
"Maafkan Aliya papa. Maafkan Aliya yang tidak bisa menjaga pemberian papa. Barang yang papa hasilkan dengan kerja keras. Maafkan Aliya yang tidak bisa menjaganya pa" Ucap Aliya dalam batinnya
Aliya masuk ke dalam kelasnya dengan langkah yang terasa sangat berat. Sesekali Aliya menoleh ke belakang. Hatinya benar-benar merasa sangat sedih saat tidak bisa menemukan di mana ponselnya.
Jihan yang melihat Aliya sudah ada di ambang pintu langsung berdiri dan berjalan ke arahnya"Al. Kamu gak papa kan Al. Kamu tidak ada yang luka kan?" Tanya Jihan panik sambil memutar tubuh Aliya
Aliya masih diam tak menjawab sepatah katapun. Rasanya Aliya benar-benar malas walau pun hanya sekedar menjawab pertanyaan yang terlontar dari Jihan.
"Al. Are you oke?" Tanya Jihan lagi
"Aku gak papa kok Ji. Aku baik-baik saja" Jawab Aliya sendu dan langsung berlalu dari hadapan Aliya
Jihan yang melihat raut wajah Aliya merasa sangat penasaran. Apa yang sudah membuat Aliya seperti itu. "Al. Kamu beneran gak papa kan Al?" Tanya Jihan lagi sambil mengejar Aliya
"Iya. Aku baik Ji"
Pandangan Alvin masih terus tertuju pada Aliya tanpa sedetik pun mau berpaling. Melihat Aliya seperti itu membuat Alvin merasa sangat bersalah. Apalagi saat teringat perkataan Aliya saat di Rooftop tadi.
"Maafkan aku Aliya. Maafkan aku yang tadi sudah hampir membuat kamu kehilangan nyawa. Tapi aku berjanji akan memberi pelajaran pada siapapun yang sudah melakukan hal itu pada kamu. Orang itu sudah membuat aku benar-benar marah. Aku tidak bisa membayangkan jika seandainya tadi aku datang tidak tepat waktu. Aku tidak tau apa yang akan terjadi sama kamu Al" Ucap Alvin dalam batinnya sambil terus menatap Aliya
Agam yang sejak tadi memperhatikan Alvin mengepalkan kedua tangannya merasa penasaran. Sebenarnya apa yang sudah terjadi. Pikirnya
Kemudian Agam mengambil ponselnya. Pria itu memilih bertanya lewat chat dari pada bertanya secara langsung.
Dtttt...Dttttt...Dtttt
Alvin yang mendengar suara ponselnya berdering langsung mengambil ponselnya dan membuka sebuah pesan yang ternyata dari agam.
[ Apa yang terjadi? ]
Membaca pesan itu membuat Alvin melirik sekilas pada Agam yang sedang memainkan ponselnya.
[ Ada seseorang yang sudah dengan sengaja ingin mencelakakan Aliya ] Send
Agam
__ADS_1
[ Apa!! Siapa pelakunya. Apa kamu sudah tau? ]
Dttttt Dtttt
[ Belum. Aku masih akan mencari siapa pelakunya. Siapapun itu, Aku akan memberikan pelajaran yang tidak akan pernah dia lupakan ]
Agam
[ Kamu tenang saja. Aku juga akan membantu mencari siapa pelakunya ]
Dtttt....Dtttt...
[ Nanti setelah pulang sekolah. Kita lihat CCTV yang sengaja aku pasang di sana ]
Agam tak lagi membalas pesan itu. Agam hanya memberi anggukan pelan. Kedua tangannya mengepal kuat saat membaca pesan yang Alvin kirimkan padanya.
"Berani-beraninya orang itu mau mencelakai Aliya. Aku tidak akan biarkan siapapun itu!"Ucap Agam dalam batinnya
Di Tempat Lain
Saat melihat Alvin datang dan mengangkat tubuh Aliya. Orang itu mengepalkan kuat kedua tangannya. Entah apa yang menjadi motif nya melakukan hal ini. Tapi yang pasti ini semua ada hubungannya dengan dengan Alvin.
