Dinikahi Badboy Tengil

Dinikahi Badboy Tengil
Rasa bingung Agam


__ADS_3

Setelah mendengar suara mesin motor, Alvin dan yang lain menghentikan langkahnya. Mereka semua menoleh ke arah parkiran yang saat ini sedang ada seorang wanita menggunakan motor besar seperti milik mereka. Wanita itu masih belum membuka helm full face nya.


"Kenapa motornya sama persis dengan motor yang aku beli buat bang Justine untuk anatar jemput Aliya"Alvin bermonolog dalam batinnya sambil memperhatikan sosok wanita yang masih duduk di atas motornya.


"Wih cewek. Siapa dia? Sepertinya baru hari ini ada cewek yang naik sepeda motor besar seperti itu" Ucap Jeremy pelan


Saat ini Aliya sedang menjadi pusat perhatian semua siswa Alindra. Terutama para gengnya Kartika.


"Siapa dia?" Tanya Kartika sambil menatap tajam Aliya


Aliya masih belum membuka helmnya. Wanita itu masih menatap Alvin dari dalam helmnya.


"Kenapa dia harus diam di situ sih" Ucap Aliya pelan


Beberapa saat kemudian. Terdengar suara bel masuk dan langsung membuat semua murid masuk ke dalam kelas masing-masing, Begitu juga Alvin dan gengnya.


Melihat semua orang sudah pada masuk ke dalam kelas masing-masing. Aliya membuka helmnya dan berjalan ke arah kantor sekolah.


"Assalamualaikum bu, Pak. Perkenalkan nama saya Aliya pratiwi"Ucap Aliya sopan sambil mencium punggung tangan para guru


"Walaikum salam. Jadi ini yang namanya Aliya" Ucap salah satu guru di sana.


Mendengar itu Aliya hanya tersenyum tipis serta menunduk sopan pada semua guru yang ada di sana.


"Aliya, Kamu sekarang bisa ikut dengan bu Tia untuk masuk ke dalam kelas barumu ya. Semoga kamu betah sekolah di sini" Ucap pak Azis. Guru kepala di sana


"Insya allah ya pak" Balas Aliya sopan


Setelah itu, Aliya mengikuti langkah bu Tia dan mengekor di belakangnya. Rasanya tidak seperti saat sekolah di sekolahnya yang lama. Mungkin karna sekolah Alindra lebih besar dan lebih berkelas membuat Alita sedikit gerogi.

__ADS_1


5 Menit kemudian. Bu Tia sudah membuka pintu kelas yang akan menjadi tempat Aliya belajar mulai hari ini. Saat Aliya sudah masuk ke dalam kelas itu, Semua mata langsung tertuju pada Aliya. Terutama Kartika dan kedua ke tiga temannya. Mereka ber-empat menatap tajam Aliya dari ujung rambut hingga ujung kaki.


"Selamat pagi anak-anak. Hari ini kita kedatangan teman baru yang mulai hari ini akan belajar bersama kita. Ibu harap kalian bisa berteman baik dengannya."


"Ayo Al perkenalkan nama kamu" Ucap bu Tia. Selaku guru wali kelas di sana"


Mendengar itu membuat Aliya maju dan memperkenalkan namanya pada seluruh murid kelas 12A. Yang terdiri dari kurang lebih 67 orang.


"Selamat pagi, Perkenalkan nama aku Aliya pratiwi, Biasa di panggil Aliya. Saya pindahan dari bandung. Semoga kita bisa berteman baik, Terimakasih" Ucap Aliya sambil mengangkat kedu sudut bibirnya.


"Kalau ada yang mau di tanyakan kalian bisa langsung tanya sebelum Aliya duduk" Ucap bu Tia lagi


Setelah mendengar perkataan bu Tia. Kartika mengangkat sebelah tangannya. Wanita itu mengajukan sebuah pertanyaan yang membuat Aliya bingung harus menjawab apa.


"Iya Kartika, Apa yang mau kamu tanyakan" Ucap bu Tia saat melihat kartika mengangkat sebelah tangannya.


