
Tiga hari sudah Leysa akhirnya masuk sekolah lagi. Selama tiga hari ini Leysa merasa kangen ingin melihat kak Ricky. Mereka hanya sekedar bersapa di pesan singkat saja.
"Leeeeey,.........udah sembuh kamu", Rania langsung menyapaku.
"Lumayan daripada bosen dirumah aku masuk aja he.....he......he", jawabku sekenanya.
Siang ini pulang sekolah Leysa melihat kak Ricky tetapi sepertinya sedang sibuk entah mengurus apa dengan kak Mega. Terlihat olehku sibuk kesana kemari membawa beberapa berkas ditangannya. Kadang melihat kak Ricky dekat dengan temen perempuan kok rasanya hatiku cemburu, padahal kalo dipikir pikir kan aku bukan apa apanya kak Ricky.
"Ley....udah baikan?.....yuk pulang sama aku", tiba tiba dari belakang kak Ricky menyapaku sambil menarik tanganku untuk mengikutinya.
"Ricky, tunggu.....ini urusan pembelian bola basket gimana jadinya? kan besok mau dipake?", kak Mega menghadang kami berdua yang akan menuju parkiran motor.
"Kak Ricky udah nggak papa, Leysa pulang sendiri aja, kakak beresin dulu urusannya daripada besok gagal pertandingannya", kataku menengahi.
"Nggak papa ya Ley, maafin aku nggak bisa anterin kamu", kak Ricky pun tidak berusaha menolak keinginan kak Mega tapi malah memilih tidak mengantarkan aku
Aku memutuskan untuk pulang sendiri dengan perasaan agak kesal sebenarnya tapi ya sudahlah di depan pintu gerbang malah aku bertemu Roni.
"Ley, mau pulang ....Ayuk aku anterin aja, naik", kata Roni
Aku bercerita pada Roni mengenai kejadian tadi dan Roni malah memberikan penjelasan padaku kalo memang kak Ricky sifatnya begitu, untuk urusan organisasi pasti dia ngeduluin. Kak Ricky cenderung baik sama semua orang hingga kadang bikin orang salah terima.
Sekarang aku malah berpikir apa mungkin aku juga salah menafsirkan kebaikan kak Ricky terhadapku ya. Ah aku nggak tahu.
Sore ini tiba tiba Bi Dasim memberitahukan kepadaku ada temanku datang. Setengah malas aku keluar dari kamar menuju ruang tamu.
"Kak Ricky..... loh kak, kenapa kakak kesini....duduk kak", kupersilahkan kak Ricky.
"Maaf ya Ley, kalo kakak mengganggu boleh kakak minta waktu buat ngobrol sebentar", tanya kak Ricky
"Iya nggak papa kok kak silahkan aja", kataku sambil kak Ricky mendekat ke arahku dan duduk disampingku.
Hatiku mendadak terasa berdesir sangat kurasakan kehangatan di tanganku karena kak Ricky menggenggam tanganku.
'Ley, kakak sayang sama kamu, apa Leysa punya perasaan yang sama untuk kakak juga?", pertanyaan kak Ricky bagai hantaman di hatiku. Aku merasa seolah merasakan kebahagiaan yang memang sangat aku harapkan. Aku hanya bisa menunduk karena bingung harus berkata apa pada kak Ricky
__ADS_1
Aku terdiam dan kak Ricky menyentuh daguku untuk memintaku menatap matanya. "Ley, kakak cinta sama Leysa, apa Leysa mau terima cinta Kakak?".
Aku hanya menganggukkan kepalaku,"Iya Kak, Leysa mau". Kak Ricky mengajakku berdiri dan kemudian memelukku,"Terimakasih Ley".
Sejak hari itu, aku dan kak Ricky sepakat untuk bisa saling menjaga hati. Sudah satu bulan ini kami bersama. Hari ini aku melihat kak Ricky pergi dengan kak Mega berboncengan motor. Aku sempat kaget karena kak Ricky tidak mengatakan apapun padaku.
Siang pulang sekolah seperti biasa aku tunggu kak Ricky pulang namun tiba tiba," Ley, nggak papa ya kami pulang duluan soalnya kakak ada rapat sama anak basket".
"Oh ya udah Leysa pulang duluan kak", kataku
"Ley, jangan marah ya kan kakak ada keperluan sebentar", Kak Ricky mencegahku saat aku akan pergi, mungkin kak Ricky melihat perubahan di raut wajahku.
"Enggak kok kak, udah ya Leysa duluan", kataku sambil pergi.
Aku kesal karena kak Ricky tidak memberikan penjelasan kenapa dia pergi dengan kak Mega tadi. Aku nggak paham dengan sikap kak Ricky yang tidak menganggapku kekasihnya.
Sore ini kak Ricky datang ke rumah.
"Ley kenapa kamu tadi marah?, kakak kan ada urusan yang harus kakak selesaikan please dong Ley, kamu mesti ngertiin kakak", kak Ricky menjelaskan sesuatu atau tepatnya tak mau disalahkan.
