Dinikahi Badboy Tengil

Dinikahi Badboy Tengil
Pesan dari Agatha


__ADS_3

"Tidak apa. Jangan bersedih. Ini sudah lumayan. Kamu mau berusaha masak untuk aku saja aku sudah bahagia. Tidak perlu bersedih. Nanti aku ajarin bagaimana caranya membuat nasi goreng yang enak" Ucap Alvin lembut sambil menatap Aliya


"Tadinya aku sudah bahagia saat mendengar kamu mengatakan masakan ku enak. Tapi ternyata kamu berbohong Vin. Rasanya sama sekali tidak bisa di makan" Ucap Aliya sambil menundukkan wajahnya


Melihat Aliya seperti itu membuat Alvin mendekat sambil membawa wanita itu dalam dekapannya. Entah kenapa Alvin juga merasa sedih saat melihat raut sedih dari wajah wanitanya.


"Jangan bersedih. Kamu mau berusaha masak untukku saja aku sudah sangat bahagia. Tidak apa-apa. Yang namanya masih belajar tentu saja tidak bisa langsung enak. Perlahan, Aku yakin masakan kamu pasti enak" Ucap Alvin lembut sambil membelai rambut Aliya


"Sudah, Sekarang kamu mandi, Biar aku yang akan masak untuk sarapan kita, Sekalian aku akan membuat makanan buat makan siang kita. Nanti kita makan malam bersama di Rooftop"


Mendengar perkataan Alvin membuat Aliya mengangkat wajahnya. Wanita itu menatap wajah Alvin yang saat ini sudah mengangkat kedua sudut bibirnya.


"Ini kan masih sangat pagi, Aku mau ikut masak sama kamu, Katanya kamu mau mengajariku memasak"


"Tapi kan kamu kalau mandi lama, Kalo kamu masih ikut masa, Nanti yang ada kamu kesiangan. Nanti malam saja kalau mau belajar memasak. Sudah sana, Biar aku yang akan menyiapkan semuanya" Ucap Alvin sambil membelai lembut rambut Aliya penuh sayang


Dari sini, Aliya bisa melihat adanya cinta serta rasa sayang yang begitu besar untuknya. Aliya bisa melihat dari cara Alvin berbicara serta belaian lembut yang dia berikan untuk Aliya.


"Baiklah, Aku akan mandi dan bersiap" Ujar Aliya dan langsung masuk kembali ke dalam kamarnya


Setelah kepergian Aliya. Alvin berjalan ke arah lemari pendingin dan mengambil beberapa bahan makanan yang akan dia olah untuk sarapan buat Aliya.


"Disini hanya ada daging. Aku buat kebab aja kali ya, Kebetulan bahan-bahannya juga ada semua" Ucap Alvin sambil membawa bahan makanan itu ke dapur


Di saat Alvin sedang sibuk memasak. Tiba-tiba saja ada sebuah panggilan masuk yang ternyata dari Justine. Melihat nama yang tertera di layar ponselnya, Membuat Alvin dengan cepat mengusap tombol hijau itu.


📞:Halo bang. Ada apa?


📞:Tidak ada, Aku hanya mau tanya apa pagi ini aku harus mengantar Aliya sekolah?


📞:Tidak perlu. Aliya akan berangkat bersamaku

__ADS_1


📞:Baiklah. Kalau butuh bantuan kamu bisa langsung hubungi aku


📞:Siap bang. Terima Kasih atas semua bantuannya bang


📞:Santai saja. Selama aku bisa, Pasti akan aku bantu


Setelah itu, Alvin langsung memutuskan sambungan telponnya. Alvin kembali melanjutkan masaknya membuat isian dari kebab yang akan dia buat untuk Aliya.


Sedangkan Aliya, Wanita itu langsung masuk ke dalam kamar mandi. Namun pagi ini Aliya mandi tidak terlalu lama seperti biasa, Karna dia ingin segera melihat hasil masakan yang akan Alvin buat untuknya.


30 Menit kemudian, Aliya sudah selesai dan sudah rapi. Wanita itu keluar dan menghampiri Alvin yang sudah menunggunya di meja makan. Aliya berjalan lebih cepat agar bisa segera tiba di sana.


