DILEMA HATI LEYSA

DILEMA HATI LEYSA
EPISODE SEBELAS


__ADS_3

Esok harinya aku ke rumah sakit sesuai perintah kak Vanno. Aku menunggu sampai pasien terakhir kak Vanno selesai dan masuk ke ruangannya.


"Dokter, pacarnya dateng nih", kata suster membawaku masuk keruangan Dokter Vanno.


"Lho sus, mau kemana?.....disini dulu tolong bantu saya, Leysa kesini sebagai pasien kok", kata kak Vanno karena suster tadi yang akan langsung pergi saat aku masuk.


Dibantu suster aku merebahkan tubuhku di ranjang pasien. Setelah suster mengecek tensiku lalu membuka sedikit bajuku. Selesai dokter Vanno memeriksaku lalu menyuruhku duduk untuk melihat punggungku.


"Astagfirullahaladziim mbak Leysa ini kenapa, dokter Vanno, ini bukan dokter pelakunya kan?", kata suster itu dan akhirnya mendapatkan tatapan tajam dari dokter Vanno.


Selesai pemeriksaan, dokter Vanno mengantarkanku pulang. Aku memang menunggunya agak lama karena kak Vanno masih mengurus sesuatu.


"Ley, sebentar kamu hadap ke sana ya, kakak mau oleskan salep ini di punggungmu....maaf ya", kak Vanno menyuruhku untuk membelakanginya. Kak Vanno membuka sedikit kaosku dan kurasakan hangat sentuhan tangan kak Vanno jadi membuat tubuhku bereaksi. Aku sangat nyaman dengan sentuhannya.


Sudah dua bulan sejak peristiwa ku dengan kak Ricky, aku selalu menghindar untuk bertemu kak Ricky. Berulangkali kak Ricky datang kerumah dan selalu aku menolaknya. Akhirnya mami tahu kami putus walaupun mami nggak tahu ada cerita apa dua bulan yang lalu antara aku dan kak Ricky. Sejak peristiwa itu aku takut sekali bertemu dengan kak Ricky.


Hari ini aku pertama kali ke kampus setelah diterima. Menyenangkan menjadi mahasiswi yang datang ke kampus tanpa menggunakan seragam lagi.


Pulang kuliah aku sendiri karena Rania dan Roni sudah tidak satu sekolah dengan aku.


"Hai Leysa, tolong kita bicara dulu ya", suara yang aku tahu persis milik siapa menyapaku dari belakang.


"Apa lagi kak yang mesti kita omongin?, udah nggak ada lagi......Leysa udah nggak bisa sama kakak lagi", Kata Leysa pada Ricky tapi secepat kilat Ricky membawa Leysa ke mobilnya yang ternyata ada di depan Leysa.


Leysa yang ketakutan ingin segera keluar tapi dicegah oleh Ricky dan langsung dibawa pergi dengan mobilnya.


Leysa yang masih ketakutan bicara sambil menahan tangis,"Kak tolong turunin Leysa? ....Leysa nggak mau sama kakak, Leysa takut".


"Kenapa Leysa, aku tahu kamu mencintaiku tapi kenapa jadi gini....maafkan sikapku kemarin padamu Ley, please kita lupakan kemarin ya dan kita mulai lagi hubungan kita, aku nggak bisa kalo nggak sama kamu Ley", kata Ricky sambil memegang satu tangan Leysa.


Leysa yang ketakutan hanya terdiam sambil melihat Ricky. Leysa sudah nggak bisa apa apa lagi sehingga terpaksa dia menurut pada Ricky yang entah akan membawanya kemana.


"Kak, kita mau kemana sekarang?, baiklah kak .....kita bicara tapi tolong hentikan mobil ini", kataku memohon pada kak Ricky.


Kak Ricky akhirnya mau menghentikan mobilnya tapi entah dimana sepertinya dekat perkebunan teh. Aku yang sadar nggak mungkin bisa kemana mana karena aku lihat tidak satu orangpun disini berpikir kalo aku harus tenang untuk bicara dengan kak Ricky demi keselamatan ku sendiri.

__ADS_1


Kak Ricky mendekatiku yang sudah keluar dari mobil dan berusaha memelukku. Aku hanya diam karena aku trauma dengan sikapnya kemarin terhadapku sehingga kak Ricky melepaskan pelukannya dan berkata,"Leysa.....kamu takut ya sama aku?....aku janji nggak akan menyakitimu seperti kemarin Ley", kata kak Ricky sambil menjauhiku.