Pria itu membenci Alvin karna Alvin selalu menggagalkan apa yang selama ini dia lakukan. Dan saat mengetahui jika Aliya adalah istri dari Alvin zeandra abimana membuat orang itu menjadikan Aliya sebagai objek balas dendamnya.
Tak berselang lama. Ada salah satu temannya yang mengagetkan pria itu. Dengan cepat orang yang tadi mau mencelakai Aliya bersikap manis kembali.
"Ngapain kamu disini?" Tanya temannya yang baru saja datang
"Eh pak Dion. Saya tadi kesini hanya untuk melihat tanaman ini saja. "Jawab guru itu
Ya. Orang yang tadi mau mencelakakan Aliya adalah seorang guru. Dis mengajar bahasa asing di sana. Masih muda dan umurnya tidak beda jauh dari Dion Alexander.
"Ayo pak. Kepala sekolah meminta kita berkumpul. Ada rapat dadakan mengenai hal yang baru saja menimpa anak didik kita" Ucap pak Dion pada guru itu
Sejenak guru itu terdiam. Wajahnya mendadak pucat. Namun sedetik kemudian sikapnya kembali biasa saja saat teringat jika tidak ada cctv yang mereka kejadian di atas Rooftop tadi.
__ADS_1
Karna semua guru sedang ada rapat. Oleh karen itu semua murid terpaksa di pulangkan cepat.
Tinnnn......Tinnnnn......Tinnnnn
Mendengar suara bel pulang. Semua murid SMA Alindra langsung bersiap untuk pulang. "Kok bel pulang. Memangnya sudah waktunya pulang ya? Bukan nya ini masih jam pelajaran ke 3" Ucap Davin sambil melirik teman-temannya yang sudah bangun dari duduknya
"Palingan di pulangkan cepat karna hal tadi yang menimpa Aliya" Jawab Haikal
"Iya ya. Untung saja Aliya selamat. Gue sangat berterima kasih sama lo Vin. Seandainya saja tidak ada Alvin, Mungkin saat ini Aliya sudah tidak selamat"Ucap Jeremy
"Iya bang Alvin. Lo gercep juga ya" Timpal Haikal
Namun Alvin tak menggubris pembicaraan para teman-temannya. Yang ada dalam otak Alvin adalah. Bagaimana caranya mengetahui siapa pelakunya.
"Kalian pulang dulu ya. Sudah di tunggu bang Justine di markas. Gue masih ada urusan sama Agam. Urusan keluarga" Ucap Alvin yang sengaja berbohong
Mereka percaya karna memang Agam dan Alvin adalah saudara sepupu. Mereka tidak merasa curiga sedikitpun terhadap Alvin dan juga Agam.
"Yasudah. Kita pulang duluan ya"
Setelah kepergian teman-temannya. Alvin menoleh ke arah meja Aliya yang ternyata sudah tidak ada di tempat. Alvin yang tidak menemukan keberadaan Aliya mengerutkan keningnya. Karna pikirannya tidak terlalu fokus sampai membuat Alvin tidak sadar jika Aliya sudah keluar sejak tadi.
Aliya ternyata tidak langsung pulang. Wanita itu masih kembali ke tempat yang tadi. Tempat di mana kemungkinan besar ponselnya jatuh di sana.
"Kemana aku harus mencari ponsel pemberian papa. Ponsel itu begitu banyak kenangan bersama dengan papa dan juga mama di masa kecilku" Ucap Aliya sambil mencari keberadaan ponselnya.
"Kamu cari apa Al?" Tanya Farel yang sejak tadi mengikuti Aliya
Mendengar suara itu membuat Aliya mengangkat wajahnya"Aku mencari ponselku yang tadi jatuh" Jawab Aliya pelan
"Biar aku bantu ya"
Aliya menggeleng"Tidak perlu. Sepertinya ponsel itu memang sudah tidak ada. Lebih baik kamu pulang saja" Ucap Aliya pada Farel
"Apa mau aku antar pulang?"
__ADS_1
Lagi-lagi Aliya menggeleng"Tidak usah" Ucapnya dan langsung berlalu dari sana