
Di saat Alvin masih terdiam di atas motornya sendiri, Tiba-tiba Aliya datang dan naik ke ata motor yang sudah Alvin beli khusus untuk Justine gunakan buat antar jemput Aliya.
Melihat itu membuat Alvin membulatkan kedua matanya. Masih tidak percaya jika wanita yang sejak pagi menjadi pertanyaan Alvin langsung terjawab saat itu juga.
"Widih. Ternyata yang punya motor itu adalah nona cantik" Ucap Jeremy sambil menatap Aliya
"Gak nyangka kalau yang punya adalah Aliya" Ucap Farel sambil terus menatap Aliya.
Sejak pertama kali bertemu, Farel sudah begitu menyukai Aliya. Sejak Aliya masuk ke dalam kelasnya, Farel selau menata Aliya tanpa mau berkedip. Buat Farel, Aliya adalah wanita yang berbeda dari yang lain.
Apalagi setelah melihat senyuman Aliya saat sedang di kantin bersama Jihan. Farel sudah benar-benar candu akan senyuman pertama yang Aliya berikan untuknya.
"Aliya memang wanita yang berbeda" Ucap Farel lagi sambil mengangkat kedua sudut bibir nya
Jeremy yang menyadari tingkah laku Farel langsung menyenggolnya"Kenapa lo senyum-senyum sambil liatin nona cantik"Ucap Jeremy pada Farel dan membuat semua orang yang ada disana langsung melirik Farel dengan penuh tanda tanya.
Begitu juga Alvin yang mendengar itu juga ikut langsung menatap Farel dengan tatapan tajamnya.
"Gak apa-apa. Memangnya salah kalau gue liatin Aliya sambil senyum-senyum. Nggak kan!" Ucap Farel sambil memasang helm pada kepalanya.
Semua orang yang ada di sana masih terus menatap Aliya yang saat ini sudah menghidupi mesin motornya dan langsung melajukan motornya tanpa mau menoleh ke arah siapapun. Wanita itu hanya fokus pada arah jalan pulang.
"Ternyata Aliya bisa mengendarai motor kayak itu. Aku harus ikutin dia dari belakang. Biar bagaimanapun sku harus pastiin jika Aliya selamat sampai apartemen" Ucap Alvin dalam batinnya
Setelah itu, Alvin juga ikut melajukan motornya tanpa pamit pada teman-temannya yang lain. Tapi yang pasti, Kali ini Alvin tidak bisa ikut bergabung di markas terlebih dahulu.
"Eh Vin. Main cabut aja tu anak. Tapi kenapa arahnya malah kesana. Apa Alvin tidak mau ikut gabung dulu di markas" Ucap salah satu dari mereka
"Palingan dia lagi ada urusan penting" Ucap Haikal
"Sudah, Tidak usah pedulikan Alvin. Dia bukan bocah. Lebih baik kita sekarang kumpul di markas, Bang Justine mau ngomong sesuatu tentang kecelakaan Vinsen waktu itu" Ucap Agam
__ADS_1
"Iya ya. Kira-kira apa yang mau bang Justine katakan. Lebih baik kita sekarang ke sana"
"Lalu Alvin bagaimana?" Tanya Jeremy
"Alvin biarkan saja. Nanti juga bakalan nyusul ke markas" Ucap Agam lagi sambil langsung melajukan motornya keluar dari sekolah Alindra
Sedangkan Aliya saat ini sedang bersama dengan Jihan. Mereka berdua sama-sama mengendarai motor yang berbeda. " Eh Al, Kalau boleh tau tempat tinggal kamu di mana sih Al? Kenapa arah pulang kita sama" Tanya Jihan pada Aliya dari atas motornya
"Ooh, Aku tinggal di apartemen Kemayoran Ji. Kalau rumah kamu di mana?" Ucap Aliya sambil memelankan laju motornya
"Jadi kamu tinggal di Apartemen Kemayoran ya Al. Kalau rumah aku di perumahan melati Al. Kapan-kapan kamu harus main ke tempat aku ya"
"Boleh" Ucap Aliya sambil mengangkat ke dua sudut bibirnya.
Saat Alvin masih begitu fokus mengikuti motor Aliya, Tiba-tiba dia melihat motor yang sama dengan miliknya juga mengikuti Aliya dan Jihan.