Tiiiin tiiiiiin........tiba tiba mobil yang aku kenal berhenti mendadak tepat dibelakang mobil kak Ricky. Kak Vanno datang dan aku berdiri akan melangkah menghampiri mobil itu. Kak Ricky yang sadar aku akan menjauh justru menarik kencang tanganku hingga tubuhku menghantam keras tubuhnya.


"Lepaskan Leysa, Ricky..... sudahlah jangan kamu malah menyakitinya", kata kak Vanno.


"Apa urusanmu dokter, Leysa kekasihku dan kamu siapanya?....aku lebih berhak menjaganya daripada kamu", kak Ricky berkata sambil terlihat emosinya memuncak.


"Kamu bilang kamu sayang pada Leysa, terus sekarang apa yang kamu lakukan, kenapa kamu justru menyakiti orang yang kamu cinta....apa pantas seperti itu", tanya kak Vanno pada Ricky.


"Aku justru ingin bicara dengannya tapi kenapa kamu malah mengganggu kami, apa urusanmu?", kata kak Ricky lagi.


"Aku adalah dokter yang merawat Leysa saat kamu menyakiti nya dua bulan yang lalu, kamu sudah menorehkan trauma saat Leysa dekat denganmu. Dengar Ricky, aku tidak tahu apa yang kamu lakukan pada Leysa kemarin sehingga dia trauma seperti ini. Kalo kamu mau bicara dengannya, aku janji aku akan membawanya padamu asal Leysa sudah siap untuk bicara denganmu, tidak seperti sekarang malah kamu mengguncang jiwanya", jelas kak Vanno pada Ricky.


Mendengar penjelasan kak Vanno, Kak Ricky memandangku yang terus menangis ketakutan kemudian melonggarkan dekapannya," Leysa, maaf aku menakutimu dan menyakitimu. Aku nggak bermaksud seperti itu Ley....pulanglah", kak Ricky membawaku mendekat kepada kak Vanno tapi aku merasa pusing dan akhirnya semuanya mendadak gelap. Aku pingsan dan kak Vanno menggendongku lalu membawaku ke mobilnya.


Aku berusaha mengerjapkan mataku dan setelah mataku terbuka sempurna, aku merasa di tempat asing yang aku kenal. Ini bukan kamarku tapi ah aku ingat aku pernah tidur disini. Ini kamar kak Vanno tapi dimana dia?. Saat aku mencoba mengingat apa yang terjadi, tiba tiba aku merasa ketakutan kembali teringat pada kak Ricky.


"Kakak .....Kakak dimanaaaa.....Leysa takut", kataku berteriak.


Hari itu Kak Vanno akhirnya bercerita pada orang tuaku tentang apa yang terjadi walaupun nggak secara detail. Sampai dengan satu bulan lebih sejak terakhir bertemu dengan Ricky, kondisi Leysa sudah mulai membaik. Dan selana itu, Vanno selalu berada disampingnya membantu Leysa melalui semua masalah ini. Orangtua Leysa sering sekali berkomunikasi dengan Vanno mengenai keadaan anaknya.


Kebetulan hari ini libur, aku sengaja datang ke apartemen kak Vanno karena aku tahu bibi ada disana setiap hari libur," Lho mbak Leysa, Mas Vanno nya masih di RS tadi dapat telp ada pasien yang darurat katanya".


'Nggak papa Bi, Leysa tunggu saja disini", kataku.


Bibi dan aku berbincang bincang sebentar sampai aku mengajak bibi untuk buat pudding buah untuk kak Vanno. Selesai semuanya kak Vanno masih belum datang, sampai aku tertidur di sofa depan TV padahal sedang menonton drakor kegemaran ku.


Aku merasa ada yang menggangguku dengan menoel Noel ujung hidungku, dan ternyata,"eh kakak udah dateng, maaf ya Leysa malah ketiduran disini", kataku kaget sambil membenarkan posisi dudukku.


"Pantesan kakak telp nggak diangkat eh kakak mampir kerumah malah bilang katanya kamu ke tempat kakak, kenapa nggak bilang kalo Leysa mau kesini?.... akhirnya malah nungguin lama kan?", kata kak Vanno panjang.


