DILEMA HATI LEYSA

DILEMA HATI LEYSA
EPISODE EMPATBELAS


__ADS_3

Dua bulan yang lalu Kak Vanno sudah memutuskan untuk datang ke orangtuaku dan mengatakan dengan jujur bahwa kak Vanno menjalin hubungan denganku. Mami dan papa menyetujui hubungan kami berdua bahkan saat kak Vanno seminggu yang lalu secara terang terangan ingin melamarku, orangtuaku ternyata mengijinkannya.


Usiaku masih terbilang sangat muda 20 tahun terpaut usia 10 tahun dengan kak Vanno.


Malam ini Kak Vanno dan keluarganya datang untuk melaksanakan acara lamaran kami. Terdengar suara deru mobil mobil sudah mulai berdatangan. Kami semua menyambut kedatangan keluarga kak Vanno. Setelah semua bersalam salaman kemudian kami menempati posisi tempat duduk yang sudah disediakan.


"Kamu cantik sekali Ley", kata kak Vanno sambil menyentuh tanganku.


"Terimakasih kak, kakak juga tampan kok", kataku sambil kusuguhkan senyum terbaikku pada kak Vanno


Acara lamaran malam ini berlangsung lancar dan akhirnya aku resmi menjadi tunangan Dokter Vanno.


POV Dokter Vanno


Tiba tiba ruangan dokter Vanno diketuk oleh seseorang.


"Dokter, maaf ada seorang wanita yang ingin bertemu dokter, katanya ada yang perlu disampaikan ke dokter....apa diijinkan masuk Dok?, soalnya kan waktu praktek dokter sudah selesai dan pasien sudah habis?", tanya suster Lisa pada dokter Vanno.


"Siapa ya?....ya sudah nggak papa suruh masuk saja suster", jawabku.


Seorang wanita dengan paras cantik masuk keruangan Dokter Vanno.


"Siang Dokter Vanno......boleh saya masuk", kata wanita itu.


Vanno menengok ke arah pintu dan sangat terkejut ketika didapati wanita yang beberapa waktu yang lalu sudah menyakiti hatinya.


"Sandra.......kamu........kenapa kamu ada disini?, ya masuklah silahkan duduk", kataku sambil agak bingung juga.


"Vanno, apakah masih diijinkan jika aku ingin bertemu kamu?", tanya Sandra


"Ya nggak papa Sandra, silahkan saja, toh kamu kan juga temanku", jawabku


"Terimakasih Vanno, aku mau minta maaf padamu atas semua sikapku di masa lalu kepadamu, aku merasa sikapku keterlaluan padamu Van, aku salah banget sama kamu karena aku pernah menyakiti perasaanmu", Sandra berkata sambil menangis.


"Sudahlah Sandra, yang lalu biarlah berlalu, aku sudah melupakan semuanya kok, berhentilah menangis aku nggak enak nanti orang lain berpikir aku menyakitimu", aku berusaha menenangkan Sandra.


Setelah agak lama berbincang kemudian Sandra pamit pulang


Vanno yang merasa waktunya untuk pulang juga ikut keluar ruangan bersama Sandra.


POV Leysa


"Kak, udah mau pulang", aku kaget saat melihat kak Vanno keluar diikuti oleh seorang wanita yang cantik.


"Loh Leysa kok kamu nunggu disini, kenapa nggak masuk aja sayang", kata kak Vanno yang langsung mendekatiku.


"Kata suster, kakak masih ada tamu yang mungkin pasien kakak dan Leysa nggak mau ganggu kakak", jawabku.


"Oh enggak .....hmmm Leysa, kenalkan ini temen kakak namanya Sandra dan Sandra kenalkan ini Leysa, dia adalah calon istriku", kata kak Vanno dan cukup membuat hatiku bergetar aku mendengar nama Sandra.


Di hatiku bertanya tanya, apakah Sandra ini adalah Sandra yang sama yang pernah menjalin hubungan dengan kak Vanno. Aku juga melihat raut muka Sandra berubah saat kak Vanno memperkenalkan diriku sebagai calon istrinya. Kami saling menjabat tangan sebagai tanda perkenalan tetapi suasana menjadi sangat canggung antara aku dan Sandra.

__ADS_1


"Sandra, aku duluan ya kasihan Leysa ini sudah terlalu malam", kata kak Vanno sambil menggandeng tanganku.


