
Hari ini tepat saat acara perpisahan sekolah. Acaranya berlangsung di satu hotel di kota Bandung ke arah Lembang. Aku merasa sedikit sedih karena ternyata kak Ricky tidak bisa hadir saat ini dengan alasan banyak tugas, entah mengapa terbersit perasaan sedih dihatiku saat aku merasa tidak diistimewakan oleh kak Ricky.
Aku mengirim pesan ke kak Vanno supaya mau menjadi pasanganku untuk malam ini karena rule acara perpisahan ini harus bawa pasangan sementara Roni udah dibooking sama Rania. Jadi aku mau tidak mau mesti minta tolong kak Vanno.
Leysa
Assalamualaikum kak dokter, kakak sibuk nggak malam ini
Dokter Vanno
Wa'alaikumsalam Leysa, kebetulan malam ini kakak nggak praktek, ada apa Leysa?
Leysa
Kakak keberatan nggak pergi ke acara perpisahan sekolah sama Leysa nanti malam
Dokter Vanno
Iya boleh kok Leysa ....kakak jemput Leysa jam berapa?
Leysa
Jam 18.30 ya Kak,......makasih ya Kak 🙏🙏
Dokter Vanno
Sama sama Leysa, sampai ketemu nanti malam.
Malam ini kak Vanno datang ke rumah Leysa sesuai janjinya, setelah meminta ijin pada orangtua Leysa kemudian mereka berangkat.
"Kak maaf ya Ley merepotkan kakak", kataku membuka pembicaraan di mobil.
"Nggaklah Ley nggak papa, kakak seneng kok kamu repotin, paling enggak malam ini kakak nggak kamu ejek dokter nggak laku ha...ha ..ha", kak Vanno mencoba bercanda.
Entah kenapa tiba tiba aku ingin menangis dan seketika itu air mataku lolos dan ternyata kak Vanno melihatku,"Leysa, ya ampun maaf apa ada kata kata kakak yang menyinggung perasaan mu", kak Vanno langsung meminggirkan mobilnya dan berhenti.
Aku yang nggak kuat menahan perasaanku," Kak, apa Ley boleh pinjem bahu kakak sebentar". Dengan cepat kak Vanno meraih tubuhku dan membenamkan di dadanya. Aku langsung menangis dan mengeluarkan semua rasa yang aku tahan sampai aku rasakan baju kemeja kak Vanno basah karena air mataku.
"Oke kamu boleh menangis sepuasmu tapi setelah ini jangan lagi menangis ya, kakak memang nggak tahu kenapa Leysa menangis tapi semoga ini bukan karena kakak penyebabnya", kata kak Vanno sambil mengelus rambutku.
Beberapa saat kemudian, aku puas menangis dan," kak udah terima kasih bahunya dan maaf baju kakak jadi basah".
Kak Vanno mengusap air mataku dan membersihkan bekas bekas tangisanku,"Kok cantiknya jadi agak ilang ya Ley, gimana jadi nggak ke acara pestanya tuan Puteri", kata kak Vanno sedikit membuatku tersenyum.
"Jadilah kak, asal kakak nggak malu mengantar Leysa yang cantik nya jadi berkurang begini", kataku sambil memajukan bibirku.
"Kamu itu enggaklah ayooo kita pergi, kamu masih cantik kok meskipun sedikit ada mendung di wajahmu, tapi aku pastikan malam itu mendung itu harus hilang dari wajahmu", kata kak Vanno sambil membawaku ke tempat acara.
Di acara ini, kak Vanno tidak melepaskan ku sama sekali bahkan sewaktu MC meminta salah satu dari kami untuk naik panggung, kak Vanno langsung membawaku ke panggung dan mengambil gitar untuk menyanyikan lagu.