"Apa sih alasan kamu pindah ke sekolah ini? Dan apa pekerjaan orang tuamu sampai bisa masuk ke sekolah ini. Secara ini kan sekolah elit, Dan yang boleh masuk kesini hanya anak-anak bagian kelas atas" Tanya Kartika pada Aliya


"Dia pindah kesini karna ikut papa dan mamanya. Aliya adalah saudara sepupuku" Jawab Agam dingin sambil melirik ke arah Kartika.


Mendengar jawaban Agam membuat Kartika terdiam. Karna yang dia tau Agam adalah anak dari pemilik saham sekolah Alindra.


Sedangkan Aliya langsung menatap Agam yang membuatnya menimbulkan sejuta pertanyaan yang mulai terbesit dalam benaknya. Apa maksud Agam mengatakan hal itu? Bukankah mereka belum saling mengenal sebelumnya.


Tapi Agam sudah mengatakan hal yang sebenarnya. Pria itu sebenarnya sudah tau semua tentang siapa Aliya. bukan hanya sebagai istri Alvin, Tapi juga saudara sepupu yang sebenarnya.


Namun sampai detik ini Agam masih bungkam dan belum mengatakan kebenarannya pada Cyra dan Smith. Pria itu masih tidak ingin terjadi peperangan untuk yang kedua kalinya.


3 Tahun yang lalu. Saat Agam masih duduk di bangku SMP. Pria itu tidak sengaja mendengar pembicaraan bunda dan ayahnya tentang anak Cyra dan Smith yang hilang karna keluarga Abimana.

__ADS_1


Semenjak saat itulah. Agam selalu berusaha mencari keberadaan saudara sepupunya. Hingga Agam mendapatkan satu petunjuk dan membuatnya langsung menyuruh orang untuk mendatangi desa Aliya 3 tahun yang lalu.


Agam menatap Aliya dengan penuh rasa iba. Ingin rasanya dia memeluk saudara sepupunya yang selama ini hanya bisa Agam perhatikan dari jarak kejauhan.


"Maafkan aku Aliya. Maafkan aku yang belum bisa mengatakan kepada om dan tante jika kamu masih hidup. Aku belum sanggup jika keluarga Abimana akan berusaha melenyapkan kamu kembali. Biarlah tidak ada satu orangpun yang tau tentang hal ini"Ucap Agam dalam batinnya


Alvin yang mendengar apa yang sudah Agam katakan langsung mengerutkan keningnya. pria itu juga tidak paham dengan apa yang sudah Agam katakan.


"Oh jadi Aliya adalah sepupunya Agam" Ucap beberapa murid di sana


"Aliya. Silahkan kamu duduk di sana" Ucap bu Tia sambil menunjukkan meja kosong yang ada di depan Alvin


"Baik bu" Jawab Aliya sopan


Setelah itu, Aliya berjalan sambil mencari bangku kosong lainnya. Karna wanita itu masih begitu malas jika harus berada di sekitar Alvin.


"Aku boleh kan duduk di sini?" Ucap Aliya pada seorang siswi


"Boleh banget lah. Sini duduk sama aku aja Al. Jangan duduk di antara mereka" Ucap Jihan sambil melirik ke arah Alvin dan teman-temannya.


"Terima Kasih ya kamu sudah membolehkan aku duduk di sini" Ucap Aliya sambil tersenyum ke arah Jihan


"Iya sama-sama Aliya. Mulai hari ini aku mau jadi sahabat kamu. Aku tidak menerima sebuah penolakan"Ucap Jihan lagi


"Ada apa nih Jihan mau jadikan Aliya sahabatnya. Apa karna Aliya sepupunya Agam" Teriak Haikal dari tempat duduknya


"Berisik banget sih lo Kal" Ucap Jihan sambil menatap tajam Haikal


"Eh Gam. Gue masih gak nyangka deh, Ternyata kamu punya sepupu yang cantiknya masyaallah. Kenapa selama ini kamu tidak pernah mengatakan soal Aliya sig Gam?" Tanya Farel pada Agam

__ADS_1


"A..aku" Agam masih bingung dengan apa yang mau dia jadikan alasan.


"Aduh bagaimana ini. Kenapa tadi aku malah mengatakan seperti itu"Ucap Agam dalam batinnya


__ADS_2