
"marni..... marni dimana kamu sih" omel mas Ardi
"apa sih mas pagi-pagi dah teriak-teriak aja kaya dihutan berisik tau"
"mana sarapan ku, massa jam segini ngga ada apa-apa dimeja"
"mau kemana mas, bukannya hari ini libur ya kok udah rapi aja"
"ada proyek baru diluar, ngga usah banyak tanya cepetan sediakan sarapan ku"
"kan hari ini hari minggu biasanya kan aku masaka siang mas, lagian di dapur tidak ada bahan masakan kamu belum kasih uang belanja" memang benar biasanya kalo hari minggu aku masak siang sebab mas Ardi libur paling kalo pagi hanya minum kopi.
"kemarin kan sudah aku kasih massa udah habis sih boros banget kamu"
"kemarin kapan mas, Minggu kemarin maksudmu. kamu juga cuma ngasih aku 200 ribu kan itu juga kurang aku sampai hutang kewarung" alasanku sebenarnya aku ngga pernah hutang kewarung sebab ngga biasa.
"dasar kamunya aja yang boros, masih mending aku kasih kamu uang belanja.coba kalo aku ngga ngga kasih kamu uang mau kamu makan apa, dah lah mending aku sarapan ditempat ibu daripada disini yang diributkan uang uang dan uang saja pusing aku"
"terserah kamu aja lah mas"
setelah berapa lama terdengar suara ketukan, bukan ketukan sih sebenernya lebih bisa disebut gedoran. macam rentenir yang nagih nasabahnya karena telat bayar hutang.
doooorr..
doooorr..
doooorr..
__ADS_1
"marni buka pintunya, lagi ngapain sih kamu didalam rumah pintu juga dikunci"
kubiarkan saja dulu ibu didepan, belum ku bukakan pintu males rasanya, paling mau ngomel sebab anak kesayangannya makan disana. pasti mas Ardi sudah ngadu yang ngga-ngga.
"marni kamu budeg ya kenapa pintunya belum dibuka"
aku keluar kamar menuju pintu depan untuk buka pintu. takut tetangga mendengar keributan ibu malah tambah riweh nanti.
"ada apa bu pagi-pagi sudah berkunjung ke rumah ku" tanyaku setelah membuka pintu.
"emang salah ibu datang kerumah anakku, jangan kamu ngaku rumah kamu sendiri ya" ibu mertua mulai emosi.
"ibu lupa atau sudah pikun rumah ini pemberian orang tua ku dulu sebelum meninggal, yang berarti punyaku bukan punya mas Ardi disertifikasi juga namaku bukan nama orang lain apalagi nama mas Ardi" ucapku santai
"halah sama saja harta istri juga harta suami"
"mau apa ibu kemari, apa ada hal penting yang akan ibu sampaikan sampai-sampai ibu sendiri yang datang kemari" sambung ku
"oh ya sampai lupa tujuan ibu kesini, gara-gara ocehan kamu marni"
"kok jadi marni yang disalahkan bu, kan ibu sendiri yang ngajak berdebat dari tadi" belaku
"dah lah ibu mau ngomong nanti lupa lagi dengerin kamu ngoceh terus"
"apa kamu tidak masak Mar sampai pagi-pagi Ardi sarapan dirumah ibu" sambung ibu Erni ibu mertua ku
"iya bu memang marni ngga masak wong ngga ada bahan masakan beras juga habis, mas Ardi belum kasih uang belanja"
__ADS_1
"loh bukannya kata Ardi kamu kerja sebagai penulis, ya pakai uang kamu dulu nanti juga diganti kalau Ardi sudah ada uangnya"
"ya memang marni ada uang, tapi kan itu uangku bu mau buat tabungan biar nanti kalo Nanda sekolah sudah ngga bingung mikir biaya"
"kan sekolahnya masih lama jadi dipakai dulu untuk kebutuhan, bukannya nunggu dikasih Ardi yang baru belanja"
"maaf Bu itu uangku jadi hak aku mau buat apa, lagian kalo ngga dipikirin sekarang kapan lagi apa nunggu Nanda sekolah baru menabung"
"kita kan ngga tau nantinya bu bisa menabung lagi apa ngga, takutnya nanti mas Ardi sudah ngga kerja lagi lah Nanda mau sekolah ngga ada biaya" sambung ku
"oh kamu nyumpahi Ardi di pecat gitu, bagus banget do'amu marni"
"bukannya nyumpahi bu tapi kan kita nga tau nantinya kayak gimana"
"halah sama saja kamu nyumpahi, pokoknya ibu ngga mau tau sekarang kamu belanja terus masak. sebelum Ardi pulang kamu harus sudah selesai masaknya"
"mana uangnya bu" aku menengadah kan tangan
"pakai uang tabunganmu lah, massa minta ibu"
"itu kan uangku bu"
"sama saja uang istri juga uang suami kayak gitu aja mesti diajarin"
"ngga lah bu itu uangku bukan uang belanja"
"kamu ngga usah pelit nanti juga diganti sama Ardi kalo sudah ada uangnya, sekarang mungkin masih dipakai keperluan nya"
__ADS_1
setelah berucap seperti itu ibu pulang tanpa pamit ataupun mengucap salam.