"Tapi kak boleh Leysa tahu tadi kakak kemana sama kak Mega?", tanyaku berlahan.
"Oh tadi Mega minta diantar untuk ambil seragam basket, dia nggak tahu tempatnya jadi aku anterin Ley, cuma itu aja kok, Ley", kata kak Ricky menjelaskan lalu," kamu marah Ley, karena kakak anterin Mega?".
"Em, nggak gitu kak tapi....",belum selesai aku menjelaskan kak Ricky menyela," sudahlah Ley, jangan cemburu seperti itu pada Mega ya", kak Ricky malah tersenyum sambil menoel pipiku.
Rasa cintaku yang besar terhadap kak Ricky akhirnya membuatku berbaikan kembali dengannya.
Kejadian seminggu yang lalu sudah mulai aku lupakan. Hari ini pertandingan basket akan dilaksanakan di sekolah.
"Ley yuk ke lapangan mo nonton kak Ricky maen ngga ?", tanya Rania
Aku, Rania dan Roni kelapangan, kami bertiga memilih duduk di dekat selasar kelas supaya enggak terlalu panas.
Pertandingan sudah berlangsung dan ditengah jeda semua pemain beristirahat. Aku liat kak Ricky sudah bermandikan keringat dan berjalan keluar lapangan. Dipinggir lapangan aku lihat kak Sisca membawakan minuman dan handuk untuk kak Ricky. Aku agak kesel juga melihat kak Ricky pun tersenyum dengan senang hati menerimanya. Aku lihat juga mereka bercakap cakap.
__ADS_1
"Nggak usah cemburu Ley, biasa aja kan fansnya kak Ricky banyak", kata Roni.
"Nggaklah Ron cuma kesel aja", kataku malas.
"Udah sana samperin, jangan kasih kesempatan buat para fans nya cari perhatian Ley", kata Roni lagi.
" Iya Ley buru sana ntar cowokmu dipatok ayam betina wkwkwkwk", Rania ikut menggodaku.
"Males ah aku", jawabku singkat sambil beranjak pergi dari lapangan karena hatiku rasanya juga sakit, kak Ricky tahu aku ada disana tapi dia berlagak cuek dan malah bersikap begitu pada cewek lain. Aku langsung mengambil tasku dan kemudian pulang tanpa memberitahu Roni maupun Rania.
Siang hari setelah selesai pertandingan, Ricky terlihat mencari Leysa dan menanyakan keberadaannya pada Roni yang ditemuinya.
'Ron, dimana Leysa ya, kok aku nggak liat dia sejak di lapangan tadi", tanya Ricky pada Roni.
"Nggak tahu Kak, tadi pas abis liat kakak sama kak Sisca langsung pergi kayaknya rada marah dia", kata Roni.
"Aduh Leysa kayak anak kecil aja, masa sama Sisca aja cemburu", Ricky menjawab.
"Kak bentar deh, kakak kan pacarnya Leysa, ya pasti lah Leysa cemburu liat kakak sama kak Sisca apalagi kakak nggak ngedeketin Leysa sama sekali tadi waktu jeda pertandingan", kataku kesel juga sama ini anak.
Setelah sedikit berbincang, Ricky akhirnya memutuskan pulang dari sekolah.
Keesokan harinya, Leysa yang sedang berjalan di koridor kelas bertemu dengan Sisca yang juga baru dateng.
"Leysa........ tunggu Ley.....eh iya aku mau bilang nanti siang aku sama Ricky mau ke tempat Bu Lina anterin tugas nggak papa ya Ley, soalnya gara gara sibuk ngurusin pertandingan lupa tugas kita belum dikumpulkan terus malah Bu Lina nggak masuk karena sakit tadi pas aku telpon", kata kak Sisca.
"Oh iya kak, nggak papa silahkan aja nanti bilang aja sama kak Ricky", kataku
"Oke deh thanks ya Ley", jawab kak Sisca sambil berjalan meninggalkan aku. Ya sudahlah satu masalah belum selesai lalu sekarang ada lagi tambahannya.
Benar saja, yang aku harapkan adalah kak Ricky meminta ijin padaku untuk pergi dengan kak Sisca tapi kenyataannya kak Ricky nggak menemuiku sama sekali.
"Ran, kok aq pusing ya lama lama sama sikap kak Ricky, apa yang dia lakukan kok rasanya hanya gimana dia aja tanpa melibatkan aku, sementara aku ini kan pacarnya, kenapa dia nggak hargai perasaanku ya?", aku mengadu pada Rania.
'Coba kamu ajak ngomong kak Ricky dulu Ley, mungkin saja salah paham karena kak Ricky dan kamu belum sepakat bagaimana kalian menjalin hubungan", kata Rania mencoba bijak.
__ADS_1
Aku pikir apa yang dikatakan Rania mungkin ada benarnya dan sebaiknya aku coba luruskan semuanya dengan kak Ricky nanti.