
pov marni
hari ini adalah hari pertama mas Ardi bekerja aku membangunkan jam 6,semua sudah aku siapkan dari baju kerja hingga sarapan dan tak lupa kopi kesukaan nya. semalam mas Ardi pulang jam berapa aku ngga tau, sebab aku sudah tidur. setelah melahirkan aku memang selalu tidur cepat, rasanya capek banget mengurus semua sendiri. mas Ardi sekarang tidak pernah mau membantu pekerjaan rumah. dulu waktu hamil Nanda memang semua dikerjakan mas Ardi, tapi setelah ibu mempengaruhi mas Ardi terlihat masa bodo.
seperginya mas Ardi aku membereskan rumah,mencuci baju. sebelum mengerjakan semua tak lupa mengunci pintu, sebab nanda masih tidur dikamar. takut ada orang masuk dan aku tidak mengetahui nya.
Nanda masih bisa ditinggal karena anaknya anteng dan tidak banyak gerak. semua telah selesai waktunya Nanda mandi karena jam menunjukkan pukul 8.
"Hai anak cantik bangun yuk mandi dulu sudah siang" Nanda bangun dari tidurnya
tadi setelah adzan subuh Nanda baru tidur lagi jadi sekarang baru bangun.
walaupun dibangunin Nanda tidak nangis dan rewel, dia anak yang pengertian.
"sekarang mandi dulu ya udah bau acem ini" ucapku setelah menyiapkan air hangat untuk Nanda mandi.
ternyata setelah mandi dan menyusu Nanda tidur lagi karena merasa nyaman sudah tidak gerah lagi.
__ADS_1
aku membuka ponsel melihat sosmed, bosan dengan melihat sosmed aku iseng mendownload aplikasi novel. dan membacanya untuk mengurangi kebosanan ku, aku memang suka membaca novel.
tak terasa sudah sore hari, mas Ardi pulang saat aku lagi menemani Nanda dikamar.
"assalamu'alaikum dek mas pulang buka pintu nya"
"waalaikumsalam ya mas sebentar" aku membuka pintu sambil menggendong Nanda menyambut mas Ardi pulang
"tuh ayah sudah pulang sayang" ucapku pada Nanda
Nanda sudah mulai mengerti lawan bicara, dia tertawa seperti sedang di ajak becanda.
"mas sebaiknya mandi dulu nanti bisa main lagi sama Nanda"
"ya udah ya sayang ayah mandi dulu, udah bau acem ini" ucap mas Ardi ke Nanda
Nanda menjawab dengan tertawa
__ADS_1
sudah waktunya maghrib aku menunaikan nya sendiri sebab mas Ardi kalau diajak berbagai alesan, setelah sholat aku sempatkan mengaji dan mendoakan orang tua yang telah lebih dulu meninggalkan ku.
menyiapkan makan malam untuk berdua dengan mas Ardi, walaupun cuma ada kangkung dan bakwan mas Ardi makan dengan lahap.
kulihat setelah makan malam mas Ardi ketiduran di kursi depan televisi, dan bahkan televisi juga masih menyala. Mungkin saking capek nya ketiduran di kursi, aku mencoba membangunkan mas Ardi takut badannya sakit kalau tidur di kursi semalaman.
"mas bangun tidur di kamar aja jangan di kursi nanti badan kamu sakit semua"
dengan berbagai cara aku membangunkan mas Ardi tapi tetap tidak mau bangun dari tidurnya, akhirnya aku ada cara untuk membangunkan mas Ardi dengan mencet jempol kakinya agar bangun.
"mas bangun pindah ke kamar" ucapku lagi
akhirnya mas Ardi bangun dengan mata masih tertutup saking ngantuk nya.
"ya mas pindah, ngantuk banget dek tolong mas tuntun ke kamar takut nabrak"
aku menuntunnya sampai kamar dan membaringkan mas ardi. aku keluar lagi dari kamar untuk mengunci semua pintu, dan ikut tidur setelah menjalankan sholat isya.
__ADS_1