
jam 6 adzan maghrib pun berkumandang, aku dan mas Ardi masuk kerumah dan berwudhuk untuk melaksanakan sholat maghrib berjama'ah. sehabis sholat aku dan mas Ardi makan malam berdua, walaupun makan seadanya tapi sangat nikmat. makan malam selesai kita menuju ruang tamu, untuk menonton televisi sambil ngobrol santai perihal pekerjaan.
"tadi dipabrik ngga ada yang aneh-aneh kan Mar"
"aneh gimana maksudnya mas"
"ya aneh gitu pada ngejek kamu atau menggoda"
"oh itu ya ngga lah mas, kebanyakan karyawan pabrik ditempat aku bekerja kan perempuan. jadi ngga ada yang aneh-aneh".
" oh ya syukur lah kalau begitu"
Terus mengobrol sampai ngga tau waktu ternyata sudah malah, sebelum tidur kami menyempatkan sholat isya terlebih dahulu.
Hari-hari pun cepat berlalu, hari ini adalah hari sabtu dimana mas Ardi mendapat gajian. karena kerja dibangunan gajian setiap seminggu sekali dan itu disetiap hari sabtu.
sebelum mas Ardi pulang kerja ibu sudah menunggu didepan rumah kami.
"assalamu'alaikum sudah lama bu menunggu nya? " tanyak ku setelah pulang dari pabrik
"waalaikumsalam, sudah dari tadi lagi nunggu Ardi" jawab ibu ketus
"oh ya sudah bu menunggu didalam saja yuk" ajakku
__ADS_1
ibu pun membuntuti aku masuk rumah, dan mempersilahkan ibu duduk. aku kedapur untuk membuatkan minuman untuk ibu.
"ini bu diminum dulu teh manisnya mumpung masih hangat sama ini ada kue, tak tinggal dulu ya bu mau mandi dan sholat"
ibu tidak menjawab omonganku, kutinggalkan ibu sendirian di depan menunggu anak kesayangannya pulang kerja.
setelah aku selesai mandi dan sholat niatnya mau kedepan menemani ibu mertua. tapi sayup-sayup mendengar ibu berbicara dengan mas Ardi.
"bu sudah lama datang"
"ya sudah dari tadi, malah ditinggal istrimu masuk kamar. cuma buatin minum tidak ditemani, menantu macam apa itu"
"sudahlah bu mungkin marni masuk kamar mau mandi jadi ibu ditinggal sendiri"
kuliha mas Ardi memberikan uang yang berwarna merah berjumlah 4lembar kepada ibu.
"ini bu "
"kok cuma segini biasanya kan lebih dari ini di"
"ya kan Ardi sekarang sudah berkeluarga, butuh makan, bayar listrik, bensin dan yang lainnya bu beda dengan dulu yang masing lajang".
" ya tambahin lah di kaya biasanya saja, kan si marni juga kerja"
__ADS_1
"kan marni juga baru masuk kerja bu, gajinya juga Ardi belum tahu"
"ya kamu tanya lah di berapa gajinya dan setiap tanggal berapa, jadi kamu ngasih ibu seperti biasanya"
"ngga bisa bu, ibu segitu dulu nanti kalo kurang dan Ardi ada uang ditambah lagi"
"kamu baru nikah sudah mulai pelit dengan ibu apalagi nanti kalo sudah punya anak"
ibu meninggalkan rumah sambil menggerutu
aku mendekati mas Ardi yang masih duduk, sambil membawa minuman.
"sudah pulang mas, maaf tadi ibu tak tinggal mandi sama sholat dulu"
"ya ngga papa Mar, mas baru pulang" jawab mas Ardi menyeruput kopi buatanku
"tadi ibu kenapa mas kayaknya marah-marah sama kamu"
"ya Mar tadi ibu minta jatah, tapi mas cuma memberikan 400.ibu minta kayak biasanya tapi mas ngga kasih akhirnya ya marah lah ibu"
"ya sudahlah mas ngga usah di pikirkan, sekarang mending mas mandi dulu keburu maghrib"
"ya Mar mas mandi dulu biar badan mas lebih fresh"
__ADS_1
mas Ardi masuk kamar mandi, sedangkan aku menyiapkan makan malam. karena seperti biasa habis sholat maghrib kami makan.