"Siapa dia. Kenapa sepertinya dia juga mengikuti Aliya dan Jihan" Ucap Alvin yang begitu penasaran.
"Ternyata dia sedang mengikuti Jihan. Sebenarnya siapa dia" Ucap Alvin lagi
Setelah itu, Alvi ikut membelokkan motornya mengikuti Aliya. Pria itu masih belum sepenuhnya percaya jika Aliya yang menurutnya tidak bisa apa-apa malah pandai membawa motor besar.
Alvin mempercepat laju motornya dan berjejer dengan motor Aliya. Mendengar ada suara motor yang berdampingan dengan motornya membuat Aliya menoleh ke arah samping yang saat ini sudah ada Alvin yang menunjukkan senyuman termanisnya.
"Hai istriku, Aku gak nyangka deh kalau ternyata kamu bisa membawa motor besar begini" Ucap Alvin pada Aliya. Namun Aliya sama sekali tidak menggubris apapun yang sudah Alvin katakan padanya.
Wanita itu tidak menghiraukan Alvin yang saat ini sedang berjejer dengannya."Istriku. Kita makan dulu yuk. Babang Alvin sudah lapar istriku" Ucap Alvin lagi.
Namun, Lagi-lagi Aliya cuekin Alvin. Wanita itu menganggap Alvin seperti angin lewat."Istriku, Kenapa kamu diam saja, Ayolah kita makan sebentar saja" Ucap Alvin lagi
Mendengar itu membuat Aliya menghentikan motornya sambil mengambil nafas panjang. Jika Alvin masih di diemin. Mungkin pria itu akan terus mengganggunya sepanjang perjalanan.
__ADS_1
"Oke, Mau makan di mana?" Ucap Aliya sambil menoleh ke arah Alvin
Alvin yang mendengar itu langsung mengangkat kedua sudut bibirnya. Akhirnya Aliya mau juga di ajak makan siang bersama, Walaupun terlihat sangat terpaksa.
"Kita makan di warung depan sana mau gak?" Ucap Alvin sambil menunjuk ke arah warung tukang bakso pinggir jalan.
"Boleh. Tapi nanti kamu harus menerima tantangan dari aku" Ucap Aliya sambil tersenyum dan membuat Alvin curiga
"Tantangan! Tantangan apa memangnya?" Tanya Alvin penasaran.
"Nanti kamu juga pasti akan tau dengan sendirinya" Ucap Aliya sambil kembali melajukan motornya.
Melihat senyuman Aliya yang mengandung begitu banyak arti membuat Alvin merasa tidak enak hati. Entah apa yang akan Aliya lakukan pada Alvin untuk saat ini.
Karna jarak mereka dengan warung bakso tidak terlalu jauh, Oleh karena itu tak butuh waktu lama mereka berdua sudah tiba di tempat warung bakso pinggir jalan yang kebetulan sedang tidak ada pelanggan sama sekali.
Aliya turun dari atas motornya sambil membuka. helm full face nya. Wanita itu melirik ke arah Alvin dengan ekspresi yang sama.
"Kamu akan merasakan akibat yang sudah kamu lakukan pria mesum. Akan aku pastikan jika kamu akan menyesal sudah menikahi wanita sepertiku" Ucap Aliya dal batinnya
"Pak, Pesen bakso merconnya dua dengan porsi besar ya pak" Ucap Aliya pada pedagang bakso
Alvin yang mendengar itu langsung membulatkan kedua matanya. Pasalnya Alvin sangat tidak menyukai pedas, Kenapa Aliya bisa tau jika Alvin tidak suka makanan pedas.
Tak butuh waktu lama. Pedagang bakso datang dengan membawa dua porsi bakso mercon besar.
"Terima Kasih pak" Ujar Aliya sambil memberikan 1 porsi bakso untuk Alvin
"Biar aku potongin ya suamiku" Ucap Aliya sambil tersenyum ke arah Alvin.
Setelah bakso itu Aliya belah. Alvin terlihat semakin pucat pasi, Bagaimana caranya Alvin makan bakso dengan banyak cabe di dalamnya. Pria itu menatap ngeri mangkok bakso yang ada di depannya.
__ADS_1
"Mau aku suapi suamiku?"