"Nggak papa kok kak, Leysa nggak mau ganggu kakak kerja, kata bibi ada pasien yang butuh penanganan kakak", jelasku.


Kak Vanno tersenyum sambil mengacak acak rambutku. Kami mengobrol dan bercanda sambil memakan puding buatanku. Selesai membereskan piring bekas makanan kami, aku kembali duduk ke sofa. Bibi ijin ke supermarket membeli kebutuhan sehari-hari.

__ADS_1


Saat aku berjalan kak Vanno mengganti posisi duduk dan kakinya tidak sengaja menjegal kakiku hingga aku hampir saja jatuh. Kak Vanno langsung menahan tubuhku dan aku terjatuh di sofa di posisi berada di pelukannya.


"Awwww kak ", kataku sambil menetralkan detak jantung ku yang entah kenapa tiba tiba seperti berlarian jauh. Beberapa kali kami berpelukan tapi kali ini rasanya malah canggung sekali.


Kulihat malah kak Vanno salah tingkah saat kemudian melepaskan ku,"eh maaf Ley, kakak nggak tahu Leysa jalan kesini".


"Leysa, bagaimana sebenarnya perasaanmu terhadap Ricky saat ini, karena cepat atau lambat kamu harus bicara pada Ricky tentang hubungan mu dengan nya", kata kak Vanno sambil memandang wajahku.


"Apa lagi yang harus diomongin kak, Leysa rasa sudah selesai antara Leysa dan kak Ricky. Leysa nggak pernah merasa nyaman didekatnya bahkan rasa cinta yang Leysa punya tidak mampu menepis rasa takut Ley pada kak Ricky saat ini", kataku mencoba jujur pada kak Vanno.


"Kamu masih mencintainya Ley?", tanya kak Vanno pelan dan mengagetkan ku.


"Nggak tahu kak, tapi saat ini hati Leysa tidak ingin bersamanya. Apakah cinta rasanya sesakit ini ya kak?...kalo memang iya, Leysa nggak mau lagi merasakan cinta",tanyaku pada kak Vanno yang malah kaget dengan pernyataan ku.


Kak Vanno menatap mataku dan membuatku di posisi terduduk tegak.


"Apakah kakak boleh membuktikan padamu kalo cinta itu tidak sesakit ini rasanya Ley?".


Aku yang dalam posisi kebingungan dengan kalimat kak Vanno hanya bisa berkata,"maksud kak Vanno apa?....".


"Leysa, ijinkan kakak mencintaimu dan menyayangimu untuk membuktikan bahwa cinta adalah sebuah rasa yang membahagiakan. Kakak ingin kamu rasakan kenyamanan, apakah Leysa bersedia membuka hati untuk kakak", tanya kak Vanno.


"Kak Vanno, bersama kakak, Leysa menemukan kenyamanan tapi Leysa tidak tahu apakah Leysa juga merasakan cinta untuk kakak",jelasku pada kak Vanno jujur.


Kak Vanno tiba tiba mendekatkan wajahnya, aku merasakan sensasi hangat saat bibirnya menyentuh bibirku.


Kak Vanno membiarkan sejenak bibir kami hanya bersentuhan. Setelah dirasa aku tidak menolak kemudian kak Vanno mulai mencoba ******* bibirku.


Aku hanya bisa terdiam karena ini kali pertama seseorang menyentuh area bibirku. Agak lama kami melakukannya sampai aku mulai meremas kemeja kak Vanno dan Kak Vanno menahan tengkukku.


Sesaat kemudian kak Vanno melepaskan ciumannya dan mengelap bibirku yang basah dengan ibu jarinya.


"Maaf Leysa, apa yang kamu rasakan sekarang....apakah bisa meyakinkan perasaanmu padaku?, maaf aku melakukan semua tanpa meminta ijin darimu",kak Vanno memegang kedua tanganku dan menciumnya.


Hari ini aku menyadari bahwa semua kenyamanan saat bersama kak Vanno itu adalah sebuah rasa cinta yang sebenarnya. Mungkin kehadiran kak Ricky dalam hidupku saat itu membuatku menolak merasakan cinta yang sebenarnya aku rasakan adalah dengan kak Vanno bukan kak Ricky.

__ADS_1


Selama ini mungkin saja rasa yang aku punya untuk kak Vanno adalah obsesimu semata bukan cinta yang sebenarnya.


__ADS_2