
"Apa! Ponsel kamu hilang? Hilang di mana, Sayang. kok bisa?" tanya Alvin sambil terus memeluk Aliya sangat erat.
"Tadi jatuh saat aku hampir jatuh dari Rooftop"
"Yasudah. Kamu pakai ponsel yang mahar dari aku ya"
Tanpa mereka sadari, Ternyata di luar ada Farel yang menyaksikan semua itu. Karna pintu apartemen Alvin terbuka. Oleh karena itu, Farel bisa dengan sangat jelas menyaksikan apa yang Alvin lakukan dan Alvin katakan.
"Jangan sedih lagi ya, Sayang. Kamu gunakan ponsel yang aku jadikan mahar pernikahan kita" ucap Alvin lagi sambil terus memeluk erat Aliya.
Deg!
Farel cukup merasa sangat terkejut mendengar perkataan Alvin. Mahar? Pernikahan? Astaga. Mereka tidak menyadari jika lupa menutup pintu apartemen.
"Apa! Apa aku salah dengar. Jadi, Aliya dan Alvin adalah pasangan suami istri" ucapnya yang masih terpaku di tempat.
Mendengar kenyataan itu membuat jantungnya berdetak nyeri. Tak bisa di pungkiri jika Farel sudah benar-benar mencintai Aliya sejak pertama kali bertemu.
Farel memutuskan untuk berlalu di sana. Tak mau merasakan luka yang lebih lagi. "Ternyata aku mencintai wanita dari sahabatku sendiri" ucapnya yang terdengar sangat lirih.
****
"Sudah, Bunda. Mau sampai kapan bunda seperti ini. Kejadian itu sudah sangat lama. Lebih baik kita ikhlaskan Namira ya. Biarkan dia tenang di alam sana" ucap Smith lembut sambil mengusap pucuk kepala istrinya.
"Bagaimana bunda bisa ikhlas, Yah. Bayangan Namira selalu saja terbayang. Bunda sangat merindukannya, Yah" balas Cyra di sela isaknya.
__ADS_1
"Kita pulang sekarang ya, Bunda. Sepertinya ini sudah jam makan siang. Kasian kalau anak-anak pulang kita gak ada di rumah"
Cyra hanya mengangguk tanpa menjawab sepatah katapun. Wajah Namira kecil selalu saja terbayang dan membuatnya merasakan sakit.
Smith melajukan mobilnya sambil sesekali menoleh pada Cyra yang menatap ke luar arah jendela. Smith tau betul apa yang di rasakan istrinya saat ini. Hari ini, Tanggal ini adalah hari dimana mereka menemukan sosok anak kecil yang mereka pikir adalah Namira. Hanya karna postur tubuh serta bajunya sama.
"Gak terasa sudah 12 tahun ya yah. Sudah selama itu Mira meninggalkan bunda" ucap Cyra lirih
"Iya, Bunda. Kita harus bisa belajar ikhlas ya, Sudah 12 tahun lamanya kejadian itu. Ayah mohon, Bunda jangan seperti ini terus ya"
"Susah,Yah. Rasanya bunda benar-benar susah untuk sekedar melupakan tentang anak bungsu kita. Lukanya masih sangat terasa, Yah"
"Iya, Ayah tau. Tapi mau bagaimanapun, kita harus bisa mengikhlaskan Namira. Biarkan dia tenang ya"
"Insyaallah, Ayah. Semoga bunda bisa"
Dion yang baru saja selesai mandi kembali menatap ponsel yang dia temukan tadi di sekolah. Pria itu mendekat ke arah ponsel lalu mengambilnya. Menghidupkan ponsel itu karna merasa sangat penasaran dengan pemiliknya.
"Punya siapa ponsel ini ya. Aku benar-benar penasaran" ucapnya sambil menghidupkan ponsel itu.
"Ini kan fotonya Aliya. Siswa baru kelas 12 itu kan" ucapnya sambil terus menatap layar ponsel Aliya yang sudah menyala
Dion semakin penasaran. Pria itu kembali mengotak atik ponsel milik Aliya. Membuka beberapa pesan masuk di sana.
Dttttt.....Dttttt....Dttttt...
__ADS_1
Suami tengilku
Melihat ada sebuah pesan masuk dari kontak bernama Alvin membuat Dion semakin penasaran. Dion sampai memperdulikan jika itu adalah privasi orang lain. Yang pasti, Dion ingin tau banyak tentang Aliya. Terlebih lagi setelah pertemuan mereka di mall waktu itu.
Ada beberapa pesan masuk juga Miss call dari nomor kontak yang bernama Suami tengilku. Hal itu semakin membuat rasa penasaran Dion kian bertambah.
Kedua mata Dion membulat saat membaca pesan yang di kirim oleh kontak yang bernama Suami tengilku
[ Sayang. Kamu di mana? pulang sama siapa? Aku panik cariin kamu dimana-mana ]
Panggilan suara tak terjawab
[ Sayang. Aku mohon. Tolong jawab telpon ku. Atau kamu bisa balas pesan aku. Jangan buat aku panik seperti ini, Sayang ]
Panggilan Video tak terjawab
"Siapa yang punya nomor ini? Kenapa Aliya memberinya nama suami tengil ku. Apa jangan-jangan Aliya memang sudah menikah dengannya" ucap Dion sambil terus membaca pesan di sana.
"Tapi tunggu. Kalau di liat dari foto profilnya, Sepertinya aku tau siapa pemilik nomor ini" ucap Dion lagi sambil mengeluarkan ponsel miliknya sendiri.
"Alvin zeandra abimana. Ya, Ini kan nomor ponsel anak itu. Jangan bilang jika mereka berdua adalah sepasang suami istri"
Karna merasa semakin penasaran, Akhirnya Dion memutuskan membuka galery di ponsel Aliya. Kemungkinan besar semua pertanyaannya ada dalam galery itu.
Beruntung karna ponsel Aliya tidak menggunakan sandi. Jadi Dion bisa dengan mudan melihat isi dari ponsel yang dia temui tadi. Ponsel yang tak lain adalah milik Aliya Pratiwi.
__ADS_1
Setelah galery itu terbuka. Dion membulatkan kedua matanya"Foto ini. Ini kan foto Namira waktu kecil" ucapnya pelan sambil menatap foto anak kecil yang ada di ponsel Aliya.