Diamku, Untukmu

Diamku, Untukmu
..............


__ADS_3

Suasana di ruangan BK tampak riuh. Kini bukan para siswi lagi yang membuat keributan melainkan orangtua mereka sendiri.


Melihat suasana diruangan itu yang semakin riuh, Dita memilih kabur dan berlari menuju UKS.


Dengan ngos-ngosan Dita sampai diruangan UKS, tapi dia tidak mendapati Ais yang semula terbaring di salah satu ranjang ruangan itu. Dengan perlahan Dita duduk didekat bu Sinta, sontak bu Sinta pun menoleh kepada Dita.


"Ais tadi udah di bawa kerumah sakit sama Agam dan bu Sofi." Mendengar hal itu Dita sedikit terkejut.


"Kok kak Agam ikut bawa Ais ke rumah sakit bu?" dengan wajah Dita yang kebingungan.


"Ibu juga tidak tahu, tapi sepertinya bu Sofi mengenali Agam." mendengar hal itu Dita kembali ke kelasnya untuk mengemasi barang-barang miliknya juga Ais. Sesampainya di depan kelas, terdengar kelas begitu berisik pertanda bahwa jam kosong. Dita pun langsung masuk kedalam kelas tanpa memperdulikan teman-temannya. Melihat kedatangan Dita suasana kelas mendadak jadi hening.


Dita berjalan kearah mejanya dan mengemasi barang miliknya juga Ais.


Tiba-tiba dari arah pintu Refan masuk dan melihat Dita yang mengemasi barang-barangnya.


"Lo mau pulang Ta?" Dita hanya mengangguk.


"Udah izin mau pulang? ini ada tugas biologi." Dita menoleh sesaat dan membuang nafasnya kasar.


"Udah tugasnya untuk kalian aja, lagian gue diskors selama seminggu jadi gak perlu ngerjain tugas. udah fan gue mau pulang dulu. Sekalian mau liatin Ais di rumah sakit." mendengar itu teman-teman yang lain mulai kepo, melihat hal itu Dita pun menyerahkan semua penjelasan kepada Refan.


"Udah, gak usah natap gue gitu. Muka lo pada yang keliatan kepo banget gue udah tahu. Tanya aja semuanya ke Refan. Gue pergi dulu." mendengar jawaban Dita sontak mereka semua menoleh ke arah Refan.


"Buset dah tu anak, main pergi gitu aja." gumam Refan.


"Kalau lo pada mau tau, jenguk aja Ais nanti. Gue juga gak tau." Refan pun enggan untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada Ais.


"Udah, sekarang kerjain tugas biologi nih." mendengar hal itu mendadak semuanya jadi terlihat tak bersemangat.


"Bukan main ya kalian, ngerjain tugas aja malas. Gosip mah nomor satu." mendengar cibiran Refan semuanya jadi bersikap acuh seolah tak mendengar. Melihat hal itu Refan hanya berdecak dan menggelengkan kepalanaya.


Rumah Sakit Husada, inilah tempat dimana Ais dirawat. Terlihat seorang siswi dengan seragam sekolah yang berantakan kini turun dari sebuah taksi, dengan dua tas sekolah yang dia bawa dikedua tangannya.

__ADS_1


Setelah turun dari taksi, seorang siswi itupun bergegas masuk kedalam rumah sakit. Dia adalah Dita.


Dita berjalan menuju ruangan dimana Ais dirawat. Sesampainya didepan ruangan, Dita mengetuk pintu lalu masuk.


"Assalamualaikum Bunda." Sapanya pada Bunda Sofi.


"Waalaikumsalah nak." Bunda Sofi tersenyum melihat kedatangan Dita.


Mata Dita tertuju pada sofa yang kini tengah duduk seseorang yang sangat dia kenalai. Menyadari hal itu Bunda Sofi pun memperkenalkan.


"Oh iya ini nak Agam, Dita. Dia anaknya teman Bunda. Tadi Bunda minta bantu sama Agam jagain Ais." mendengar itu Dita mengangguk dengan senyuman penuh arti.


"Oh gitu ya Bunda." ucapnya sambari tersenyum menatap Agam. Bunda yang melihat kelakuan Dita segera menarik Dita untuk duduk disamping ranjang Ais.