Andai Dia Tahu
__ADS_1
Bilakah dia tahu
Apa yang tlah terjadi
Semenjak hari itu
Hati ini miliknya
Mungkinkah dia jatuh hati
Seperti apa yang kurasa
Mungkinkah dia jatuh cinta
Seperti apa yang ku damba
Bilakah dia mengerti
Apa yang tlah terjadi
Hasratku tak tertahan
Tuk dapatkan dirinya
Mungkinkah dia jatuh hati
Seperti apa yang kurasa
Mungkinkah dia jatuh cinta
Seperti apa yang ku damba
Tuk jatuh cinta
Hanya untukku
Andai dia tahu
Tepuk tangan dari semuanya mengiringi selesai nya persembahan dari kak Vanno.
"Kak, ternyata kak dokter suaranya keren deh, temen temen Leysa pada pengen kenalan sama kakak nih gimana dong, sampai wa Leysa bunyi terus, lumayan nih kak, kesempatan cari pasangan", kataku pada kak Vanno.
"Wah jangan Ley, kan anggap aja malam ini kamu pasanganku ya jadi jangan ngomongin orang lain, terus boleh nggak pura pura malam ini kamu jadi pacarku Ley supaya aku tahu gimana sih rasanya punya pacar", kata kak Vanno.
"Ha.....ha......ha......wah kakak kelamaan jomblo kasihan banget sih, ya udaalam ini Leysa akan pura pura jadi pacar kakak", kataku.
"Ley.... mau nggak makan jagung sebentar ke Lembang kan ini masih jam 8.30", tanya kak Vanno padaku
"Iya kak hayu nggak papa lagian papa mama kan tahunya acara perpisahan sampai malam dan ada kakak yang jagain aku" jawabku pada kak Vanno
Sampai di Lembang udara terasa sangat dingin sekali dan sialnya aku nggak bawa jaket karena memang nggak ada cerita main ke Lembang jadi nggak persiapan.
__ADS_1
"Ley, pakai jaket kakak ya kebetulan kakak simpen satu di mobil buat jaga jaga, kayaknya kamu kedinginan", kak Vanno berkata sambil memasangkan jaket ke badanku.
Setelah pesan jagung kemudian kita berdua duduk di tanah lapang sambil melihat gemerlap lampu kota.
"Boleh kakak tahu kenapa tadi Leysa menangis?", tanya kak Vanno hati hati padaku.
"Leysa bingung kak, hubungan Leysa dan kak Ricky sudah satu tahun lebih tapi kenapa rasanya Leysa nggak pernah merasa nyaman dengan kak Ricky", kataku akhirnya mengadu pada kak Vanno tentang rasa sedih yang aku rasakan.
Aku ceritakan semua pada kak Vanno tanpa ada yang terlewat. Kak Vanno hanya mendengarkan ceritaku tanpa menyela sedikitpun dan hanya mengangguk anggukkan kepalanya sebagai tanda dia mengikuti alur ceritaku.
"Kamu harus putuskan sendiri Leysa, tanyakan pada hati kecil mu apakah yang kamu rasakan pada Ricky itu cinta atau hanya sekedar mengagumi dan obsesimu saja?",kak Vanno tiba tiba,"Sanggup kah kamu untuk terus tersiksa dibelenggu oleh rasa cintamu yang teramat dalam pada Ricky?".
"Cinta yang Leysa rasakan kok sangat menyakitkan buat Leysa sendiri ya Kak, apa memang seperti ini rasanya cinta itu kak?", aku malah bertanya pada kak Vanno.
"Seharusnya dengan rasa cinta justru mampu membuat hati menjadi bahagia dan nyaman Ley, sehingga cinta itu akan menguatkan dan membahagiakan jika ada hal buruk yang menghampiri kita, seperti itu bayangan kakak tentang rasa cinta", jawab kak Vanno.
"Kakak apa pernah mencintai seseorang",tanyaku.
Kak Vanno agak kaget dengan pertanyaan ku sehingga aku memintanya untuk melupakan pertanyaannya tetapi kak Vanno justru ingin menceritakan masa lalunya yang sempat dia tutup itu.
