemuan berikutnya. Bu guru pun pergi meninggalkan kelas dan diikuti beberapa siswa yang akan pergi kekantin.


Ais masih duduk di kursinya, menunggu sahabatnya Dita yang masih sibuk memoles wajahnya dengan make up.


"Berapa lama lagi sih Ta? nanti keburu gak ada tempat duduk di kantin." pertanyaan Ais menghentikan pergerakan Dita sejenak.

__ADS_1


"Bentar lagi napa Ais, tanggung ini. dikit lagi, aku tu mau ketemu sama babang ganteng Agam jadi harus cantik pol." jawab Dita dengan santai.


"Iya, tapi nggak usah yang berlebihan juga. kamu tuh udah cantik. sini aku liat." Ais meletakkan kedua tangannya di wajah Dita dan mengalihkannya ke cermin.


"Nah kan udah cantik, udah ayok keburu tempat duduknya penuh. udah lapar juga." ajak Ais sambil menarik tangan Dita.


"Iya udah deh, benarkan aku cantik?" Tanya Dita pada Ais, dibalas anggukan dan acungan jempol dari Ais.


Sesampainya dikantin. Benar saja, semua tempat duduk hampir tidak ada yang kosong kecuali tempat yang ditempati ketiga orang yang sangat keduanya kenal.


"Jadi kita mau duduk dimana?" tanya Ais dengan nada yang lesu. Sementara Dita tersenyum manis dan menarik tangan Ais.


"Permisi, maaf kakak-kakak, udah nggak ada tempat kosong lagi, kita boleh gabung disini gak?" Tanya Dita dengan tersenyum manis kearah ketiga orang itu. Sementara Ais terus menunduk dan berdiri dibelakang Dita dan berusaha membawa sahabatnya itu mencari tempat lain. Tapi sayangnya memang tidak ada pilihan lain.


"Udah, diam aja. Biar aku yang urus." bisik Dita kepada Ais. Ais hanya bisa pasrah dengan sahabatnya ini.


"Oh dengan senang hati adik-adik manis." balas Lio sembari tersenyum kepada Ais dan Dita.


Dan dengan cepat Dita memilih duduk disamping Agam.


Sementara Agam memasang wajah yang sedikit kesal dan menatap kearah kedua sahabatnya.


"Ta, kamu mau pesan apa? biar aku pesenin." tanya Ais.


"Bakso aja Ais, sama es jeruk." jawab Dita.


"Ok." balas Ais singkat.


Dita terus menatap kearah Agam dan tersenyum. Sementara Agam merasa risih akan hal itu dan akhirnya suasana yang kaku terpecahkan oleh pertanyaan Rafa.


"Kalian berdua dari kelas 11 IPA 2 kan?" tanyanya.


Seketika lamunan Dita buyar mendengar partanyaan itu.


"Oh i..iya kenapa kak? oh iya kak dari kelas 11 IPA 2. Kok kakak tau?" tanya Dita sedikit penasaran.


"Yah soalnya kakak sering liat kalian, dan teman kamu kan si kutu buku itu terkenal." Balas Rafa sambil melirik kearah Ais yang kini membawa nampan berisi 2 makanan dan minuman.

__ADS_1


"Makasih Ais." Dan dibalas senyuman oleh Ais.


Lio menatap bengong kearah Rafa.


"Kamu? gak salah denger gue? lo pake kamu? wah dahsyat." sembari bertepuk tangan.


"Diem lo, bacot aja." balas Rafa tak terima di ejek oleh Lio dan Agam hanya tersenyum melihat kelakuan dua sahabatnya.


"Gak papa kok kak, lo gue aja gak apa-apa. gue juga pake aku kamu cuma sama Ais aja, karena anaknya super lembut banget." jawab Dita sambil melirik Ais dan dibalas anggukan oleh Lio dan Rafa.


Lio melirik kearah Ais dan berusaha membuka percakapan.


"Ais kok diam aja, gak usah takut sama kakak. kakak mah cowo baik-baik." dengan masih melirik kearah Ais.


"Gak apa-apa kak." jawab Ais sekenanya.


"Hati-hati Ais, biasanya yang bilang dirinya baik sebenarnya itu yang bahaya." timpal Rafa dan mendapati pukulan dari Lio.


sementara Agam yang sedari tadi sebenarnya memperhatikan Ais dengan diam-diam terukir sedikit senyum diwajahnya, namun tidak ada yang menyadari.


Merekapun menyelesikan kegiatan makannya dan bergegas menuju kelas masing-masing.


Sementara Agam melirik kearah Ais sejenak dan berlalu pergi. Tanpa Agam sadari, ternyata Lio memperhatikannya.


"Lo suka ya sama si Ais?" tanya Lio tiba-tiba dan membuat Agam sedikit terkejut namun masih bisa mengendalikan ekspresi wajahnya sehingga tidak tertangkap basah.


"Apaan si, biasa aja." balasnya dengan muka datarnya.


Hanya saja Lio tidak menyerah dan masih ingin memojokkannya.


"Gak usah bohong deh lo Gam, lo tu gak pernah merhatiin cewe kayak gitu. kalau suka bilang aja kali, sebelum gue embat." timpalnya dengan ekspresi songongnya.


sementara Rafa masih mendalami isi cerita dengan ekspresi sedikit tidak percaya.


"Lo benaran suka Gam sama tu cewe? kalau iya, yaudah gue mundur." dengan ekspresi yang dibuatnya sedih hingga membuat Agam dan Lio tertawa.


Sementara bel pun berbunyi dan ketiganya memasuki kelas.

__ADS_1


.........


__ADS_2