Aku melihat ada sorot mata kecewa di mata Sandra. Dan saat ini hatiku jadi merasa tidak tenang kenapa Sandra harus menemui kak Vanno.


Di mobil aku banyak diam sehingga Kak Vanno meraih tanganku dan berkata,"Leysa, kamu kenapa .....iya itu adalah Sandra mantanku dulu, tapi please percaya ya sama kakak, kakak sendiri nggak tahu kenapa tiba-tiba Sandra datang menemui kakak, sementara selama ini kami tidak pernah berkomunikasi.....jangan marah ya sayang".


"Enggak kok Kak, Leysa nggak marah kok, cuma Leysa aneh aja kok sampai nyamperin kakak ke rumah sakit, emang ada perlu apa?", kataku akhirnya mengatakan kecemasanku.


"Tadi Sandra meminta maaf pada kakak atas perbuatannya di masa lalu Ley dan kakak bilang sudah melupakan semuanya", kata kak Vanno menjelaskan padaku.


Sampai depan rumahku aku berniat membuka pintu mobil tapi kak Vanno langsung memelukku,"Sayang, please jangan marah ya, kakak sayang Leysa".


Aku mendongakkan kepalaku dan kemudian melingkarkan tanganku ke pinggang kak Vanno. Kak Vanno tersenyum padaku sambil sekilas mengecup dahiku. Aku membalasnya dengan mencium pipi kak Vanno.


"Ley, nikah yuk, kakak pengen cepet halalin kamu biar kakak nggak usah nahan nahan terus ya", kata Kak Vanno merengek seperti anak kecil.


"Ih dasar dokter mesum", kataku sambil mencolek pipinya. Kak Vanno memegang tanganku dan langsung mencium sekilas hidungku.


"Kak udah deh nanti keterusan", kataku sambil menggeser posisi dudukku menjauh dari kak Vanno.


Kak Vanno seperti biasa menemaniku masuk rumah dan menemui orang tuaku sebentar sebelum dia pamit untuk pulang.


Hari ini aku kuliah sampai pukul 14.00 lumayan padat juga.


"Ley, mau kemana buru buru amat sih, aku mau minta tolong nih Ley buat acara besok titip dong beliin hadiah hadiah buat pemenangnya, udah aku tulis nih semua kebutuhannya", kata Rudi temanku satu jurusan. Kebetulan memang jurusan mengadakan pertandingan basket dan diikuti semua fakultas besok.


Aku lihat catatan Rudi dan setelah aku yakin dengan semua barang yang harus aku beli, langsung aku pergi ke mall di pusat kota.


Aku berjalan ke arah ruangan kak Vanno lewat pintu samping area gedung rumah sakit. Aku melihat kak Vanno di dekat ruangannya sedang membelakangi ku tapi kemudian aku benar-benar tidak percaya dengan yang aku lihat karena seorang perempuan yang aku kenal memeluknya dari belakang dengan mesra. Perempuan itu adalah Sandra yang langsung bergelayut manja di punggung kak Vanno. Ya Allah, apa bener yang barusan aku lihat itu. Aku langsung membalikkan arah langkahku untuk segera pergi dari tempat ini.


Di depan rumah sakit, langsung aku berhentikan taxi karena tadi aku tidak membawa mobil, dan segera pulang dengan perasaan yang luarbiasa sakit ini. Kenapa kak Vanno melakukan semua itu padaku, ternyata kak Vanno dan Sandra masih berhubungan. Kenapa kak Vanno tidak jujur padaku, apa karena kami sudah terlanjur bertunangan sehingga kak Vanno tidak ingin menyakiti perasaan ku dan juga perasaan kedua orangtuaku.


Aku hanya bisa menangis sambil menahan perih di hatiku.


Sampai rumah ternyata mami sudah ada dirumah. Mami yang sedang menyiram bunga melihat kedatanganku dengan berurai air mata segera menghampiriku dan memelukku.


"Ada apa Ley, kenapa anak mami kok nangis, apa ada yang menyakitimu nak?", kata mami sambil mengelus rambutku.


Aku tidak bisa berkata apapun hanya bisa menangis, aku ingin menumpahkan semua perasaaan sakit hatiku di pelukan mami.


