DILEMA HATI LEYSA

DILEMA HATI LEYSA
EPISODE TIGABELAS


__ADS_3

Beberapa hari ini, aku tidak bertemu dengan kak Vanno, aku memang berusaha untuk segera menyelesaikan permasalahanku dengan kak Ricky.


Hari ini aku memutuskan untuk menemui kak Ricky dengan mendatangi rumahnya. Aku beruntung kak Ricky ada di Bandung tapi saat ini tidak berada di rumah, aku sengaja menunggu kak Ricky dan setelah kurang lebih 1 jam aku tunggu akhirnya datang juga.


"Leysa, kamu datang juga akhirnya, maafkan aku ya Ley, aku jadi membuatmu takut", kata kak Ricky sambil duduk bersimpuh didepanku.


"Kak bangun jangan gini, Leysa jadi nggak enak", kataku meminya kak Ricky untuk berdiri.


"Aku kemarin menemui kak Vanno karena aku ingin dia bantu aku menemui kamu, aku nggak ingin pisah sama kamu Ley, dengerin Ley....oke kalo aku pernah salah aku minta maaf, aku ingin kita seperti dulu lagi ya", kak Ricky meminta sesuatu yang tak mungkin aku kabulkan.


"Leysa nggak bisa kak, Leysa merasa kita nggak sejalan justru Leysa nggak mau semakin dalam ngerasa sakit atau menyakiti kakak", kataku lagi


"Ley, apa salah kakak dan kamu ngerasa sakit karena apa, kakak nggak ngerti, selama ini kakak merasa nggak pernah menyakiti kamu", sanggah Kak Ricky terhadap ucapanku.


"Kak, kakak tahu nggak kalo sikap dan perhatian kakak terhadap temen perempuan kakak itu membuat Leysa ngerasa nggak enak tapi Leysa nggak pernah bisa melarang kakak, karena kakak nggak pernah merasa apa yang kakak lakukan itu menyakitiku", akhirnya aku menjelaskan pada kak Ricky apa yang ada di hatiku.


"Leysa kamu kan tahu kalo hatiku hanya milik kamu, sedangkan semua yang aku lakukan menurutku nggak ada yang menyakitimu, mungkin kamu hanya cemburu saja ya", kata kak Ricky sambil menaikturunkan alisnya seakan semua perkataan ku hanya lelucon.


"Kak, please jangan anggap masalah ini enteng buat kakak, tolong kakak ngertiin perasaan Leysa",kataku pada kak Ricky


"Mungkin semua ini hanya alasanmu saja untuk meninggalkanku kan Ley, dan kamu ingin bersama yang lain kan, aku tahu dokter sialan itu ada mendekatimu dan aku yakin kamu mungkin ingin mencoba pacaran dengan seorang dokter kan", kata kak Ricky dengan sedikit emosi berusaha memojokkan ku.


"Jaga bicara kakak, jangan asal menuduh orang", kataku


"Apa aku salah Ley, kamu yang mengkhianati hubungan kita tapi kamu yang pura pura tersakiti kamu munafik Ley, sekarang semua udah jelas bagiku siapa pengkhianatnya", kak Ricky terus menuduhku.


"Terserah kakak mau ngomong apa...", kataku sambil melangkah pergi, tapi tiba tiba tanganku dicekal kak Ricky dan menarikku hingga berada dalam pelukannya. Aku memberontak tapi kak Ricky terus menarikku hingga ke ruang tamu. Kak Ricky mendudukkan aku dengan tetap menahanku dengan pelukannya


"Kak lepasin Leysa, apa mau kakak, kalo memang kata kakak, Leysa yang salah, ya sudah Leysa terima, terserah kakak", kataku sambil terus meminta kak Ricky melepaskan ku.


"Mauku kamu tetap menjadi kekasihku Leysa, aku mencintaimu tapi kenapa kamu malah mengkhianatiku", Kak Ricky yang seakan gelap mata malah mencium bibirku dengan paksaan dan juga menyentuh dua bagian tubuh depanku hingga kancing kemejaku terbuka. Aku marah dan kudorong tubuh kak Ricky yang sudah lancang melecehkanmu..


Untung saja, pada saat aku lari ke depan rumah aku lihat tukang ojek segera aku naik dan memintanya segera jalan.


Sampai dirumah, aku menangis sejadi jadinya karena sikap kak Ricky yang kurang ajar terhadapku tadi membuat sakit di hatiku. Aku merasa nggak bisa jaga diri hingga kak Ricky menyentuh ku seperti tadi. Aku benci kak Ricky. Malam ini aku sengaja cepat tidur supaya mami dan papa tidak curiga.

__ADS_1


"Leysa, bangun yuk kamu belum makan lho", mami mencoba membangunkan ku tapi memang badanku rasanya lemas dan demam, jadinya rasanya untuk bangun aku nggak kuat


"Lho Ley, kok badan kamu panas banget, kamu kenapa?, mami panggil Vanno ya buat periksa kamu", kata mami


"Jangan Mi, Leysa nggak papa cuma mau flu kayaknya kepala Leysa sakit, kasihan kak Vanno lagi sibuk soalnya jangan diganggu", kataku mencegah mami.


Saat ini sebenarnya aku ingin sekali menangis di pelukan kak Vanno tetapi aku malu dengan diriku yang sudah dilecehkan seperti itu oleh kak Ricky. Apa aku masih pantas untuk tetap mendampingi kak Vanno sementara kak Ricky sudah memperlakukan aku seperti itu.


Ceklek......pagi ini tiba tiba pintu kamarku dibuka seseorang dan ternyata mami tapi dibelakangnya ada dokter Vanno. Mami ternyata tetap menelpon dokter Vanno untuk datang ke rumah.


