Dibalik Suami Pelit

Dibalik Suami Pelit
hari pertama kerja


__ADS_3

"bu aku mau ngomong" ucapku setelah selesai makan dan sedang duduk santai sambil nonton televisi


"mau ngomong apa sih di kayaknya serius banget" jawab ibu


"ya bu ini memang serius"


"ngomong apa sih bang, tinggal ngomong aja ribet banget deh" ucap rita adikku


"jadi gini bu dan rita Ardi sudah diterima kerja di perusahaan, dan mulai besok juga Ardi sudah mulai bekerja"


"oh ya syukur sih kerja kantoran, jadi ibu sudah ngga malu lagi sama tetangga. kalau kamu masih kerja di bangunan terus" jawab ibu


"ya bener bu jadi kita bisa pamer sama tetangga kalau bang Ardi sudah kerja kantoran" usul rita


"siapa yang masukan kamu di perusahaan itu di" tanya ibu


"temen marni bu yang kasih tau kalau ada lowongan, jadi aku melamar saja eh langsung diterima"

__ADS_1


"oh sukur lah istrimu berguna juga bisa mencarikan pekerjaan buat kamu di"


"mungkin kebetulan juga ada lowongan bu"


"oh ya di nanti kalau gajian ibu minta bagian paling banyak"


"loh kenapa bu kan marni yang mencari kerja buat Ardi" ucapku


"ibu yang melahirkan kamu dan tanpa do'a ibu kamu ngga bakalan dapat kerjaan yang bagus, ingat kamu surga anak lelaki ada pada ibunya dan selamanya ibu paling utama dibanding istrimu. karena istrimu adalah orang lain yang kebetulan di nikahi olehmu kamu ngerti sekarang di" jawab ibu panjang lebar


"ya bu"


walaupun marni sudah menjadi istriku tetap aku harus menomor satukan ibu, karena marni adalah orang lain yang kebetulan di nikahi olehku. kalau ngga dinikahi olehku mungkin marni akan menjadi prawan tua sebab dia anak yatim piatu yang tidak punya orang tua. saudara nya juga tidak ada yang peduli dengannya.


aku mengobrol banyak dengan ibu sampai lupa waktu, jam sudah menunjukkan pukul 9 aku harus pulang sebab besok harus bangun pagi untuk berangkat kerja. aku tidak boleh terlambat kerja di hari pertama ku.


sampai rumah pintu sudah dikunci dan tampak sepi, pasti marni dan Nanda telah tidur. sekarang marni setelah melahirkan Nanda tidurnya selalu cepat, aku heran katanya capek padahal cuma mengurus rumah sama mengasuh Nanda. justru aku yang kerja seharian yang harusnya ngomong begitu.

__ADS_1


pagi hari marni membangunkan ku,jam menunjukkan pukul 6.


"mas bangun sudah jam 6,sekarang hari pertama kerja kan nanti telat kalau belum bangun"


"ya dek mas bangun, tolong siapkan baju kerja mas ya sama sarapan. jadi nanti setelah mandi langsung bersiap"


"ya mas"


aku menuju kamar mandi,setelah selesai masuk kamar dan marni sudah menyiapkan apa yang aku minta. setelah rapi aku menuju meja makan disana sudah siap sarapan dan kopi kesukaan ku. marni memang tau apa yang aku suka.


"dek mas berangkat dulu ya, kamu hati-hati di rumah. kalau ada orang asing jangan di bukakan pintu" pamit ku ke marni


"ya mas kamu juga hati-hati, semangat kerjanya mas" marni memberikan semangat kepada ku


"ya dek assalamu'alaikum"


"waalaikumsalam mas" jawab marni

__ADS_1


aku berangkat ke kantor dengan semangat karena hari ini adalah hari pertama aku bekerja, semoga semuanya lancar.


__ADS_2