Flashback On
"Sarah berhenti ....... kenapa kamu ingin mengakhiri hubungan ini, sebenernya salahku apa Sarah, tolong beri aku penjelasan", tanya Vanno
Sarah yang dari tadi terus meminta Vanno untuk mengikhlaskan hubungan mereka berkata,"Van aku nggak bisa sama kamu karena aku nggak cinta sama kamu".
"Apa maksud perkataan mu ", tanya Vanno dengan sedikit emosi.
Sarah menceritakan bahwa selama ini dia mempertahankan hubungannya dengan Vanno karena permintaan dari kakeknya, sebab kakeknya dan kakek Vanno bersahabat baik dan mereka ingin cucu cucu nya bersatu. Vanno memang sangat mencintai Sarah dengan setulus hati sejak mereka bertemu di fakultas kedokteran semester satu. Hubungan yang sudah terjalin selama 6 tahun itu tidak menjadikan makin eratnya Sarah dan Vanno. Sejak meninggalnya kakek Vanno dua bulan yang lalu, akhirnya terkuak semua sandiwara yang dimainkan oleh Sarah selama ini.
'Aku mau kamu ngerti Vanno, aku mempertahankan hubungan kita karena kakek mengancam ku tidak akan memberikan warisan sedikit pun kepada kedua orang tua ku kalo aku tidak memenuhi permintaannya", jelas Sarah
Vanno langsung memegang bahu Sarah dan menariknya hingga kepelukannya,"apakah memang tidak ada rasa untukku Sarah?", tanya Vanno bergetar menahan tangis luka hatinya.
"Lepaskan Sarah Vanno, jangan memaksanya", suara seseorang yang amat dikenal Vanno terdengar tinggi dipenuhi emosi. Ya, itu suara Rama, sahabat karib Vanno yang selama ini selalu bersama sama Vanno dan Sarah.
Seketika itu Sarah melepaskan pelukan Vanno dan lari menuju Rama yang langsung memeluknya penuh arti. Sarah tidak menolak pelukan Rama bahkan terlihat mengeratkan tangannya di punggung Rama seakan mencari kenyamanan disana.
Vanno yang tidak bodoh pun menyadari hal yang tidak wajar antara Sarah dan sahabatnya Rama.
"Rama, jangan bilang kalo kamu dan kekasihku adalah ......",Vanno berbicara namun belum selesai kalimatnya Rama sudah memotong perkataan nya," Iya semua bener Vanno, yang kamu pikirkan tepat sekali, aku dan Sarah saling mencintai karena itu tolong lepaskan Sarah, biarkan dia bahagia".
Vanno mendekat pada Sarah dan duduk bersimpuh di dekat kaki Sarah,"kenapa Sarah, kenapa kamu tega melakukan ini semua, kamu permainkan cinta seakan ini lelucon dalam hidupmu".
Sarah pun ikut duduk bersimpuh didepan Vanno sambil memegang bahu Vanno,"Vanno, maafkan aku, aku tidak bermaksud menyakitimu seperti ini, tapi aku mohon jangan salahkan Rama karena kami saling mencintai dan kalopun ada yang salah, akulah yang bertanggung jawab atas semua ini, kami boleh benci aku Vanno".
Vanno memegang tangan Sarah mengajaknya berdiri dan kemudian berjalan mendekati Rama,"Jaga dia Ram, jangan pernah sakiti hatinya dan bahagiakan selalu dia, aku tidak akan pernah membenci kalian karena aku paham kalian saling mencintai", Vanno meletakkan tangan Sarah pada tangan Rama disertai senyuman.
"Terimakasih atas enam tahun rasa yang pernah kamu berikan padaku Sarah, meskipun menurutmu semuanya bohong tapi aku tidak pernah membohongimu tentang rasa yang aku berikan padamu", Vanno menatap Sarah dan mengelus sedikit ujung rambutnya.
"Maafkan aku Vanno..... maafkan aku",kata Sarah menahan langkah Vanno dan ingin memeluknya, tapi Vanno menahan tubuh Sarah sambil menggelengkan kepalanya seraya melangkah pergi menjauh dari Sarah dan Rama.
__ADS_1
Flashback Off