DILEMA HATI LEYSA

DILEMA HATI LEYSA
EPISODE LIMABELAS


__ADS_3

Vanno sudah berada dirumah Leysa dan langsung bergegas menemui mami. Pikiran Vanno sudah tidak tenang karena dia yakin, kalo Leysa pasti tadi melihat kejadian di rumah sakit dirinya dan Sandra.


'Vanno, Leysa tadi pulang tapi seperti habis menangis dan terlihat sangat sedih, sebenernya ada apa?", tanya Mami.


"Ada salah pengertian antara Vanno dan Leysa Tante, boleh nggak Vanno bertemu Leysa Tante?", pintaku.


Mami naik keatas dan memberitahukan pada Leysa tapi Leysa tidak mau bertemu dengan Vanno. Mami sudah berusaha membujuk tapi tetap Leysa tidak mau sehingga mami meminta Vanno untuk memberikan waktu dulu untuk Leysa biar tenang. Mami berjanji akan membujuk Leysa.


"Ya sudah Tante, Vanno pamit dulu, Vanno minta maaf sudah membuat Leysa seperti ini dan Vanno akan berusaha menyelesaikan semuanya dengan baik", kataku sambil pamit pulang.


Sepanjang jalan pikiranku sangat kacau karena aku membuat Leysa menjadi salah pengertian. Aku juga bingung, kenapa Sandra harus bersikap seperti tadi. Aku sudah berusaha selama ini untuk melupakan Sandra yang pernah menjadi. bagian penting dalam hidupku tetapi saat aku sudah bisa menata hatiku tanpa Sandra justru dia kembali mengusik kehidupan ku.


Aku melajukan mobilku dengan kecepatan sedang ditengah hujan malam ini. Tiba tiba sebuah mobil dari jalan kecil langsung menuju jalan besar tanpa menoleh kearahku sehingga aku membuang arah mobilku ke kanan agar tidak menabrak sehingga mobilku oleng tak terkendali dan bruuuuuuuk.......aku merasa sekitar ku menjadi gelap dan aku sudah tidak ingat apa apa lagi.


"Leysa, Vanno kecelakaan di jalan dan sekarang dirawat di RS tempatnya bekerja", kata Mami sambil mengetuk pintu kamarku pagi ini.


"Ya Allah Mi, kapan kejadiannya? kok bisa", tanyaku sambil panik


"Cepet kamu ke RS dan lihat kondisi Vanno ya. Nanti kamu kabarin mami gimananya ya", perintah mami kemudian.


Aku langsung bersiap dan menuju RS. Hampir satu jam kemudian aku sampai ke RS. Aku langsung buru buru mencari dimana kak Vanno dirawat. Setelah bertanya pada suster akhirnya aku menemukan dimana kamar perawatan kak Vanno. Aku melihat ruangan kak Vanno dengan pintu yang terbuka. Aku mendengar percakapan seorang perempuan dan kak Vanno sayup sayup. Walaupun percakapan mereka tidak terlalu keras tapi aku bisa mendengar semua dengan jelas apa yang mereka bicarakan. Ternyata itu adalah kak Sandra dan kak Vanno.


" Sandra, sudahlah antara kita sudah selesai semuanya....", kata kak Vanno.


"Tapi Van, aku masih mencintaimu, tolong kamu kasih aku kesempatan sekali lagi untuk mendampingi mu lagi", kata kak Sandra


"Tidak Sandra, aku sudah memilih Leysa untuk mendampingiku dan apa yang kamu lakukan kemarin sudah membuat Leysa salah sangka kepadaku", jelas kak Vanno.

__ADS_1


Aku menutup mulut ku, kaget dengan yang terjadi karena artinya kemarin itu memang yang terjadi tidak seperti apa yang kupikirkan dan aku tidak memberikan kesempatan pada kak Vanno untuk menjelaskan sampai terjadi kecelakaan ini.


"Sudahlah Vanno, kenapa kamu malah memilih Leysa yang belum dewasa, please Vanno, aku tahu rasa itu masih ada dihatimu untukku", Sandra mengatakan semua dengan berurai air mata.


"Kata siapa Sandra, sudahlah jangan seperti ini, kamu tahu San....Aku, Vanno sangat mencintai Leysa yang kamu bilang belum dewasa itu dan satu lagi.....iya memang dulu hatiku milikmu Sandra tapi sekarang hatiku sepenuhnya milik calon istriku, Leysa", kata kata kak Vanno membuatku jatuh pada rasa bersalah yang besar. Dan aku merasa semua kesalahanku ini harus aku tebus saat ini.