"Leysa, mami tadi pagi masuk ke kamar dan mami pegang badanmu masih panas makanya mami telpon dokter Vanno, mami mau membawamu periksa tapi dokter Vanno bilang mau ke rumah aja", jelas mami padaku.


"Silahkan dokter, kalo mau periksa Leysa dulu, sebentar saya keatas dulu", tiba tiba papa Leysa memanggil mami.


Dokter Vanno mendekat ke sebelahku dan memegang tanganku,"Ley, kenapa sampai demam gini?",


"Kayaknya Leysa mau flu kak", kataku bohong.


Dokter Vanno membuka sedikit piyama bagian atasku dan kemudian memeriksaku,"Kamu kemarin kemana Ley?".


Aku tidak banyak bicara, mami datang dan berbincang dengan dokter Vanno sebentar. Mami dan Dokter Vanno keluar kamarku karena aku sengaja pura pura tertidur karena aku nggak mau dokter Vanno banyak bertanya lagi.


Setengah jam kemudian aku dengar suara mobil keluar dari halaman rumahku. Aku rasa dokter Vanno sudah pergi dari sini.


Aku sengaja duduk kemudian aku melangkah ke kamar mandi. Di kamar mandi aku sengaja membersihkan badanku sambil menangis. Perlakuan kak Ricky masih membuatku trauma. Selesai mandi aku duduk ditepi ranjangku, aku menangis lagi mengingat perlakuan kak Ricky.


"Ley, ada apa", tiba tiba suara yang aku hapal mengagetkanku.


"Kakak kenapa kakak masih disini, bukannya kakak tadi udah pulang", tanyaku.


Ternyata tadi kak Vanno sudah pergi tapi kemudian ditengah jalan menelpon mami untuk minta ijin menemuiku. Mami dan papa memang hari ini akan keluar kota urusan kantor.


Kak Vanno mendekatiku,"Sekali lagi kakak tanya kamu kenapa Ley?".


"Leysa nggak papa kak, sudahlah kak, kakak pulang aja, kan kakak mesti ke rumah sakit", usirku ke kak Vanno.

__ADS_1


Kak Vanno langsung memelukku," Ley katakan ada apa ?....pasti sesuatu terjadi", kali ini suara kak Vanno terdengar penuh kekhawatiran.


Aku memberontak dipelukan kak Vanno tapi kak Vanno tidak melepas pelukannya,"Kak , Leysa mau kita putus ...tolong kakak putuskan Leysa dan cari perempuan lain yang lebih pantas dari Leysa", teriakku sambil menahan tangisanku.


"Tidak akan sayang, tidak akan aku lepaskan kamu apapun yang sudah terjadi", kak Vanno terus memelukku dan aku menangis sampai puas di dadanya. Air mataku sampai membasahi kemejanya.


Setelah aku puas menangis kemudian kak Vanno menangkup wajahku.


"Ley, apa seseorang sudah melecehkanmu?", tanya kak Vanno dengan sorot mata penuh emosi.


Aku hanya mengangguk, kemudian malah kak Vanno kembali bertanya,"siapa dia Ley, apa Ricky yang sudah melecehkanmu?, katakan pada kakak Ley akan kakak hajar dia karena berani menyentuhmu", kak Vanno sudah beranjak akan pergi dengan penuh emosi tapi aku segera berdiri dan menahan tangannya," Kak, sudah kak, jangan", cegahku sambil mengiba pada kak Vanno.


Kak Vanno mendudukkanku lagi di ranjang dan kemudian berkata,"ceritakan semuanya pada kakak Ley, apa yang sebenarnya terjadi?".


Aku menceritakan semua yang terjadi pada kak Vanno. Semuanya hingga apapun yang disentuh kak Ricky pada tubuhku. Aku menceritakan semua sambil menangis dan terakhir aku tetap meminta kak Vanno mengakhiri hubungannya denganku.


Ada helaan napas panjang dari kak Vanno setelah semuanya aku ceritakan padanya,"Ya Allah Ley, kakak lega, Kakak takut sekali kalo Ricky sampai menodaimu, semuanya salah kakak, Kakak nggak bisa menjagamu dengan baik dan kakak yang memintamu menemuinya".


"Tolong jangan pernah katakan perpisahan lagi ya Ley, Kakak mencintai dan kakak nggak mau pisah denganmu sayang", kak Vanno berbicara sambil mengelus rambutku.


"Tapi kak, dia sudah menyentuhku, apa kakak nggak jijik denganku, aku merasa kotor sekali kak", aku kembali menangis.


Kak Vanno meletakkan jari telunjuknya di bibirku,"Maaf Leysa, kakak melihat luka cakaran di daerah ini dan apakah ada luka lagi di tubuhmu hingga membuatmu radang sehingga kamu demam?", tanya Kak Vanno hati hati padaku.


Aku mengangguk lalu aku buka sedikit baju kimono ku di area pahaku yang terluka dan nenar karena saat aku lari aku menabrak meja dengan sangat keras.


"Apa aku boleh mengobati lukamu Ley?", ijin kak Vanno.


Aku hanya mengangguk, meskipun aku malu sebenernya tapi aku membiarkan kak Vanno mengobati lukaku.


Kak Vanno mengatakan padaku kalo luka itulah yang membuatku demam.


Kak Vanno membersihkan lukaku dan kemudian mengobati juga menutup area yang terluka.


"Kenapa Ley, kamu nggak nyaman ya kakak memegang paha mu?", tanya kak Vanno yang sukses membuat wajahku memerah karena malu.

__ADS_1


Kak Vanno lalu menutup pahaku dengan baju kimono ku dan langsung memelukku lagi. Kehangatan inilah yang sangat aku dambakan untuk mengurangi kegalauan hatiku.


__ADS_2