
masih pov Ardi
aku merebahkan badan ke kasur dikamar tamu, aku ngga mau tidur bareng dengan marni dan nanda. lagi asik mainan HP tiba-tiba ada pesan masuk dari aplikasi hijau, dari foto profilnya ini kaya wati berarti ini nomer wati.
_hai Mas aku sudah sampai
_mas sudah tidur belum
_kok ngga dibalas
itulah rentetan pesan dari wati, aku pun membalas pesan wati.
hampir jam 1 malam aku mengobrol lewat pesan dengan wati, mau telfon takut marni nanti bangun mendengar orang ngobrol.
aku dan wati janjian besok ketemuan di cafe, setelah aku pulang kantor.
akupun akhirnya tidur sebab besok harus bangun sebab berangkat kerja, takut telat lagi aku memasang alarm.
__ADS_1
jam 6 alasan berbunyi bergegas aku bangun, tapi setelah mandi dan mau pakai baju kerja belum ada diatas kasur. biasanya suatu sudah disiapkan, tapi sekarang semua sendiri. aku mencari baju kerjaku tidak ada dilemari, akhirnya aku bertanya ke marni.
"mar baju kerjaku dimana, kok dilemari ngga ada" tanyaku
"ada tuh ditempat setrikaan" jawab marni
aku berjalan menuju tempat setrikaan dan ya baju kerjaku ada disana tapi masih kusut belum disetrika.
"mar bajuku kok masih kusut belum disetrika". bentak ku
entah kenapa akhir-akhir ini marni sikapnya cuek, ngga mau masak, ngga nyetrika. sebenarnya mau dia apa, bikin aku tambah emosi aja. apakah aku akan mendekati wati saja, toh dia sudah kaya juga seksi. pasti dia mau sama aku secara kan aku ganteng.
pukul 07.00 aku berangkat ke kantor naik motor matic punya marni, sebab aku belum punya mobil. kadang gengsi ngga punya mobil, tapi gimana uangku ngga ada habis buat foya-foya. nyampe kantor belum terlalu ramai sebab tadi aku berangkat termasuk agak pagi. jarak dari rumah kekantor sekitar kurang lebih 15menit.
seharian pekerjaan banyak banget jadi aku harus cepat diselesaikan agar tidak telat ketemu wati. bersyukur jam 5 pekerjaan ku rampung, aku langsung berangkat ke tempat janjian dengan wati.
"sorry wat aku telat, banyak kerjaan tadi". ucapku setelah sampai dan duduk
__ADS_1
" ya ngga papa mas aku juga baru nyampai ".
" kamu mau pesan apa mas? ". sambung wati
" apa aja lah kamu masih ingat kesukaan ku kan? pancingku
"masih dong mas, pesen itu aja". tanya wati
"ya itu aja lah" jawabku
wati pun memanggil pelayan cafe dan pesan makanan untukku. kami mengobrol banyak tentang masa lalu. aku mulai tertarik dengan wati begitu pun sebaliknya. akhirnya sebelum pulang kita janjian untuk sering ketemu. aku berfikir kayaknya aku harus punya mobil, agar aman kalau ketemuan dengan wati.
ok lah besok aku kau ambil kredit aja.
huh nyampai rumah langsung bersih-bersih, setelah acara bersih badan selesai dengan wajah ceria ku ambil HP. melihat apakah ada pesan dari wati dan ternyata ada banyak pesan. aku membalasnya satu persatu sambil senyum-senyum seperti abg lagi jatuh cinta.
emang kayaknya aku lagi puber kedua kata anak jaman sekarang, aku harus bisa menyembunyikan kedekatan ku dengan wati dari marni. aku berfikir kayaknya punya istri dua sangat menyenangkan, heem aku akan segera menikahi wati walaupun nikah siri ngga papa lah.
__ADS_1