Dita menatap Ais lekat, melihat wajah sahabatnya yang kini terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit.


"Ais belum sadar juga Bunda?" dengan air matanya yang lolos begitu saja.


"Tadi Ais sudah sadar, cuma karena dia masih syok atas kejadian tadi ketika sadar Ais terus menangis. Akhirnya oleh dokter diberikan obat tidur." jelas Bunda dengan sendu sambil menatap putrinya.


Bunda Sofi dan Agam kini sudah berada di Rumah Sakit Husada.


Kini Ais sudah berada di dalam ruangan pemeriksaan dan dokter sedang memeriksa keadaannya.


Dari hasil pemeriksaan tidak ada luka yang serius, hanya saja ada trauma pasca kejadian.


Tidak lama setelah itu, Ais membuka mata perlahan. Melihat hal itu Bunda Sofi meminta Agam untuk memanggil dokter untuk memeriksa kembali keadaan putrinya.


Beberapa saat setelah Agam keluar, tiba-tiba Ais menangis sejadi-jadinya dan membuat Bunda Sofi terlihat panik. Dengan cepat Bunda Sofi memeluk putrinya mencoba menenangkan.


Tak lama setelah itu dokter pun masuk keruangan yang ditempati Ais di ikuti Agam dibelakangnya.


Melihat kejadian tersebut dokter menyuntikkan obat penenang kepada Ais.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian Ais kembali tenang dan tertidur dengan menggenggam tangan Bundamya.


Agam menatap sendu kearah Ais, melihat seseorang yang dia sukai kini terbaring lemah diranjang Rumah Sakit yang secara tidak langsung disebabkan olehnya.


flashback off.


Setelah beberapa saat terdiam menatap sahabatnya, kini Dita berjalan mendekati sofa yang ditempati Agam.


"Kak Agam, gue boleh duduk disini gak?" seraya tersenyum.


"Hm." Agam hanya menjawab dengan deheman, walaupun sebenarnya dia enggan Dita duduk didekatnya.


Bunda Sofi menoleh kearah keduanya dan teringat sesuatu. Sehingga Bunda Sofi pun mendekati keduanya.


"Agam, Tante lupa. Kamu kan harus kembali kesekolah."


"Gak pa pa kok Tante, tadi Agam udah izin untuk pulang awal." jawabnya sekenanya.


"Maafin Tante ya jadi ngerepotin kamu, soalnya cuma kamu yang tante kenal selain Dita." jelas Bunda Sofi.


"Iya gak pa pa Tante."


"Dan kamu Dita, kenapa gak pergi setelah pulang sekolah. Ini kamu gak bolos kan nak?" Tanya Bunda.


"Gak papa kok Bunda, lagian Dita di skorsing satu minggu." mendengar jawaban Dita, Bunda Sofi terlihat sedih.


"Hmmm, nanti Bunda bantu jelasin sama Mama kamu ya. Bunda sangat berterimakasih sama kamu karena udah jaga dan belain Ais." dengan sendu Bunda mengucapkan itu.


"Udah deh, Bunda gak usah sedih gitu. Kasian Ais nanti kalau bangun liat Bunda sedih. Lagian Ais itu bukan cuma sahabat tapi juga saudara bagi Dita. Jadi Bunda gak usah khawatir, Dita bakalan jagain Ais. Kan Bunda tahu sendiri kalau Dita ini jago bela diri. DAis mah aman di tangan Dita. Apa lagi kak Dimas itu cerewet banget, dia selalu ingetin Dita untuk jagain Ais karena Ais gak bisa bela diri." jelasnya panjang lebar.


"Makasih sayang. Oh iya, kakak kamu Dimas sekarang dimana? Bunda bertanya.


"Kakak sekarang di luar negeri Bunda, ada proyek sama Papa. Mama juga pergi sama mereka. Jadi sekarang Dita sendiri dirumah. Jadi Bunda gak usah bilang-bilang sama Mama, oke." seraya jarinya membentuk huruf o (👌🏻).

__ADS_1


"Yaudah, Bunda gak bilang-bilang. Tapi kamu harus belajar yang rajin."


"Siap Bunda." balasnya dengan cengengesan. Sementara Agam hanya mendengarkan dengan seksama.


__ADS_2