
hari begitu cepat berlalu sudah saatnya jam pulang karyawan pabrik, sebab karyawan pabrik pulang jam 15.30.karena belum jam pulang mas Ardi jadi aku berjalan sendiri, tapi didepan pabrik diajak oleh Ratna sahabat ku.
"din kamu pulang sendiri"
"ya nih mas Ardi kan belum pulang kerja"
"ya sudah yuk tek anterin ".
" ngga papa aku pulang sendiri saja kan dekat ini"
"dah yuk cepetan naik ngga usah berpura-pura menolak hehehehe"
"ok deh manut kalo kamu maksa".
akhirnya aku pulang bersama dengan Ratna, tapi dijalan diajak makn dulu diwarung langganan. biar sampai rumah tinggal istirahat, tidak capek masak.
" din kita mampir diwarung langganan kita ya, biar nympe rumah tinggal istirahat ngga capek-capek harus masak lagi".
"terserah kamu aja na aku mah manut-manut bae"
aku dan Ratna cuma membeli sayur beserta lauknya, karena dirumah masih ada nasi tadi pagi. sesampainya dirumah ternyata sudah ada rita adik mas Ardi yang duduk dengan manis didepan rumah.
"din aku langsung balik ya, udah sore" pamit Ratna setelah aku turun dari motor nya
"ngga mampir dulu na, biasanya kan pulang kerja main dulu"
"ngga lah din sekarang kan sudah berbeda, kamu sudah berkeluarga"
"oh ya udah deh makasih atas tumpangannya ya na"
__ADS_1
"ya sama-sama aku balik dulu din assalamu'alaikum"
"waalaikumsalam".jawabku
aku berjalan menuju rumah, melihat aku rita langsung bangun dari duduknya.
" lama banget sih mba ditungguin dari tadi juga"
"" ya kan mba kerja din bukan main, ya keluarnya nunggu pas jam pulang kerja lah"
"memang ada apa kamu nungguin mba ta" sambung ku
"aku lapar mba mau minta makan, ibu ngga masak "
"loh bukannya tadi pagi minta uang katanya buat belanja masakan ya, kok ibu ngga masak"
"ya ngga tau mba orang ngga ada makanan dirumah, makanya aku kesini mau minta makan. ada kan mba? "
aku membuka pintu yang ku kunci, setelah masuk rita langsung menuju kedapur. mengambil piring beserta nasi.
"mana lauknya mba"
"ya sebentar ini mau ku taroh dulu"
aku menaruh semua lauk dan sayur kedalam mangkok dan piring, ada sayur capcay ayam kecap dan tak lupa kerupuknya.
"cuma ini doang mba ngga ada yang lain".
" ya mba cuma beli itu, apa kamu ngga doyan"
__ADS_1
"ya doyan she maksudnya kan mba cuma beli segitu, nanti habis sama aku"
"ya terserah kalo kamu tega membiarkan mba dan mas mu kelaparan"
aku tinggalkan rita sendirian di dapur, sebab aku mau mandi dan sholat. setelah acara mandi dan sholat aku keruang dapur, menemani rita yang sedang makan. sampai dapur rita sudah tidak ada dan piring kotor tergeletak begitu saja, dan sayur serta lauknya sudah ludes tak bersisa. aku cuma berucap astagfirullah, kok ada manusia kayak gitu tidak ada Terima kasih. habis makan tuan rumah dikasih piring kotornya saja.
heemmm parasit kecil mulai muncul.
akhir nya aku masak untuk makan malam, seadanya masak yang ada dikulkas.
jam 16.30 mas Ardi sampai rumah
"assalamu'alaikum sayang aku pulang, kamu dimana? "
"aku didapur mas, lagi masak tanggung nih takut gosong"
ya aku lagi goreng tempe dan ayam nanti kalo ditinggal takutnya gosong.
"lagi masak apa sih kayaknya serius banget, sampai suami pulang tidak disambut"
"ya maaf mas aku lagi goreng tempe dan ayam takutnya nanti tak tinggal malah gosong"
"oh gitu ya ngga papa, tumben masak biasanya kan beli diwarung lauknya"
"ya mas tadi sudah beli, sampai rumah ada rita katanya lapar. malah dihabiskan semua, ya akhirnya aku masak deh"
"tapi cuma masak ini aja mas tempe dan ayam goreng Plus sambel terasi, ngga papa kan mas"
"dah ngga papa itu aja juga enak kok, dah ya mas mau mandi kamu selesaikan masakanmu"
__ADS_1
aku menyelesaikan masakan, mas Ardi selesai mandi langsung ku suguhkan kopi kesukaan nya. sambil menunggu waktu maghrib aku duduk menemani mas ardi, duduk santai diteras rumah.