Dibalik Suami Pelit

Dibalik Suami Pelit
kecurigaan marni


__ADS_3

pov marni


setelah mas Ardi kerumah ibu, aku dan Nanda langsung masuk kamar untuk tidur. tadi sebelum mas Ardi pulang aku dan Nanda sudah makan, yang aku pesan lewat online dan cuma beli 2 cukup buat aku dan Nanda.


mas Ardi pulang kami sudah tidur, sebab mas Ardi pulang ke rumah sudah larut.


keesokan paginya seperti biasa aku ngga masak, mas Ardi tumben jam 6 sudah bangun. setelah mandi mas Ardi mencari baju kerjanya.


"mari baju kerja mas dimana, kok dilemari ngga ada? ".ucapnya


" ada tuh ditempat setrikaan". jawabku

__ADS_1


mas Ardi menuju tempat setrikaan, setelah itu kembali lagi dan berkata.


"mari baju mas kok masih kusut belum disetrika"


"ya tinggal nyetrika aja lah mas, masih punya tangan kan? "


akhirnya mas Ardi nyetrika sendiri ngga tau rapi atau ngga aku dah ngga perduli.


setelah tau aku ngga menyiapkan makanan mas Ardi berangkat kerja. setiap makan aku memesan dari online, agar ngga ketahuan bungkus pun langsung dibuang.


keesokan harinya mas Ardi mandi, gegas aku pergi ke kamar mencari HP mas Ardi. alhamdulillah aku menemukan HP mas Ardi diatas nakas. bergegas aku membuka aplikasi hijau, kulihat satu persatu pesan disana. Dan aku menemukan pesan mesra dari wati mantan mas Ardi. astaghfirullah ternyata kelakuan mas Ardi begini dibelakang ku.

__ADS_1


mata ini memanas dan air mata lolos begitu saja. segera kuambil hpku dan ku foto pesan dari wati, mungkin saja nanti bisa berguna.


kukembalikan HP kesedia kalau dan cepat aku keluar dari kamar sebelum mas Ardi selesai mandi.


kenapa mas Ardi tega melakukan ini kepada ku. apa kurangnya aku selama ini, aku menemani mas Ardi dari nol. waktu masih jadi kuli bangunan dan sekarang sudah bekerja dikantor. masih teringat jelas dulu janji mas Ardi akan setia walaupun sudah hidup berkecukupan.


flashback on


saat kami perama kali bertemu dulu diwarung saat aku membeli makanan. mas Ardi baru pulang dari kerja kuli dan aku kerja sebagai buruh pabrik. dari dulu aku sudah mandiri sebab aku anak yatim piatu, bapak dan ibu ku sudah meninggal saat aku kelas 3 SMA. demi menyelesaikan sekolah aku bekerja ditoko setelah pulang sekolah dan pulang menunggu tutup sekitar jam 10 malam. dan setelah lulus aku kerja dipabrik sebagai buruh.


kerja dipabrik cukup untuk kebutuhan ku sendiri. hingga aku ketemu dengan mas Ardi, dia setiap malam minggu mengajak ku jalan. sampai akhirnya mas Ardi mengungkapkan perasaan nya kepadaku.

__ADS_1


hari demi hari mas Ardi mengantar jemput ku kerja, sebenarnya rumah kami ngga jauh cuma beda desa saja.sekitar 3 bulan kami menjalin hubungan, aku diperkenalkan pada orang tua mas Ardi. hatiku sangat deg-degan takut orang tuanya tidak menyetujui, sebab aku anak yatim piatu.


dan ya benar setelah ketemu dengan ibunya mas ardi, beliau menolak dengan keras hubungan kami. tapi mas Ardi tetep kekeh mau menikahi ku, walupun tanpa restu orang-tua.


__ADS_2