"Udah sekarang Leysa masuk dulu, mandi baru nanti kalo Leysa udah enakan cerita sama mami ada apa ya nak ?", kata mami kemudian.


Aku hanya bisa menganggukkan kepalaku sebagai tanda setuju atas perintah mami padaku.


POV Dokter Vanno


Setelah selesai memeriksa pasien terakhir, dokter Vanno keluar ruangan bermaksud mengecek rekam medis salah satu pasiennya yang tadi berobat. Saking seriusnya dokter Vanno tidak menyadari kedatangan seseorang yang tiba tiba memeluknya dari belakang. dengan kencang sehingga dokter Vanno kesulitan untuk melihat siapa yang memeluknya.


"Hmmmm Leysa kamu kenapa kangen sama ka.......", Aku melihat kebelakang dan ternyata dugaanku salah, bukan Leysa yang sedang memelukku tetapi Sandra.


Aku langsung melepaskan tangan Sandra yang melingkar di perutku,"Sandra.....apa apaan kamu....jangan seperti ini". Aku sedikit meninggikan suaraku karena aku lihat suster didepanku melihat adegan ini, dengan wajah yang kaget juga. Semua suster yang membantuku tahu kalo tunanganku adalah Leysa.

__ADS_1


"Maaf Vanno, aku hanya bercanda mau mengagetkanku saja", kata Sandra dengan menundukkan wajahnya dan memasang muka ketakutan.


"Sandra, jangan begini, orang bisa salah sangka kalo melihat kejadian ini ..... tolong lah kamu jaga sikapmu ya, nggak pantas kalo aku yang sudah bertunangan melakukan hal seperti tadi dengan perempuan lain", aku memberikan penjelasan pada Sandra berlahan agar tidak melukai hatinya.


"Iya Van, maafin aku ya, aku tidak akan mengulangi perbuatanku tadi, sekali lagi maaf ya", Sandra mengatakan padaku sambil mengatupkan kedua tangannya.


"Ya sudah nggak papa, oiya ada apa kamu kesini?", tanyaku.


"Ah enggak tadi aku habis menjenguk temanku yang dirawat disini dan aku ngga sengaja liat kamu disini jadi aku samperin aja. ya udah Van, aku pamit pulang ya", kata Sandra sambil melangkah pergi.


Aku meneruskan mengecek rekam medis pasienku.


"Dokter, maaf saya mau bilang sesuatu", kata suster Rita yang tadi berada di depan dokter Vanno.


"Iya bilang saja suster Rita, kok mukanya serius banget apa ada masalah besar yang mau disampaikan ke saya", tanyaku aneh karena kulihat ada pancaran mata kegugupan pada suster Rita


"Dokter.....maaf ya, kalo saya nggak salah lihat tadi sepertinya mbak Leysa datang sedang menuju kearah sini ketika tiba tiba teman dokter tadi memeluk dokter", kata suster Rita.


"Astagfirullahaladziim pasti Leysa salah sangka ini", aku langsung mengusap kasar mukaku,"terus sekarang Leysa nya kemana Sus".


"Tadi saya liat mbak Leysa langsung buru buru berbalik arah dan pergi saat melihat dokter dan wanita tadi", jawab suster Rita menerangkan kejadiannya.


Aku langsung mengambil kunci mobil dan handphone ku diruangan dan bergegas melangkah pergi menyusul Leysa. Aku tahu Leysa pasti marah melihatku dengan Sandra tadi.


Aku berusaha menelpon Leysa tetapi telponku tidak diangkat, aku mencoba mengirim pesan juga tidak dibuka.


Aku berusaha menghubungi mami Leysa.


Dokter Vanno


Assalamualaikum Tante .....


Mami Leysa


Wa'alaikumsalam ada apa Vanno....


Dokter Vanno


Tante, apa Leysa sudah pulang ?


Mami Leysa


Iya, Leysa udah dirumah Van ..... tapi Leysa pulang dalam kondisi menangis tadi .....ada apa ya Vanno apa kamu tahu Leysa kenapa?


Dokter Vanno


Iya Tante, Leysa salah paham pada Vanno.


Tante, Vanno ke arah rumah Tante, nanti Vanno jelaskan detail ke Tante ya.... Assalamualaikum Tante


Mami Leysa

__ADS_1


Oh iya wa'alaikumsalam Vanno.....


__ADS_2