"Kamu masak apa Vin?" Tanya Aliya pelan


Alvin tak langsung menjawab. Pria itu terdiam tanpa menyadari kehadiran Aliya. Entah kenapa pesan masuk di ponsel Aliya yang tidak sengaja dia baca sudah membuatnya ingin marah saat ini juga. Namun Alvin masih memikirkan dua kali. .


Rasa sayang Alvin yang begitu besar membuatnya tidak ingin menyakiti hati Aliya. Pria itu berusaha untuk terlihat biasa saja, Walaupun sebenarnya hatinya seperti terbakar setelah membaca pesan yang ternyata adalah dari Agatha.


Flashback beberapa menit yang lalu


Ternyata Aliya tidak membawa ponselnya, Wanita itu meninggalkan ponselnya di atas meja makan. Tadi setelah selesai melakukan panggilan video dengan kedua orang tuanya, Aliya langsung meletakkan ponselnya begitu saja.


Mendengar ponsel Aliya bergetar membuat Alvin mendekat dan melihat sekilas, Namun saat melihat nama Agatha yang tertera di sana, Membuat Alvin langsung memicingkan kedua matanya.


"Agatha" Ucapnya sambil membuka ponsel Aliya.


Betapa marahnya Alvin saat membaca isi dari pesan itu, Dia langsung mengepalkan kuat kedua tangannya, Serta mengatupkan keras giginya.


[ Selamat pagi calon istri. Apa kamu sudah siap untuk sekolah hari ini? Jangan lupa nanti datang ke ruang osis ya. Aku tunggu di sana ]


Membaca pesan itu membuat Alvin langsung naik pitam. Darahnya seketika terasa mendidih. Ingin rasanya Alvin memberi pelajaran anak itu.

__ADS_1


Dttt Dttt Dtt


Ada pesan masuk lagi dari Agatha.


[ Jangan sampai lupa sarapan. Aku tidak mau kamu sampai sakit ]


Lagi-lagi pesan yang Agatha kirimkan langsung berhasil membuat Alvin merasa begitu sakit. Jika di tanya sakit atau cemburu? Jawabannya sudah pasti iya. Karna Alvin sudah begitu mencintai Aliya.


Kemudian Alvin membaca semua pesan yang ternyata Agatha kirimkan sejak malam tadi, Namun sama sekali tidak ada Aliya balas. Alvin terlihat semakin naik pitam saat membaca pesan Agatha yang lain.


[ Hai Aliya. Ini aku Agatha. Apa kamu sudah sampai di rumah? ]


[ Kamu wanita yang sangat berbeda. Kamu berbeda dengan yang lain ]


[ Jujur, Baru kali ini aku merasa jantung ku berdetak saat ada di dekat seorang wanita. Dan wanita itu adalah kamu ]


[ Aku mencintaimu Aliya. Aku jatuh cinta pada pandangan pertama ]


[ Kenapa kamu tidak membalas ]


[ Maaf kak Agatha. Aku sudah memili tunangan ] Send


[ Hanya tunangan kan? Sebelum janur kuning melengkung, Setidaknya masih ada kesempatan dan harapan untuk bisa memiliki mu ]


Membaca pesan itu membuat kemarahan Alvin langsung naik ke ubun-ubun. Tidak ada satu orang pun yang boleh merebut Aliya dari genggaman Alvin.


Flashback off


"Sabar Vin. Jangan sampai kamu terlihat marah di depan Aliya, Dia tidak salah. Kamu hanya perlu memberikan perhitungan atas Agatha" Ucap Alvin dalam batinnya sambil menatap Aliya


"Kamu sudah siap. Ayo makan dulu. Aku sudah buatkan kebab. Semoga kamu suka ya Al" Ucapnya yang terdengar begitu lembut

__ADS_1


Aliya tak langsung makan kebab nya. Wanita itu masih menatap Alvin dalam. "Terimakasih sudah mau membuatkan sarapan untukku Vin.Aku janji akan belajar masak lagi, Agar nanti rasa masakan ku jauh lebih baik dan tidak menyedihkan kayak tadi"


"Sama-sama sayang. Aku hanya ingin menjadi suami yang sangat baik untuk mu. Aku akan selalu berusaha mengambil hatimu dengan cara yang aku bisa"


__ADS_2