Dibalik Suami Pelit

Dibalik Suami Pelit
tegang


__ADS_3

sebelum masuk menemui resepsionis eva kebetulan datang, jadi aku membatalkan bertanya. aku menunggu eva di depan pintu kantor, sambil merapikan pakaian ku yang agak kusut.


"Hai va selamat pagi, aku sudah menunggu mu sejak tadi" ucapku sambil menyalami eva yang baru saja mau masuk


"pagi juga mas Ardi maaf ya eva baru datang, tadi agak macet dijalan" jawab eva


"oh ya va ini berkas lamaran kerja ku" aku menyerahkan berkas lamaran yang ku bawa dari rumah


"ya mas masuk dulu yuk keruangan ku sambil menunggu atasan datang" ajak eva kepada ku


" ya va" jawabku mengekor eva menuju ruangannga


aku berjalan dibelakang eva dengan memperhatikan setiap ruangan yang aku lewati, aku sangat takjub sebab ruangan semuanya terlihat bersih dan nyaman. aku membayangkan duduk di salah satu ruangan itu, pasti sangat keren sekali.


tak terasa aku dan eva sampai diruangan nya dan eva mempersilahkan aku duduk.


"silahkan masuk, mas duduk dulu ya sambil menunggu atasan datang nanti tak antar ke ruangannya" ucap eva


ternyata eva bukan karyawan biasa, sebab di ruangannya terdapat meja cuma ada 1.berarti cuma eva yang menghuni ruangan ini wah hebat eva, ucapkan dalam hati


"ya va lama ngga ya datangnya" tanyaku pada eva yang mulai membuka leptop untuk bekerja


"biasanya sih ngga mas, aku juga sudah membuat janji kemarin"


"ya sudah aku tinggal kerja dulu sebentar ya mas, mas nyantai saja lah ngga usah tegang gitu" sambung eva


eva tau kalau aku sedang tegang terlihat dari raut wajahku.

__ADS_1


"ya va ngga papa"


Sebelum memulai untuk bekerja kulihat eva menghubungi seseorang untuk memesan minuman, aku ngga tau siapaka itu, aku ngga mau mengurusi yang bukan urusanku.


beberapa saat kemudian terdengar suara pintu diketuk.


tok.. tok.. tok..


eva menyuruh seseorang yang mengetuk pintu masuk ke ruangannya.


"ya masuk"


"selamat pagi bu ini minuman pesenan ibu tadi" jawab nya


"ya taruh aja dimeja itu ya mba" perintah eva


"ya mba makasih" jawabku sopan


"ya sama-sama mas permisi"


"bu saya permisi dulu" ucap OG


"ya Makasih ya mba" jawab eva


"ya bu sama-sama mari" ucap OG itu sopan


eva mempersilahkan aku minum agar aku tidak tegang lagi.

__ADS_1


"diminum dulu mas kopinya mumpung masih panas, agar tidak lagi tegang" canda eva


"ya va makasih, kamu tau aja aku legi tegang kaya mau mengucapkan ijab kabul" jawabku tak kalah dengan candaan eva


ternyata eva suka bercanda, dulu kalau ketemu sama aku pasti eva kaya ngga kenal. kalau kataku sih eva tuh sombong tapi beda banget dengan sekarang, eva tegas walaupun banyak bercandanya.


kopi di gelas telah habis, eva mengajak ku pergi keruangan atasannya.


"ayo mas ke ruangan pak bowo, beliau sudah datang"


"ya va ayo kamu duluan aku dibelakang"


eva dan aku menuju ruangan pak bowo beliau manager diperusahaan itu, aku langsung diinterview oleh pak bowo. mungkin karena rekomendasi dari eva jadi tidak terlalu ribet menurut ku.


sampai didepan ruangan eva mengetuk pintu, dan pak bowo mempersilahkan masuk.


tok..tok..tok..


"masuk" ucap pak bowo dari dalam


aku dan eva masuk setelah disuruh masuk oleh pak bowo.


"maaf Pak mengganggu, ini pak Ardi yang kemarin sudah saya bicarakan dengan bapak" ucap eva sopan


"oh ya Makasih va kamu boleh balik keruangan kamu lagi, biar Pak Ardi jadi urusanku" jawab Pak bowo tegas


"baik Pak kalau begitu saya pamit undur diri"

__ADS_1


sepeninggalnya eva aku semakin tegang, sebab tatapan Pak bowo seperti mengintimidasi. tapi aku berusaha untuk tenang


__ADS_2