Aku memberanikan diri untuk langsung masuk keruangan orang yang kemarin sudah aku tolak kedatangannya sehingga berakhir di RS saat ini.


"Kak Vanno.....kakak kenapa?.....Ya Allah kak, kok sampai begini?, aku mendekati kak Vanno dan langsung memberikan pelukan hangat yang sengaja aku tahan agak lama. Terasa olehku kak Vanno agak kaget tetapi kemudian dengan satu tangannya yang tidak terluka melingkarkan tangannya di punggungku.


Setelah agak lama, aku melepaskan pelukanku di tubuh kak Vanno.


"Kakak nggak papa sayang, cuma tangan aja luka sedikit kok", kata kak Vanno sambil tersenyum padaku.


"Eh kak Sandra udah disini, maaf kak, Leysa khawatir sama calon suami Leysa jadi nggak liat kakak ada disini tadi", ucapku sengaja menekankan kata calon suami pada wanita ini.


"Oh iya kak Sandra, Leysa sebagai calon istrinya kak Vanno mengucapkan terimakasih karena kakak sudah mau meluangkan waktu untuk membantu kak Vanno, beruntung sekali kak Vanno punya teman sebaik kakak", kataku sopan


"Sandra sebaiknya kamu pulang saja, terima kasih sudah menjengukku ya .....Leysa sudah disini dan dia akan menjagaku ya sayang", tanya kak Vanno padaku.


Aku menganggukkan kepalaku sambil mengusap tangannya.


Sandra akhirnya pamit pulang mungkin hadirnya aku disini membuatnya tidak nyaman. Setelah mengantar Sandra sampai depan pintu, aku kembali mendekati kak Vanno.


"Leysa, maafkan kakak, yang kemarin kamu lihat itu....", aku menghentikan penjelasan kak Vanno.


"Sudah kak, lupakan saja Leysa minta maaf karena Leysa kakak jadi seperti ini", kataku sambil mengelus punggung tangan kak Vanno.

__ADS_1


"Nggak papa sayang, Kakak rela kok seperti ini asal dapat pelukan seperti tadi dari calon istri kakak", kak Vanno menggodaku sambil menaikturunkan alisnya,"Ley, mau dong dipeluk lagi kayak tadi", Kak Vanno mulai merajuk padaku sambil menarik narik tanganku.


Saat aku mau memeluk kak Vanno tiba tiba ada suster datang.


"Hmmm.....maaf Dokter Vanno, saya mengganggu, wah kalo ada mbak Leysa pasti dokter cepat sembuh nih", goda suster.


Aku menemani kak Vanno karena memang keluarga kak Vanno baru datang besok sore. Kak Vanno menjelaskan semua dari awal sampai akhir hingga tidak ada lagi kesalahpahaman antara kami.


Sore ini kak Vanno meminta pulang karena dia merasa bisa merawat dirinya dirumah. Aku mengantar kak Vanno ke apartemen nya.


Aku membawa baskom dan kain untuk menyeka tubuh kak Vanno,"Kak, Leysa bantu menyeka badan kakak ya biar agak enakan", aku memberanikan diri untuk menawarkan pada kak Vanno karena kulihat kak Vanno kesulitan untuk mandi.


"Asal kamu nggak keberatan membantuku, aku dengan senang hati mau Ley", jawab Kak Vanno.


Aku membantu kak Vanno untuk membuka kemejanya. Aku agak canggung untuk melepaskan kancing kancing bajunya,"Kenapa Ley, nggak papa buka saja aku tidak akan berteriak kok, aku pasrah aja mau kamu apakan", kak Vanno malah mengajakku bercanda.


Aku mulai dengan mengelap tangannya kemudian punggung dan kemudian dada bagian depannya.


"Ley, maukah kamu segera aku halalkan, aku khawatir imanku goyah kalo terus terusan dekat kamu", kata kak Vanno sambil mendekat padaku dan kemudian menempelkan bibirnya tepat di bibirku. Aku yang mulai hanyut dalam permainan kak Vanno, tidak sengaja memegang tangannya yang terluka.


"Awwwww ......", teriak kak Vanno


"Maaf kak, aku nggak sengaja", kataku pada kak Vanno


"Ngga papa sayang........', kak Vanno dengan mengusap lembut pipiku.


Hari ini semua berubah menjadi kebahagiaan terutama untuk kami berdua.

__ADS_1


__ADS_2